Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 29:Ratna memaafkan


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian Rahman tertidur disamping Ratna sambil menggenggam tangan Ratna. Saat itu perlahan mata Ratna terbuka dan melihat seisi ruangan,Ratna melihat disamping kirinya terdapat Rahman yang tidur disampingnya. Ratna hanya diam saja Rahman masih kecewa dengan apa yang diperbuat Rahman. Ratna pun berfikir untuk mrninggalkan Rahman,Ratna perlahan melepaskan tangannya dari Rahman. Saat Ratna berusaha tiba-tiba Rahman terbangun.


Sayang kamu udah sadar!!gimana?? ada yang saki?? atau ada sesuatu?? (ucap Rahman dengan wajah gembira sambil menggenggam tangan Ratna)


Sontak Ratna langsung melepaskan genggaman Rahman. Ratna membalikkan tubuhnya,Ratna tak mau melihat Rahman. Rahman binggung dengan situasi yang ia dapati.


Sayang kamu kenapa sih?? tadi kamu marah-marah sama aku sampai kejadiannya kayak gini. apa salah aku Rat??kenapa kamu perlakukan aku begini Rat?? (tanya Rahman)


Namun Ratna masih terdiam dan tak menjawab pertanyaan Rahman. Rahman pun berinisiatif membuka ponsel Ratna. Saat Rahman membukanya Rahman terkejut dengan apa yang ia lihat. Rahman melihat fotonya dan Rani, Rani yang sudah tanpa busana dan dirinya bertelanjang dada.


Rat apa ini yang membuat kamu marah sama mas?? (ucap Rahman)


Mas fikir saja sendiri(ucap Ratna tanpa melihat Rahman)


Sayang ini mas bisa jelasin, ini nggak seperti yang kamu lihat sayang ini semua kesalahpahaman(ucap Rahman menjelaskan)


Kesalahpahaman katamu,mas setelah mas tidur sama wanita itu mas bilang salah paham, hehhh itu lah lelaki mau ambil enaknya saja(ucap Ratna mendengus marah)

__ADS_1


Sayang ini mas bisa jelasin,dengarkan penjelasan mas dulu Rat(ucap Rahman)


Oke Ratna dengarkan penjelasan mas(ucap Ratna sambil membalik badannya)


Kemarin memang benar mas jumpa sama eanita ini, tapi itu hanya untuk masalah pekerjaan. saat mas berbincang masalah pekerjaan mas kehausan jadi mas minum air yang sudah mas pesan saat mas selesai meminumnya kepala mas pusing setelah itu mas nggak tau lagi(ucap Rahman menjelaskan)


Biar Ratna yang menyambungkan setelah itu mas dan wanita itu kekamar hotel dan mas bercumbu dengan wanita itu, begitukan mas(ucap Ratna masih marah)


Nggak sayang mas nggak ngerasa mas melakukan itu(ucap Rahman)


Hemmm, seterah mas saja Ratna mau tidur(ucap Ratna tak mau mendengarkan Rahman)


Ha.... calon anak kita?? jadi maksud mas Ratna hamil(ucap Ratna)


Iya dokter bilang kamu hamil, untung saja saat kecelakaan itu calon anak kita kuat jadi dia masih bisa bertahan(ucap Rahman)


Alhamdulillah berarti sebentar lagi Ratna jadi ibu, ome demi anak kita Ratna maafin mas tapi lain kali lihat saja. Ratna hantam mas sampai masuk rumah sakit kayak dulu(ucap Ratna mengancam)

__ADS_1


Ihhh istri mas kok marah-marah sih, jangan dong nanti yang jaga kamu sama anak kita siapa. Nanti kalau kamu pingin itu gimana kalau nggak ada mas(ucap Rahman menggoda)


Maksud mas begitu apaan?? (ucap Ratna)


Iya begitu, mas dengar kata orang kalau orang hamil itu libidonya tinggi lo nanti kalau nggak ada mas siapa yang mau muasin kamu(ucap Rahman menggoda Ratna)


Apaan sih mas, udah deh mas Ratna nggak mau bahas itu(ucap Ratna)


Sayang mas mau ni(ucap Rahman)


Mau apa mas?? mas jangan macam-macam ya ini ditumah sakit(ucap Ratna)


Mas mau Rasain bibir kamu yang manis itu pasti enak,apalagi kamu dari tadi bibirnya maju jadi mas gemes lihatnya(ucap Rahman)


Mas nggak-nggak,kalau Ratna udah sembuh aja dirumah(ucap Ratna)


Dirumah tapi samapi mas puas ya(ucap Rahman)

__ADS_1


Seterah mas aja,tapu ntar mainnya pelan-pelan soalnya kasihan calon anak kita(ucap Ratna)


Oke ibu bos(ucap Rahman sambil mencubit kedua pipo Ratna)


__ADS_2