
Rahman mengecup pipi bayinya lalu pergi untuk turun mencari Ratna, Rahman melihat Ratna yang sedang masak. Rahman memeluk Ratna dari belakang, Ratna terkejut saat merasakan tangan kekar memeluk tubuhnya. Ratna berbalik,mereka bertemu pandang. Ratna memberontak untuk melepaskan dirinya namun Rahman mempererat pelukannya. Ratna memberontak namun semakin kuat pelukannya sampai Ratna keaulitan bernafas.
Aduh.. lepaskan aku susah nafas ni, aduhh Rahman lepaskan(ucap Ratna memberontak minta dilepaskan)
Aku nggak mau, kalau aku nggak mau kamu mau apa?? (ucap Rahman)
Aduhhh, aku bisa mati Rahman kalau kamu seperti ini(ucap Ratna)
Kalau kamu mau aku lepasin aku berikan 2 syarat itu kalau kamu mau mengabulkannya(ucap Rahman dengan senyum liciknya)
Apa, cepetan(ucap Ratna)
Yang pertama kamu harus manggil aku pakek kata mas seperti dulu dan yang kedua kamu harus cium pipi kanan dan pipi kiri aku(ucap Rahman tanpa bersalah)
Apaan sih susah banget syaratnya, aku nggak mau(ucap Ratna)
Apa susahnya sih tinggal manggil aku pakek kata mas dan cium aku, kan kita udah sah jadi apa susahnya(ucap Rahman)
Pokoknya aku nggak mau(ucap Ratna)
Yaudah kalau nggak mau aku bakalan terus meluk kamu,sampek mama sama papa bangun dan lihat kita. Nanti kalau mereka melihat kan kamu disuruh kekamar lalu kita lakuin itu(ucap Rahman menggoda)
Itu apaan sih, ok mas Rahman bisa lepaskan aku(ucap Ratna dengan nada ketus)
Yang lembut dong kalau kayak gitu aku males(ucap Rahman)
Mas Rahman bisa lepasin istrimu ini nggak soalnya udah sesak banget ni nafas(ucap Ratna)
Oke,yang kedua cium aku(ucap Rahman dengan senyum manis dan mengendorkan sedikit pelukannya)
__ADS_1
Hemmm,aku nggak mai kalau yang itu aku nggak mau(ucap Ratna)
Ooooh jadi kamu nggak mau ya udah aku nggak bakalan lepasin kamu(ucap Rahman sambil mempererat lagi pelukannya)
Aduhhh, ok ok aku bakaln lakuin(ucap Ratna)
Ratna mencium pipi kanan Rahman, saat Ratna akan mencium pipi kiri Rahman tiba-tiba Rahman mengalihkannya dan bibir Ratna mendarat di bibir Rahman. Ratna terdiam sejenak lalu Rahman melumat bibir Ratna tanpa berhenti. Namun Ratna hanya diam saja, Ratna mendorong tubuh Rahman hingga Rahman terjatuh.
Aduhhh sakit..kamu apaan sih Rat.sakit ni tau nggak(ucap Rahman meringis kesakitan)
Kamu tu yang apa-apaan,tadi katanya cuman cium pipi nyatanya kamu malah ngambil lesempatan(ucap Ratna mendengus kesal)
Hemmm nggak papa lah, kamu tau nggak aku rindu kamu, apalagi itu(ucap Rahman meliahat dad Ratna)
Ratna langsung menyilangkan tangannya dikedua miliknya dan langsung berbalik.Rahman melihat tingkah Ratna yang seperti itu membuatnya gemas dan ingin sekali melahap istrinya itu.
Yaudah deh kamu masak aja aku mau keyemu mama(ucap Rahman)
Rahman keluar dan melihat mama Ratna sibuk menyiram tanaman, Rahman menghampiri mama Ratna.
Ma...Rahman mau bicara(ucap Rahman)
Mau bicara apa??(ucap mama Ratna dan langsung menghampiri Rahman)
Ma Rahman mau Ratna(ucap Rahman tanpa malu-malu)
Kenapa?? kamu nggak dikasi jatah sama Ratna?? (ucap mama Ratna)
Iya ma, Rahman kangen sama Ratna. Jadi gimana ni ma?? (ucap Rahman)
__ADS_1
Ok gini aja, mama saranin pakek obat perangsang aja(ucap mama Ratna mengusulkan)
Tapi ma... (ucap Rahman ragu)
Tapi apa?? kamu mau Ratna sadar. mama yakin untuk saat ini Ratna tidak akan mau jadi mending kamu pakek cara itua aj(ucap mama Ratna)
Yaudah deh,Rahman udah kangen banget sama Ratna, Rahman masuk dulu ya ma(ucap Rahman)
Mama Ratna melihat menantunya seperti itu merasa kasihan.Rahman masuk kedalam Rumah dan melihat Ratna menata masakan.Ratna memanggil mamanya mengajak sarapan bersama. Tak lama kemudian mereka selesai sarapan.Rahman segera bersiap-siap untuk menjalankan Rencananya. Rahman sudah meminta tolong pada mama Ratna saat Rahman menjalankan aksinya mama diminta untuk menjaga bayinya.
MALAM HARINYA
Rahman menjalankan aksinya, Eahman membuatkan Ratna teh hangat yang sudah diberikan obat peragsang. Rahman masuk kedalam kamar membawa teh hangat itu.
Ni minum dulu aku tau kamu pasti capek jagain bayi kita, sini biar aku yang pegang Putra. Kamu minum aja dulu(ucap Rahman sambil mengambil bayinya)
Ratna meminum teh itu tanpa menaruh Rasa curiga, sesangkan Rahman mengantarkan Ratna kekamar mamanya. Tak lama kemudian Rahman balik lagi kekamarnya. Rahman melihat Ratna sudah menghabiskan tehnya. Tiba-tiba Ratna meringis karna kepanasan, padahal AC dari kamar itu sudah sangat pas, namun Ratna rak mengerti mengapa dia merasakan panas sekali tubuhnya. Ratna perlahan membuka bajunya, Ratna tidak menyadari bahwa Rahman berdiri didepan pintu meliahat aksi Ratna.
Aduh panas banget(ucap Ratna sambil membuka bajunya)
Kini Ratna hanya terbungkus teng top dan cdnya saja, Rahman melihat Ratna seperti itu sulit untuk menelan salivanya. Rahman terus melihat Ratna menggeliat kepanasan, tanpa Ratna sadari adiknya sudah bangun dansangat mengiginkan Ratna.
Sayang aku sudah tidak bisa menahannya(ucap Rahman membatin sambil menghampiri Ratna)
Aduh panas(ucap Ratna)
Rahman mendekati Ratna dan menyentuh pipi Ratna,hidung,mata lalu bibir Ratna.Rahman sangat merindukan bibir mungil itu dengan warna pinknya.
Ahhhh mas jangan(ucap Ratna)
__ADS_1
Sayang mas sangat merindukan tubuh ini, kamu menggoda mas sayang. Mas sudah tidak bisa menahannya lagi(ucap Rahman langsung melahap bibir Ratna)
Rahman melahap bibir Ratna dengan ganasnya lalu turun keleher Ratna dan memberikan tanda kepemilikannya disana.Ratna tidak bisa menolak perlakuan Rahman karna pengaruh obat tersebut, Ratna hanya menikmati dan sesekali mengeluarkan desahan yang membuat semangat Rahman dan menambah tinggi mafsu Rahman.Malam itu terjafilah pergulatan merwka hingga mereka tertidur.