Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 14:kekalahan Rahman ditangan Ratna


__ADS_3

Datang Satria dengan mengepal tangannya dan langsung melepaskannya tepat diwajah Ratna,namun Ratna menahannya dengan tangan Ratna dan langsung memelintir tangan Satria kebelakang. Satria langsung menjerit kesakitan dan memberontak agar lepas dari sinta.Namun semakin Satria memberontak semakun kuat Sinta memelintirnya.Sinta membuka suara.


Lo mau apain temen gue ha?? (ucap sinta dengan nada marah)


Lu tanta gue mau ngapain, ya gue mau mukul tu wajah temen lu yang sombong itu(ucap Satria dengan nada tinggi)


Apa??berani lo nyentuh pipi temen gue ha?? (tanya Sinta)


Ya berani lah lu nggak lihat tadi tangan gue udah mau mendarat dipipinya tapi tiba-tiba datang lu ngalangin dan langsung pintir gue(ucapnya sambil menahan kesakitan)


Ooo lu sengaja ya... Rasain ni(Sambil memperkuat pintirannya)


Satria menjerit kesakitan dan memberontak minta dilepaskan.Rahman berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri temannya.Rahman meminta Sinta untuk melepaskan pintirannya.Namun Sinta menolak dan malah memperkuatnya.


Bro tolongin gue,tangan gue sakit banget ni, tolong... (sambil meringis kesakitan)


Sin...gue minta tolong banget,tolong lepasin tangan temen gue.Teman gue nggak bermaksud lakukan itu, mungkin dia lagi emosi(ucap Rahman)

__ADS_1


Lo bilang nggak bermaksud??tadi kan lo denger kalau dia bilang pengen ngancurin wajah temen gue lo bilang itu nggak bermaksud. hehh jangan harap gue bakalan lepasin selagi temen lu nggak minta maaf sama temen gue(ucao Sinta dengan wajah serius)


Oke.. gue bakalan suruh dia minta maaf(ucap Rahman)


Sat mending lo minta maaf deh, biar semuanya cepat kelar(ucap Rahman kepada Satria)


Gue...minta maaf sama cewek nggak punya hati ini hehhh nggak akan pernah(ucap Satria sambil membuang muka)


Ooo... Lo nggak mau minta maaf,Rasain ni(ucap Sinta dan memperkuat kunciannya)


Bro mending lo minta maaf aja deh dari pada tangan lo patah,Ratna gue minta tolong bilang sama teman lo untuk lepasin teman gue(ucap Rahman dan menatap Ratna)


Rat gue minta maaf atas nama temen gue dan gue minta tolong banget bilangin sama temen lo untuk lepasin temen gue(ucapnya didepan Ratna)


Hehhhh... Lo minta aja sendiri ke temen gue(ucap Ratna tanpa melihat Rahman)


Apa perlu gue bersujud dikaki lo untuk lepasin temen gue(ucap Rahman sambil perlahan turun dari posisi berdirinya)

__ADS_1


Lo apa-apaan sih bro,nggak usah gitu juga.Gue nggak papa kok walaupun harus kehilangan tangan(ucap Satria)


Perlahan tubuh Rahman turun hampir berlutu dikaki Ratna tiba-tiba Ratna menghindar.Rahman pun heran,namun iya tak merubah posisinya.Tiba-tiba Ratna bersuara.


Udah deh Sin lepasin aja tu orang(ucap Ratna sambil melihat kearah Sinta)


Lo beneran mau lepasin ni orang(ucap Sinta)


Iya, dan lo Rahman berdiri.Ngapain lo sujud gue juga masih punya hati(ucapnya sambil melihat Rahman dengan wajah datar)


Sinta pun melepaskan Satria dan melemparnya kearah Rahman, Rahman pun menahan tubuh Satria.Rahman membawa Satria ke tempat duduk dengan memopong tubuh Satria.Rahman dan Satriapun duduk ditempatnya,saat Satria sibuk dengan tangannya namun Rahman hanya terdiam tanpa bersuara.Satria binggung ntah apa yang dipikirkan temannya itu. Ternyata Rahman melamunkan bagaimana kondisinya nanti di pertandingan,Rahman teringat dengan ucapan Ratna akan menjatuhkannya hingga masuk Rumah sakit.Satria yang melihatnya seperti itu hanya diam dan tak memikirkannya,karna mungkin temannya itu nerfes dwngan pertandingannya.


Saat mereka sibuk dengan aktifitasnya datang seorang laki-laki keruang itu dan memberika informasi.


Ratna dan Rahman kalian harus masuk ke arena pertandingan(ucap laki-laki itu)


Baik(ucap Ratna)

__ADS_1


Ratna dan Sinta pun keluar dari ruangan itu lalu disusul oleh Rahman dan Satria. Kini mereka ber2 telah berada dia arena. Semua orang bersorak,ada yang mendukung Ratna dan ada yang mendukung Rahman. Pertandingan pun dimulai. Rahman menyerang Ratna terlebih dahulu namun tidak menegenainya,seketika itu Ratna membalas dan menghajar Rahman.Aktifitas Ratna dihalang oleh seorang penjaga. Kini pertandingannya dimulai kembali mereka terus menyerang dan bertahan. Kini sudah terlihat diwajah keduanya wajah lelah,saat Rahman mencoba memukul Ratna,Ratna mengelak namun mengenai lengannya dan memutuskan barang kesayangan Ratna yaitu gelang pemberian mama dan papanya. Sontak Ratna langsung emosi dan ia mengeluarkan jurus Rahasianya.Saat ia mengeluarkan jurus Rahasianya Rahman terus menyerangnya tapi Ratna mengelak dan sampai lah akhirnya Ratna menggunakan tendangan mautnya dan tepat mengenai perut Rahman, Rahman terpental dan jatuh kelantai dengan keras.Rahman langsung tak bisa bergerak dan tak sadarkan diri.Lalu Rahman dilarikan kerumah sakit.Akhirnya Ratna yang memenagkan pertandingannya.


Beberapa bulan kemudian...


__ADS_2