
Rahman terdiam saat ia berada teoat didepan pintu gerbang rumah Ratna,Rumah itu begitu besar bagaikan istana dikisah-kisah kerajaan, dengan taman yang begitu luas dan hamparan bunga-bunga yang berwarna-warni dan banyak sekalu dengan pepohonan hias yang menghiasi tepi jalan menuju pintu utama. Rahman masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya sampai akhirnya ia tersadar saat Satria mengejutkannya.
Broo...(ucap Satria sambil menepuk bahu Rahman)
Astagfirullah(dengan wajah terkejut dan mengusap dada)
Apaan sih lo Sat ngagetin gue aja lo(dengan wajah kesal)
Lo sih bengong aja, ya gue kagetin.lo kenapa bengong?? (wajah santai)
Ini serius rumah Ratna?? (ucap Rahman masih tak percaya)
Menurut lo sat ini rumah siapa?? kan lo lihat Ratna masuk rumah ini berarti ini rumah dia(ucap Satria)
Rahman madih belum percaya dengan apa yang ia lihat karna selama ini ia lihat penampilan tina yang begitu sederhana tanpa menampakkan bahwa dia memiliki segalanya. saat Rahman masih melihat rumah Ratna,Rahman tersentak pada satu tulisan besar ditembok.Tepatnya dipagar saat akan memasuki kediaman Ratna,matanya melotot dan tak berpindah dari apa yang ia lihat.Ekspresinya yang begitu membuat Satria binggung dengan apa yang ia lihat.
Rahman... (ucap satria)
Namun Rahman masih terdiam dan tak bergeming dengan panggilan Satria.Sekali lagi Satria memanggil namanya dengan sangat keras.
Rah... man... adii... wijaya... (dengan suara lantangnya)
Rahman pun terkejut dan sadar dari lamunanya dan matanya beralih ke sahabatnya itu.
Astagfirullah...Sat suara lo yang pelan dong jangan keras-keras gue nggak pekak kok gue denger(menatap Satria tajam)
__ADS_1
Gimana gue nggak keras-keras, tadi gue panggil lo pelan tapi lo nggak jawab ya udah gue pakek suara keras toh hasilnya lo sadarkan. lo ngeliat apaan sih kayaknya penting gitu?? (dengan wajah herannya)
Tuhhh... (Rahman menunjuk ke tembok dekat pagar rumah Ratna)
Sontak mata Satria terbelalak dan tak bergeming sedikitpun. kini giliran Rahman yang aneh dengan sikap Satria yang seakan terkejut dengan apa yang dilihatnya.Yahh terpampang jelas ditembok itu yang bertuliskan"kediaman keluarga Rusli can dan nyonya Rusli can".Tulisan dipagar itu seakan menghipnotis Satria. Rahman pun mengejutkan Satria.
Hey Sat lo kenapa?(ucap Satria ditambah dengan nada yang agak lantang)
Haaa, kenapa?? lo nanya apa bro?? (ucap Satria dengan linglungnya)
Lo kenapa sih kayaknya kaget ngeliat tulisan disana?? (ucap Rahman dengan heran)
Lo nggak tau bro ini rumah siapa?? (ucam Satria)
Ini rumah Ratna kan!! (ucap Rahman)
Tau apa sih Sat jangan buat gue binggung deh(memasang wajah binggungnya)
Ini rumah Rusli Can dia itu pengusaha terbesar dan terkaya,lo tau kan perusahaan orang tua kita??(ucap Satria)
Gue tau,emang kenapa dengan perusahaan orang tua kita?? (tanya Rahman lagi)
Itu sebagian besar sahamnya milik papanya Ratna, pak Rusli Can dan satu lagi kampus kita itu adalah milik papanya Ratna Pak Rusli Can,sekarang lo tau kan?? (dengan suara menekan)
Lo serius Sat?? (dengan wajah tak percaya)
__ADS_1
Masa lo nggak tau sih,makanya kalau ada acara para pengusaha tu ikut(sambil meledek)
Lo kan tau kalau gue nggak suka pergi ke acara kayak gitu
(sambil memasang muka malas)
Saat mereka asyik dengan obrolannya Ratna,mamanya dan papanya keluar dari Rumah itu,sepertinya mama dan papa Ratna akan pergi.Wajah Ratna begitu serius saat papa dan mamanya akan pergi,Ratna terus memegang tangan papa dan mamanya.
Pa... ma... kalian nggak lama kan perginya? (ucap Ratna dengan wajah sedih)
Nggak sayang mama sama papa sebentar kok,setelah selesai kita pulang kita nggak mungkin bisa ninggalin anak kesayangan kita ini(mama menyubit pelan wajah Ratna)
Bener tu ma,kita nggak lama kok sayang setelah selesai papa sama mama langsung pulang lagi pula kita nggak mungkin lewatin pertandingan kamu(ucap papa sambil tersenyum)
Beneran kan mama papa bakalan pulang cepet dan liat pertandingan Ratna(masih dengan wajah sedih)
Iya sayang, kalau papa masih sibuk dengan kerjaannya.bakalan mama jewer papa biar mau pulang dan lihat anak kesayangan kita ini bertanding(tersenyum lebar)
Ya udah deh,Ratna tunggu mama sama papa pulang(wajah sedihnya masih terpasang)
Wajah anak papa yang cantik ini jangan sesih dong, ntar cantiknya ilang lo(ucap papa bercanda)
Iya Ratna nggak sedih lagi, tapi janji ya habis selesai papa sama mama langsung pulang(sambil memeluk papa mamanya)
Iya papa sama mama janji(Ucap mama)
__ADS_1
Ratna pun bersalaman dengan papa dan mamanya,akhirnya mama dan papanya masuk kedalam mobil. Ratna terus menatap mobil mereka yang semakin jauh dan menuju pintu gerbang. saat menuju pintu gerbang tiba-tiba...