Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 12:tantangan dari Ratna mengejutkan


__ADS_3

Mata Ratna dan Sinta terbelalak saat melihat Rahman dan Satria menghampiri mereka.Sinta merasa curiga dengan kehadiran mereka.Ratna dan Sinta binggung kenapa mereka mendatanginya.


Hehhhh...Kalian ngapain disini ha?? mau mata-matai Ratna??kalian mau cari kelemahan Ratna biar bisa lawan Ratna besok ha??(ucap Sinta dengan ketusnya)


Iya kalian mau ngapain disini haa, kalian mau mata-matai saya haa?? (ucap Ratna dengan wajah tak sukanya)


Sontak Rahman dan Satria tetkejut saat mendengar Ratna berbicara,mereka merasa aneh dengan tingkah Ratna yang jauh berbeda.Ratna melihat mereka dengan wajah dingin dan datar tanpa eksperesi. Rahman semakin binggung biasanya Ratna tidak pernah menatap mereka ini kenapa berbeda.Satria pun buka suara.


Ehh jangan pede ya,kita nggak ngikutin kalian! kita kesini mau latihan(ucap Satria)


Hehhh mending kalian nggak usah lah latihan lagi toh nanti kalian kalah juga lawan saya(ucap Ratna dengan wajah tanpa eksperesi)


Ya bener tu mending kalian pulang cuci kaki, berdoa langsung tidur(ucap Sinta bersamaan dengan tawanya yang pecah)


Maksud lo apa ngomong kayak gitu, li ngeremehin temen gue?(ucap Satria)


Lah tu lo tau emang siapa lagi, lo lihat aja tampang kayak gitu mau lawan gue(ucap Ratna dengan wajah masih sama)


Dasar cewek aneh(ucap Satria dengan mendengusnya)


Apa?? lo bilang temen gue cewek aneh? bener-bener ya lo(dengan nada naiknya)

__ADS_1


Rasain ni... (langsung menyerang Satria)


Sinta pun bertarung dengan Satria, namun Ratna dan Rahman hanya melihat mereka.Disisi lain Rahman masih aneh dengan sikao Ratna tadi. Rahman terus memandang Ratna hingga Ratna sadar bahwa dirinya dilihat Rahman.


Hehh laki-laki lemah... (ucap Ratna dengan nada tinggi)


Tiba-tiba Sinta dan Satria berhenti berkelahi ketika mendengar Ratna berteriak seperti itu. Sontak Satria tak terima dengan apa yang diucapkan Ratna untuk temannya Rahman.Saat Satria ingin memukul Ratna,Rahman menghentikannya.


Kamu bilang saya lemah? (ucap Rahman)


Ya saya bilang kamu lemah, kan memang kenyataan kalau kamu lemah(ucap Ratna dengan nada dingin)


Maaf apa yang anda katakan itu salah, saya tidak lemah anda mengerti(ucap Rahman)


Baiklah saya terima tantangan anda(ucap Rahman dengan yakinnya)


Baiklah jika anda menang saya akan lakukan apapun untuk anda, tapi... jika anda kalah maka anda harus menjadi pelayan saya saat saya latihan,tanding.setuju??(ucap Ratna)


Oke saya setuju, tunggu saja saya akan kalahkan anda. yuk Sat kita cabut(ucap Rahman sambil melangkah pergi dari sana)


Saat Rahman dan Satria menjauh,Satria lngsung bertanya kepada Rahman apa dia serius dengan apa yang iya katakan tadi.Satria khawatir dengan temannya itu,Satria tau bahwa Ratna itu Ratu pencak silat yang sampai sekarang belum ada yang mengalahkannya.

__ADS_1


Bro lo serius nerima tantangan Ratna barusan?? (tanya Satria dengan menghentikan langkah Rahman)


Ya kenapa nggak cobak, kalau gue menang gue bisa lakuin apapun ke cewek itu(ucap Rahman dengan percaya dirinya)


Tapi kalau lo kalah kan lo harus jadi pelayannya bro. gue nggak rela kalau lo disuruh-suruh sama tu cewek(ucap Satria dengan wajah cemas)


Tenang aja gue usahain buat menang kok, jadi lo cukup doain gue aja yaudah yuk mending kita pulang aja(ucap Rahman menenangkan tamannya itu)


Lo pasti kalau lo baka menang(ucap Satria)


Iya insyaallah gue bakalan menang, yaudah ayuk pulang aja(ucap Rahman)


Eh kok pulang sih kan lo harus latihan buat besok(ucap Satria)


Latihan dirumah aja toh gue kan udah ada ilmu sedikit jadi tinggal nambah daya tahan aja(ucap Rahman)


Mereka pun akhirnya pergi dari taman itu dan berangkat pulang, Rahman mengantar Satria kerumahnya setelah itu ia langsung pulangbkerumahnya sendiri. Setibanya dirumah Rahman langsung masuk kamar dan menjatuhkan tubuhnya. ia mencoba mengingat lagi apa yang ia lakukan tadi, ia tak percaya bahwa ia bisa mengiyakan tantangan Ratna.


Ihh lo bodoh banget sih Man, berani banget lo terima tantangan Ratna kan lo tau sendiri kalau Ratna itu Ratu penccak silat(ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali)


Bagaimana ini,gue nggak yakin bisa ngalahon Ratna(Rahman membatin)

__ADS_1


Sudahlah toh semuanya udah terjadi kok mau diapaain lagi, gue juga udah nerima tadi ya gue harus tanggung jawab(ucapnya)


Tapi gue nggak habis pikir kok Ratna berubah secepat itu bahkan perubahannya itu 180 derajat, gue aneh banget liatnya tadi kok bisa??(ucapnya lagi)


__ADS_2