
Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba, hari pertandingan pencak silat dilaksanaka di GYM Rajiman Can.Ratna sudah berada di Gym itu dengan menunggu Sinta.Saat Ratna menunggu Sinta ia melihat Rahman dan Satria yang sudah hadir juga. Ratna memandang Rahman dan Satria dengan tatapan tajamnya. Rahman terkejut saat melihat kearah Ratna,Ratna memasang muka tak suka bahkan sepertinya akan menghabisinya dipertandingan nanti.Saat Rahman melamun Ratna menghampirinya dengan wajah datar dan dingin.
Ehh lo berani ikut pertandingan ini?? (ucap Ratna menantang)
apa-apaan sih ni cewek datang-datang kayak gitu,ni cewek ngajak berantem?? (ucap Satria dengan kesal)
Suka-suka gue lah yang lo sewot kenapa?? kan gue nggak ngomong sama lo,kenapa lo yang marah sih(ucap Ratna dengan wajah datar)
Ngajak berantem ni cewek(ucap Satria sambil mengepalkan tangannya karna emosi pada Ratna)
Udah-udah sat nggk papa kok,maaf ya disini kita mau ikut pertandingan jadi menang kalah itu biasa.Lagi pula kan pertandingannya belum mulai jadi kita nggak tau siapa yang menang(ucap Rahman sambil menahan Satria yang emosi)
Hehh seterah lo aja deh, tapi saat pertandingan dimulai lihat saja lo.Bakal gue bikin lo berbulan-bulan dirumah sakit(ucap Ratna dengan senyum jahatnya)
Rahman terkejut dan kesulitan menelan ludahnya dengan apa yang diucapkan Ratna,Rahman merasa ucapan itu bukan hanya sekedar ucapan melainkan bakalan Ratna lakukan.Ratna pergi meninggalkan Rahman dan Satria sambil menatap mereka dengan wajah datar dan dinginnya.Rahman khawatir akan apa yang bakalan terjadi pada diriny saat pertandingan nanti.
Tak lama kemudian suara keras terdengar dari ruang dimana pertandingan dilaksanakan.Sontak Rahman dan Satria terkejut dan langsung menuju jeruang tersebut sambil berlari. Sesampainya disana benar saja acara telah dimulai.Mata Rahman terkejut saat meliha disudut putih bahwa telah ada Ratna yang berdiri disana dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Sat itu Ratna kan?? (tanya Rahman kepada Satria)
Yang sudut mana bro, putih atau hitam??? (tanya Satria)
Itu disudut putih(ucap Rahman sambil menunjuk kearah Ratna)
Iya bener itu Ratna(ucap Rahman)
Lo perhatiin ada yang beda nggak sama Ratna? (ucap Rahman)
Nggak ada, emang lo lihat apa yang beda?? (tanya Satria pada Rahman)
Iya ya gue baru perhatiin,bro kalau Ratna yang ini gue mah takut bro.Kalau kayak gini belum apa-apa gue udah ngalah dan mundur aja(ucap Satria)
Saat mereka sedang asyik dengan obrolannya. Pertandingannya pun dimulai,tiba -tiba Rahman dan Satria tetkejut dengan apa yang dilihatnya.Karna belum ada beberapa menit Ratna sudah menjatuhkan lawannya dengan sangat mudah.Rahman melihat kearah lawannya Ratna,terlihat dari wajah lawan Ratna bahwa ia belum pernah merasakan tendangan sesakit itu hingga membuatnya terjengkang dan jatuh ke belakang. Lalu Ratna dinyatakan menang. Rahman tak mampu berkata apapun saat melihat itu.Tanpa Rahman sadari bahwa ia telah mengeluarkan keringat dingin disekujur tubuhnya.
Bro lo kenapa??(tanya Satria)
__ADS_1
Namun tak ada jawaban dari Rahman.
Bro lo kenapa sih?? (ucap Satria sambil menepuk bahu Rahman dengan kuat)
Astagfirullah,apaan sih Sat?? kaget gue tau nggak sih.lo ngagetin gue aja(ucap Rahman)
Siapa suruh lo diam aja ha?? apa ada yang lo pikirkan bro?? (tanya Satria)
Nggak-nggak ada kok, gue cuman agak gugup aja(ucap Rahman dengan menepuk pelan pundak Satria)
Lo serius kan nggak ada apa-apa?? (ucap Rahman lagi sambil menaikkan alisnya)
Iya...lo tenang aja gue nggak papa kok(ucapnya menenangkan)
Saat mereka masih ngobrol,tanpa diduga nama Rahman di panggil. Rahman dan Satria pun terkejut, Rahman maju dengan rasa percaya diri dan keberanian yang masih tersisa didalam hatinya. Tanpa diduga Rahman bisa mengalahkan lawannya. Ratna dan Rahman berhasil mengalahkan lawannya disetiap babaknya, kini akhirnya mereka sampai pada babak final yang hanya menyisakan Rahman dan Ratna. Rahman dan Ratna diberikan waktu 1 jam untuk mempersiapkan diri. Mereka sekarang berada diruang istirahat, didalam ruang itu hanya ada Ratna, Sinta, Rahman dan Satria. Mereka tidak mengeluarkan kata sepatahpun kondisi itu sangat hening tanpa suara sampai akhirnya Sinta memulainya terlebih dahulu.
Rat gimana tenaga kamu udah pulih lagi??(tanya Sinta)
__ADS_1
Udah kok Sin, tenang aja aku bisa urusin satu orang lagi(ucapnya sambil melihat kearah Rahman)
Tiba-tiba....