
Ratna dan Rahman pun tiba di butik yang papa Ratna usulkan. Ratna dan Rahman pun langsung bergerak memasuki butik itu. Sesampainya disana Ratna dan Rahman langsung melihat gaun wanita.Ratna memilih beberapa baju dan Rahman pun mengusulkan beberapa baju,lalu Ratna masuk keruang ganti untuk mencoba baju-baju itu.
Baju pertama:
Rahman... gimana?? (tanya Ratna)
Nggak.. nggak...nggak cocok,kayaknya terlalu kebesaran deh(ucap Rahman sambil menggelengkan kepalanya)
Lalu Ratna masuk kedalam ruang ganti untuk mencoba baju ke2.
Baju kedua:
Rahman!!!cepetan dong sesak ni aku pake bajunya(ucap Ratna sambil mengeryitkan dahinya)
Cantik kok jadi kelihatan ehemnya(ucap Rahman menggoda Ratna)
Apaan sih,jangan macam-macam ya saya aduin nanti sama om Randi(ucap Ratna kesal)
Nggak..nggak... nggak,nggak lagi-lagi deh. ganti nggak bagus(ucap Rahman)
Cobak kamu pakai baju yang aku pilihkan tadi(ucap Rahman mengusulkan)
Ratna pun masuk keruang ganti dan mengganti dengan baju usulan Rahman.
Baju ketiga:
Rahman... gimana?? (ucap Ratna sambil memutar-mutar badannya)
Rahman pun melihat keRatna sontak matanya terbelalak saat Ratna menggunakan gaun pilihannya. Ratna terlihat begitu cantik dengan gaun itu. Rahman terus melihat Ratna tanpa menyadari bahwa Ratna telah mendekat padanya dan berada tepat didepan wajahnya.
Heyyyy.... Rahman, gimana bagis nggak?? (tanya Ratna)
__ADS_1
Cantiknya... (ucap Rahman dalam lamunannya)
Ha apa??(tanya Ratna)
Haa, apa?? nggak ada apa-apa kok(ucap Rahman dengan gugup)
Jadi gimana ni bagus nggak??(tanya Ratna yang kesekian kali)
Yah boleh juga sih,lebih mending dari yang sebelumnya(ucap Rahma sambil membalikkan badannya)
Rahman dan Ratna pun membeli baju itu lalu mereka melanjutkan mencari jas untuk Rahman yang selaras dengan gaun Ratna. Rahman pun mencari lalu iya memilih beberapa baju,Ratna pun membantu. Ratna terpesona pada baju yang ada dipojok lalu Ratna mengambilnya dan langsung meminta Rahman mencobanya. Rahman pun pergi keruang ganti untuk mencoba beberapa baju yang telah dipilih. Rahman sengaja menggunakan baju yang dipilihkan oleh Ratna,tak lama kemudian Rahman keluar dari ruang ganti.
Ratna... giman abgis nggak?? (tanya Rahman)
Ratna melihat kearah Rahman,sontak Ratna terdiam dan langsung bertanya.
Ini baju yang aku pilihkan tadi kan?? (tanya Ratna)
Bagus kok, bagus.tapi....yang bagus bajunya bukan kamu hahahahah(ucap Ratna sambil tertawa)
Hemmm, bilang aja deh Rat kalau kamu terpesona melihat aku(ucap Rahman dengan pede)
Aku... terpesona sama kamu?? mimpi kale(ucap Ratna dan langsung memalingkan wajahnya)
Lalu Rahman pun mengambil baju itu kemudian membayarnya dikasir.Ratna dan Rahman pun keluar dari butik itu lalu menuju ke toko perhiasan. Ratna dan Rahman melihat-lihat cincin pertunangan mereka.Saat mereka melihatnya mereka ber2 langsung jatuh cinta pada sepasang cincin yang polos namun tampak menarik sekali. Tanpa sengaja mereka berdua berbarengan menunjuk cincin itu. Lalu penjualnya pun mengambilnya dan pangsung di tunjukkan pada Ratna dan Rahman. Rahman langsung melihatnya dan mengambil salah satu dari cincin itu, lalu...
Ratna...!! (ucap Rahman)
Ya kenapa?? (tanya Ratna)
Kemarikan tangan kananmu, sebentar saja!! (ucap Rahman)
__ADS_1
Untuk apa, kamu mau modus ya?? (ucap Ratna sambil memasang wajah curiga)
Kemarikan saja tanganmu!!jangan banyak bicara deh(ucap Rahman)
Ratna pun memberikan tangan kanannya pada Rahman. Tanpa Ratna duga ternyata Rahman memasangkan salah satu cincin itu dijati manis Ratna. Ratna tetkejut dengan apa yang dilakukan Rahman. Ratna pun hanya terdiam tanpa bersuara sambil terus melihat wajah Rahman.
Heyy Ratna, gimana bagus nggak dijari kamu??(tanya Rahman)
Haaa, ya mungkin sih bagus(ucap Ratna)
Oke kita ambil yang ini(ucap Rahman)
Mereka pun menfambil cincin itu dan langsung membayarnya ke kasir. Ratna dan Rahman pun langsung pergi dan langsung menuju ke pencentakan undangan.Ratna dan Rahman tiba di weding organizer pembuatan undangan.Mereka masuk kedalam sana dan memilih model undangan.Rahman bertanya pada Ratna ingin pakai model apa.
Rat,mau pakai model apa untuk undangannya?? (tanya Rahman)
Seterah kamu saja,aku cukup mengikuti. yang penting simple dan nggak ribet(ucap Ratna)
Hhhhh, seterah tapi ngasi syarat, hmmm... dasar wanita(ucap Rahman)
Rahman pun memilih model undangan yang warna dasarnya moca dengan hiasan bunga ditepi kanannya lalu pembukaannya itu Rahman minta foto mereka ber2. Awalnya Eatna tidak mau karna harus berfoto dengan Rahman namun Rahman mengancam Ratna akan diadukan pada papa Ratna. Akhirnya Ratna pun mengalah dan mau. Saat pemotretan Ratna diminta untuk memegang bahu dan pinggang Rahman, namun Ratna tidak mau.Saat itu Rahman mengancamnya lagi lalu Ratna mengikuti apa yang diminta.Rahman langsung memegang pinggang Ratna dengan kedua belah tangannya lalu Mereka diminta untuk saling berhadapan. Ratna pun mengikuti apa yang diminta. Pandangan mereka bertemu lalu mereka saling menatap.
Kamu tu cantik tau nggak Rat!! (ucap Rahman tiba-tiba)
Haaa, maksud kamu apaan sih??(tanya Ratna seakan tidak paham)
Kamu tu sebenarnya cantik tapi aku masih belum faham dwngan sikapmu, kamu terkadang lucu, aneh, dan banyak lagi deh(ucap Rahman)
Ratna langsung memalingkan wajahnya dari hadapan Rahman, lalu Rahman menyentuh dagu Ratna dan membawa wajah Ratna menatapnya lagi.
Jangan membuang wajahmu Rat, aku tak bisa melepaskan tatapan matamu padaku.Matamu itu indah(ucap Rahman)
__ADS_1
Sontak mata Ratna membulat dan jantung Ratna berdeguk kencang. lalu, Ratna melepaskang tangannya dan pergi meninggalkan Rahman.Rahman mengejar Ratna namun langkahnya dihentikan oleh pemotret mereka.