Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 6:Rahman pun mengerti


__ADS_3

Hey oom Rahman boleh nanya nggak(bicara dengan pelan sekali)


Oom mau nanya apa?? (dengan muka pebasarannya)


Gini oom heran kenapa ya bu guru cantik itu setiap oom datang wajahnya ditunduk dan tadi oom mau jabat tangan buat kenalan kenapa bu guru cantik diem aja??(dengan wajah sedih)


Oooo.... masak oom nggak tau sih kenapa bu guru cantik kayak gitu.kensoa oom tanya?? oom suka ya sama bu guru cantik?? (sambil senyum menatap Rahman)


E e engak kok, o o om ngak suka kok(dengan terbata-bata)


Oom bohong, klu oom jujur bilang suka sama bu guru cantik nantik aku kadi tau deh(sambil melihat Rahman)


Seriusni, tapi diam aja ya?? iya oom suka sama bu guru cantik bahkan suka banget. sudah puas(dengan kesalnya)


Ciyee oom suka sama bu guru cantik,bilang dong dari tadi kalau oom suka sama bu guru cantik(dengan senyum manisnya)


Jadi kenapa bu guru cantik kayak gitu?? (nada penadarannya)


Ooo, bu guru cantik menunduk itu karna...bu guru cantik jaga pandangannya dari laki-laki dan krnaoa tadi tidak membalas oom itu karna oom bukan mahramnya jadi bu guru nggak mau nantik dosa, kayak gitu aja nggak tau(sambil meledek Rahman)


Ooh iya ya oom lupa, sangking fokusnya mau ngedapetin bu guru cantik.


Tenang saja Ratna aku akan berusaha memantaskan diriku untuk menjadi mahrammu(batinnya Rahman)


Ya udah yuk om kita kesana lagi biar oom bisa kenal bu guru cantik(sambil menari tangan Rahman)

__ADS_1


Sampai lah mereka ke tempat Ratna tadi, namun ratna masih saja menunduk dan diam saja tanpa suara sedikitpun,Rahman buka suara.


Baiklah anak-anak kan ibu guru cantiknya diem aja ni jadi gimana kalau oom aja yang lanjutin ngajar ngajinya?? setuju nggak?? (sambil melirik Ratna)


SETUJU... (ucap anak-anak dengan serentak)


Yuk kita baca mulai dari basmallah(ucap Rahman)


Ratna masih saja terdiam dengan apa yang ia saksikannya,ada rasa salut dihatinya saat melihat Rahman begitu sayang dengan anak-anak,Rahman yang begitu lembut dengan anak-anak.Tundukan Ratna seakan buyar saat melihat betapa pedulinya Rahman dengan anak-anak,tanpa sadar Ratna terus melihat Rahman tapi saat Rahman melihatnya ia tertunduk lagi.sampai akhirnya Rahman selesai mengajari anak-anak. saat itu anak-anak bubar,lari langsung bermain di taman yang memang juga disiapkan untuk mereka bermain. Tinggallah Ratna dan Rahman dipondok itu, keadaan menghening tanpa ada suara.Ratna pun berdiri lalu ingin melangkah pergi saat ia melangkah kakinya terhenti ketika Rahman membuka suara.


Augustin Ratna Can, terus saja pergi dan menghindar dariku.tapi ingat satu hal aku akan berusaha memantaskan diriku untuk menjadi calon suami yang baik untukmu(ucap Rahman dengan lantang)


Sontak Ratna terkejut dan berhenti,namun ia tak berbalik. saat itu lah awal dari semuanya, Rahman pun berhasil mendengar suara Ratna untuk membalas perkataannya.


Maaf... Rahman, jika kau ingin memantaskan diri untukku itu salah, namun pantaskan lah ditimu untuk yang maha kuasa.karna dengan kau memantaskan diri pada yang maha kuasa maka kau pantas untuk siapa saja(ucap ratna dengan lembut)


Woyyy... Rahman(dengan suara yang sangat kuat)


Astagfirullah(sambil mengusap dada karna terkejut)


Bro lo ngeliat apaan sih kok serius banget?? (dengan muka penasaran)


Nggak gue nggak ngeliat apa-apa cuman gue memahami kata-kata yang diucapkan Ratna(sambil melihat kedepan)


Emang Ratna ngomong apa sama lo?? (memasang wajah penasaran)

__ADS_1


Ratna bilang pantaskan dirimu karna allah bukan karna makhluknya, kelak jika aku pantaskan diriku karna allah maka aku pantas untuk siapa saja. gitu Ratna bilang!! lo paham nggak Sat?? (masih binggung)


Gitu aja nggak ngerti lo bro, gue ngeri apa yang dimaksud Ratna(memasang wajah sok tau)


Apaan Sat maksudnya??(dengan wajah penasaran)


Hahahahahahahahaha(Satri tertawa keras)


Lo kenapa bro sakit ap kesambet?? (ucap Rahman)


Hahahaha, lo kena tipu sama gue. mana lah gue tahu kan gue bukan Ratna(dengan wajah penuh kemenangan)


Sontak Rahman menoyor kepala Satria sampai Satria terjatuh kebelakang.


Lo apaan sih bro, main toyor-toyor aja(dengan wajah kesal)


Makanya jangan bercanda orang aku serius kok malah diajak bercanda(dengan tawa pelannya)


Dasar BAPER lu nggak bisa diajak bercanda(masih dengan wajah kesal)


Ya udah deh gue minta maaf(sambil menjabat tangan Satria)


Iya iya gue maafin lain kali santau dong(membalas jabatan tangan Rahman)


Eh eh liat tu Sat kayaknya mereka pamitan sama anak-anak dan mau pergi tu, yuk cepetan kita ikutin(dengan melihat kearah Ratna dan Sinta)

__ADS_1


Ayok... (ucap Satria)


Benar saja ternyata Ratna dan Sinta berpamitan ke anak-anak,setelah mereka berpamitan mereka masuk kedalam mobil Ratna.Setelah Ratna mengantar Sinta kerumahnya ia langsung pulang kerumahnya,tanpa ia sadari ternyata Rahman dan Satria masih mengikutinya dari tadi. Setibanya Rahman kerumah Sinta ia terkejut dengan apa yang ia lihat.


__ADS_2