Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 39:Tingkah kocak Rahman


__ADS_3

Ratna mengerjab-ngerjabkan matanya mencoba melihat dengan benar apa yang ada didepannya.Benar saja Ratna melihat seorang wanita menggunakan gamisnya yang sudah diberikannya pada Rahman. Ratna terdiam begitu juga Rahman.


Siapa wanita ini?? apakah pacar mas Rahman?? Hemmm dasar laki-laki tidak bisa dipercayai. Itu kan bajuku, Mas Rahman keterlaluan setelah wanita itu mengambilnya dariku, dengan bajuku pun diambilnya(ucap Ratna membatin)


Yaa Ratna tidak tahu bahwa itu adalah Rahman karna dengan perpaduan make up dan Wajah Rahman menjadikannya seperti wajah wanita. Yaaa dengan wajah yang putih, bulu mata panjang dan lentik, hidung yang mancung itu membantu Rahman.


Kamu siapa?? (tanya Ratna)


Namun tak ada jawaban sedikitpun.


Kamu siapa?? kamu istri baru suami saya ya?? mas Rahman jahat. Mas nggak ngerti perasaan aku, mas bilang mas merindukan aku, mencintai aku, tapi nyatanya mas Rahman memiliki kamu. Hehh tapi nggak papa kok nanti aku yang mengalah ya,aku nggak mau jadi duri dalam daging hubungan kalian. Lagian aku udah terbiasa kok tidak bersama mas Rahman,aku bakalan pergi jauh-jauh dan membawa putraku(ucap Ratna panjang lebar didampingi dengan tangisannya)


Rahman yang melihat Ratna seperti itu akhirnya tak bisa menahan aktingnya lagi. Rahman tertawa terbahak-bahak melihat istrinya itu. Ratna yang melihatnya terkejut.


Sayanggg ini aku suami kamu(ucap Rahman sambil berusaha menghentikan tawanya)


Haaaaaa,beneran ini mas Rahman(ucap Ratna sambil membalik-balikkan tubuh Rahman memastikan)


Tiba-tiba Ratna tertawa lagi sekeras-kerasnya, Ratna tak percaya bahwa suaminya yang cool, cuek, dan kalau dikantor sangar bisa seimut ini.


ayolah sayang jangan ngetawain mas sayang(ucap Rahman)


Mas kenapa berubah?? mas udah muak ya jadi cowok(ucap Ratna sambil tertawa)


Apa-apaan sih, ini semua karna kamu. Masa mas cowok kamu kasi gamis ya jadi mas rasa rubah aja sedikit. Mas cantik nggak?? (ucap Rahman)


Aduh mas,mas cantik banget. Yaudah yuk kita jalan(ucap Ratna dengan berusaha menghentikan tawanya)


Sayang kamu yang serius aja masa aku kayak gini sih(ucap Rahman mengeluh)


Nggak papa kok,nggak bakalan ketahuan kok(ucap Ratna tersenyum)


Yaudah deh iya(ucap Rahman)

__ADS_1


Akhirnya mereka turun,mereka menjumpai mama Ratna untuk mengambil bayinya yang dititipkan pada mamanya.Ratna dan Rahman menghampiri mamanya yang duduk diteras rumah sambil mentuapi bayinya.


Maaa.... good morning(ucap Ratna langsung memeluk mamanya dan mencium anaknya)


Good morning sayang, Rahman mana?? (tanya mama Ratna)


Rahman itu... (ucap Ratna sambil menunjukkan k kearah Rahman)


Astagfirullah,siapa itu Ratna?? kamu bawa temen kesini?? (tanya Mama Ratna)


Itu mas Rahman mama, masa mama nggak ngenalin menantu mama(ucap Ratna sambil tertawa)


Haaaa, kok Rahman dandanannya kayak gitu(ucap Mama Ratna)


Hukuman dari Ratna ma, jadi harus kayak gitu(ucap Ratna sambil cekikikan)


Iya ma Rahman rela diginiin asal Ratna nanti malem main sampai 5 ronde ma(ucap Rahman menggoda Ratna)


Itu lihat nanti saja ma, eh iya ma kita mau pamit ketemu sama Satria dan Sinta(ucap Ratna)


Ooooo, jadi kalian bawa Putra apa nggak??(tanya mama)


Bawa dong, ini kan ada ibu baru buat Putra(ucap Ratna sambil melirik Rahman)


Ooo iya ya, yaudah ni(ucap mama dengan mengulurkan Putra ke Rahman)


Kalau gitu kita pamit dulu ya ma(ucap Ratna sambil menyalami mamanya begitu juga Rahman)


Assalamualaikum ma(ucap Ratna dan Rahman)


Ratna dan Rahman pun masuk kemobil, diperjalanan Ratna terus tertawa tanpa berhenti. Rahman yang melihat Ratna tertawa begitu gemas. Akhirnya Rahman cium bibir Ratna agar tidak tertawa lagi, sontak Ratna terkejut dan tidak membalas ciuman Rahman. Rahman yang merasa ciumannya tidak dibalas akhirnya menghentukannya.


Sayang kenapa nggak dibalas sih ciuman mas(ucap Rahman)

__ADS_1


Mas apa-apaan sih malu tu sama pak joko(ucap Ratna)


Hmmm yaudah deh, padahal mas kangen berat sama bibir mungil itu(ucap Rahman merajuk)


Ratna mendekat pada muka Rahman akhirnya mencium Rahman, Rahmanpun langsung menaggapinya.Ciuman mereka berhenti saat telah sampai di cafe yang dimaksud. Ratna menghentikan ciumannya begitu juga Rahman.


Mas udah kan(ucap Ratna)


Iya udah,terima kasih sayang ku(ucap Rahman dengan wajah imut)


Hmmm, ya udah siniin Putranya biar Ratna yang gendong(ucap Ratna sambil mengulurkan tangannya)


Merekapun turun lalu masuk ke cafe,mereka menuju meja yang sudah dibooxing Rahman. Tak lama kemudian ternyata Satria dan Sinta pun sudah datang mereka mennghampiri Ratna dan Rahman. Satria heran hanya melihat Ratna dan anaknya lalu seorang wanita, Satria binggung siapakah wanita itu. Satria sampai dimeja mereka.Satria melihat sudut ruangan, celingukan mencari seseorang, Ratna yang melihatnya Satria itu pangsung bertanya.


Cari siapa Sat?? (tanya Ratna)


Ya cari suami lo lah cari siapa lagi, kan tadi dia yang ngajak ketemuan(ucap Satria santai)


Li nggak ngelihat mas Rahman, coba lo perhatiin lagi deh(ucap Ratna)


Eh Rat ngomong-ngomong itu siapa disampung lo, cantik.istri baru suami lo(ucap Sinta)


Nggak mungkin Rahman kan cinta banget sama Eatna, nggak mungkin dia nikah lagi(ucap Satria membela Rahman)


Li memang temen yang baik Sat(ucap Rahman menyaut)


Satria dan Sinta terkejut saat seseorang disebelah Ratna bersuara, suara itu milik Rahman tapi mereka heran wujudnya beda.


Rat ini siapa sih,itu suara Rahman. Rahmannya dimana?? (tanya Satria)


Ini... (ucap Ratna sambil merangkul Rahman)


Lo jangan bercanda deh masa Rahman berubah jadi cewek sih, mana ceweknya cantik lagi(ucap Satria)

__ADS_1


__ADS_2