
Kamu tu yang apa-apaan, emang siapa yang ngizinin kamu tidur disini??(ucap Ratna sambil memasang wajah kesal)
Hehehehe nggak ada sih(sambil menatap Ratna)
Bentar...bentar... kamu disini nggak ngapa-ngapai aku kan??(tanya Ratna sambio menarik selimut menyelimuti tubuhnya)
Emangnya kenapa?? kamu mau aku apa-apain ya Rat, kalau kamu memintanya aku nggak nolak sayang(ucap Rahman menggoda Ratna)
Ratna terdiam saat Rahman mengatakan itu. Tanpa Ratna sadari wajahnya memerah,Ratna merasakan sesuatu yang tak pernah dirasakan olehnya. Akhirnya Rahna mengalihkan pembicaraan mereka.
Nggak kok,kamu jangan macam-macam ya(ucap Ratna sambil turun dari tempatnya)
Ratna pun langsung berlari kedalam kamar mandai. Ratna berdiri didepan kaca dengan melihat wajahnya yang memerah. Ratna merasa malu, Ratna tak mengerti dengan apa. yang ditasakannya. Ratna binggung, tapi hanya satu yang Rayna ketahui Ratna memang menyayangi Rahman dan tak ingin lepas dari Rahman. Disisi lain Rahman salah tingkah saat melihat wajah Ratna memerah. Rahman berharap ini awalan yang baik untuk hubungan mereka kedepannya. Rahman terus melihat kearah kamar mandi. Ratna pun keluar dengan wajah yang segar, Rahman pun mendekati Ratna.
Rat ada hal yang perlu aku tanyain(ucap Rahman)
Tanya apa bilang aja(ucap Ratna sambil duduk dimeja riasnya)
Nanti malam aja deh soalnya aku mau mandi dan kita sholat magrib bareng ok(ucap Rahman sambil mengusap kepala Ratna)
Iya.... kamu mandi aja dulu(ucap Ratna)
Rahman pun masuk ledalam kamar mandi,Rahman tak menyangka bisa menyentuh kepala istrinya. Biasanya Ratna kalau Rahman lakukan itu ia bakalan ngelak.
Rat aku binggung dengan pemikiranmu,sebentar-bentar kamu baik, nanti galak, pokoknya aku nggak tau.Tapi aku akan berusaha buat kamu jatuh kepelukanku(ucap Rahman menghadao cermin)
__ADS_1
Rahman pun mandi, tak lama kemudian Rahman keluar dari kamar mandi, Rahman melihat Ratna sudah bersiap-siap untuk sholat maghrib. Rahman menghampiri Ratna lalu mereka sholat berjamaah.Beberapa waktu kemudian mereka pun selesai sholat.Seperti biasa Ratna mencium tangan Rahman dan Rahman mencium kening Ratna. Rahman bahagia karna ini kedua kalinya ia dapat mencium istrinya.Lalu Ratna melepaskan mukenanya dan langsung merapikannya.Setelah selasai Ratna duduk ditepi tempat tidurnya namun Rahman duduk disofa.Tak lama kemudian bi narti mengetuk pintu kamar mereka. Ratna berdiri lalu membuka pintu.
Ada apa bi?? (tanya Ratna)
Makan malam sudah selesai buk,mari buk(ucap Ratna)
Bibi turun dulu ya bi,saya mau panggil Rahman dulu(ucap Ratna)
Baik non(ucap Bi Narti)
Mas bi Narti bilang makan malam yuk kita makan(ucap Ratna sambil menutup pintu dan menghampiti Rahman)
Sebentar tadi kamu manggil aku apa?? (tanya Rahman)
Hemmmm, nggak inget(ucap Ratna)
Sakit lo mas,udah puas kan(ucap Ratna)
Belum puas panggil lagi tapi dengan sangat lembut(ucap Rahman sambil menggoda Ratna)
Iya iya, mass ayok kita makan dibawah. bibi udah masak yuk mas kita turun(ucap Ratna sambil mencubit pipi sebelah kiri)
Saat Ratna mencubit pipinya Rahman menahan tangan Ratna dan menggenggam tanga Ratna.Ratna melihat kearah Rahman mereka saling bertatapan. Benar saja kali ini dada Ratna rasanya ingin copot Ratna binggung entah apa yang harus dilakukannya.Saat Ratna sibuk dengan keadaannya ternyata Rahman sudah mendekatkan wajah mereka hingga hidung Ratna dan Rahman bertemu. Sontak Ratna menolak dada Rahman seketika Rahman terjengkal kebelakang.
Kamu apa-apaan sih,jangan macam-macam ya(ucap Ratna sambil menutup piponya yang memerah)
__ADS_1
Aduhhh sayang jangan panggil kamu, tadi udah enak kok dengernya.Kenapa diubah lagi. kalau aku mau macem-macemkamu mau apa lagi pula kan kamu udah jadi istriku. Jadi apa salahnya(ucap Rahman menggoda Ratna)
Apaan sih nggak jelas, ya udah lah aku mai kebawah kalau kamu nggak mau makan ya udah(ucap Ratna sambil meninggalakan Ratna)
Tunggu sayang(ucap Rahman)
Mereka sampai dimeja makan. Suasana menghening karna tak ada seorang pun yang memulai pembicaraan. tak lama kemudian Ratna selesai makan lalu pergi meninggalkan Rahman. Ratna naik keatas duduk sebentar lalu masuk kamar mandi dan sholat isya.Rahman yang melihat Ratna begitu ia heran dari semenjak kejadian tadi Ratna seperti memberibatasan pada mereka.
Kamu kenapa sih Rat aku bonggung dengan sikapmu(ucap Rahman membatin)
Tak lama kemudian Rahman selesai makan,Rahman naik keatas. Rahman membuka pintu seketika ia melihat Ratna sudah sholat duluan tanpa nunggu dirinya. Tak lama kemudian Ratna selesai dengan sholatnya, Rahman yang melihat Ratna selesai sholat ia langsung mendekati Ratna.
Rat kamu kenapa nggak nungguin aku?? (tanya Rahman)
Ratna hanya diam saja tanpa melihat wajah Rahman. Ratna naik keatas tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya. Rahman melihat Ratna heran sekali, karna tak biasanya Ratna seperti ini.Rahman tak ingin menghiraukan itu lalu ia pergi masuk kekamar mandi untuk ambil wudhu.Tak lama kemudian Rahman keluar dari kamar mandi dan langsung sholat. Ratna tidak menghiraukannya,Ratna hanya melihat Rahman sholat.Tak lama kemudian Rahman selesai sholat. Rahman menuju lemari mengambil selimut didalamnya. Ratna hanya melihat Rahman namun tak mengatakan sesuatu. Tiba-tiba Rahman membentangkan selimut itu ditepi tempat Ratna tidur. Ratna terkejut namun ia mengacuhkannya.
Rat aku ambil bantalnya ya satu(ucap Rahman)
Yaudah ambil aja(ucap Ratna)
Rahman pun mengambil bantal yang ada disebelah Ratna. Setelah mempersiapkan tempatnya Rahman mengambil leptopnya dan mengerjakan pekerjaannya yang tertunda. Satu materi yang Rahman tak mengetahuinya,Rahman binggung bagaimana caranya menyelesaikan. Ratna yang melihat Rahman kacau akhirnya menawarkan bantuan.
Mau aku bantu?? (tanya Ratna)
Emang kamu bisa?? (tanya Rahman)
__ADS_1
Sini biar aku yang kerjain(ucap Ratna)
Namun Rahman tak mempercayainya, Rahman tak memberika leptopnya pada Ratna. Akhirnya terjadilah tarik menarik.Saat Rahman menarik kuat leptopnya Ratna terjtuh tepat diatas tubuh Rahman.