Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 5:terus mencari semua informasi


__ADS_3

Benar saja ternyata Rahman dan Satria lah yang mengikuti mereka dari kampus sampai keperpustakaan mereka masih bingung kenapa Ratna dan Sinta pergi kesana, merekapun mengikuti masuk kedalam perpustakaan, mereka terus melihat kearah 2 wanita yang sibuk dengan buku-buku itu.


Bro gue lihat banyak banget mereka beli buku, kira-kira untuk apa?? (satria bertanya ke Rahman)


lo tanya ke gue sat, mana gue tau kita kan kesini bareng-bareng(menatap santai)


Yaudah kita ikutin aja mereka teru(ucap Rahman lagi)


Ya udah yuk,lihat-lihat kayaknya mereka akan bayar.tu mereka udah selesai, mau kemana lagi tu??yuk kita ikutin(ajak Satria)


Ayuk percepat langkahmu(ucap Rahman)


Ratna dan Sinta keluar dari perpustakaan lalu masuk kedalam mobil hitam dengan laki-laki yang Rahman dan Satria temui tadi pagi dikampus.


Sat... sat... kayaknya itu orang yang kemari nepuk bahu kita kan?? (dengan nada rendah)


Eh iya ya ngapain mereka sama orang itu? (tanya Satria)


Aku nggak tau,kita ikuti aja terus mereka kayaknya mereka akan pergi ke suatu tempat(berjalan menghampiri mobil Rahman)


Tu mobilnya udah jalan(Rahman membuka Pintu mobil)

__ADS_1


Cepat naik Rahman kita nggak boleh sampai ketinggalan(dengan mata menatap kemobil yang dunaiki Ratna Dan Sinta)


Satria menginjak gas mobil dengan cepat,mereka terus mengikuti mobil yang dinaiki Ratna dan Sinta, tak begitu lama mobil yang dinaiki Ratna dan Sintia berhenti disebuah tempat dimana tempat itu banyak sekali anak kecil, mereka melihat kesekitar tempat itu sampai mereka tersentak pada satu tulisan diatas tempat itu yang bertuliskan"pondok baca Augustin Ratna dan Sinta Seliana"mereka terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Tempat itu sangat besar dan disitu seperti panti asuhan tapi terpampang jelas bahwa itu pojok baca. Rahman dan Satria melihat 2 wanita turu n dari mobil itu dan berjalan kearah pondok baca itu.Saat mereka datang semua anak kecil disana mengerumuni 2 wanita itu bersalaman lalu memeluknya.


Ini kita nggak salah lihat kan bro?? (ucap satria)


Kayaknya nggak deh sat mending kita turun dan lihat dari dekat(ucap Rahman namun matanya masih tertuju ke arah 2 wanita itu)


Mereka turun lalu berjalan mengendap-ngendap berjalan seperti maling yang ingin mencuri disuatu rumah besar. mata Rahman berhenti pada suatu titik, benar saja diujung matanya ia melihat Ratna yang sedang duduk mengajari anak-anak itu mengaji dan senyumnya sangat indah saat itu,dari senyumnya tampak sekali kebahagiaan yang tiada taranya. Rahman terus menatap Ratna tanpa berkedip walau sesekali ia berkedip. ia lebih terkejut sekali pada saat Ratna mengeluarkan ayat suci al-quran dari mulutnya. Rahman tersenyum dengan lebarnya ketika mendengar suara Ratna.


Ya ini yang kucari, wanita dengan kepribadian seperti ini(dalam batinnya)


Aku harus berusaha mendapatkanmu Ratna walau harus berjuang dengan taruhan nyawaku(batinnya lagi)


Darrr....(anak kecil itu mengagetkan Rahman)


Astagfirullah hal azim(sontak mata Rahman membulat melihat ia di kejutkan oleh anak kecil itu)


Hayoo... oom ngapain disini haa... dan kenapa oom ngeliat bu guru Ratna kayak gitu hayo... (ucap anak itu)


Heeee...oom nggak ngeliat ibu guru Ratna,oo tadi nggak sengaja lewat aja kok(ucapnya ingin membohongi anak itu)

__ADS_1


Nggak oom nggak boleh pergi,oom harus disini aja dan kenalan sama ibu guru cantik(anak kecil itu menarik tangan Rahman)


Lalu Rahman mengikuti saja tarikan anak kecil itu dan akhirnya ia sampai di tempat itu.


Assalamualaikum bu guru cantik(ucap anak kecil itu)


Assalamualikum,Ratna(disusul Rahman)


Ratna terkejut ketika melihat Rahman ada dipondok bacanya, ia tak percaya dan heran dengan kehadiran Rahman.Sontak Ratna menundukkan pandangannya.


Kenapa dia disini??(batin ratna dengan herannya)


Ni cewek kenapa sih setiap gue hadir dia nundukin kepalanya?? (batin Rahman)


Anak kecil itu membuka suara


Om kenalin ini bu guru Ratna(mengenalkan ke Rahman)


Dan buguru ini oommm... (dia berhenti)


Rahman... (ucap Rahman memotong)

__ADS_1


Ya ini on Rahman bu guru(ucap anak itu)


Rahman mengajukan tangannya namun Ratna tidak menerima malah ia memilih diam saja.Rahman menurunkannya dan menarik tangan anak itu agak menjauh dari Ratna.


__ADS_2