
Ya hari ini Ratna akan metting, Hari pertama Ratna harus mengegolkan proyek besar pertama kalinya.Ratna bersiap-siap, tak lama kemudian papa Ratna maduk keruangannya.
Nak ayuk kita keruang metting(ucap papa Ratna didepan pintu)
Ok pa... siap bentar Ratna mau Rapi-Rapu, pa hijab Ratna udah Rapi lan?? (ucap Ratna dengan membenarkan jilbabnya)
Udah sayang udah cantik kok anak papa ini(ucap papa Ratna)
Yaudah yuk pa(ucap Ratna dan menghampiri papanya)
Ratna dan papnya bergegas diruang mitting, Ratna masuk diruang mitting terlibat disana ada seseorang yang usianya sama dengan Ratna mengenakan kemeja dengan dasi,sangat Rapi dan wajahnya terlihat bahwa ia bukan orang indonesia. Ratna duduk dikursinya disamping papanya. Mereka masih menunggu seseorang. Tak lama kemudian orang tersebut datang,Ratna terkejut saat melihatnya. Ternyata peria itu tak kalah terkejut saat melihat Ratna.Ratna lalu menunduk tak melihat pria itu. Pria itu duduk tepat didepan Ratna.Ratna tidak melihat kedepan.
Baiklah kita akan memulainya, sebelumnya saya ingin memeperkenalkan diri(ucap pria itu)
Perkenalkan nama saya Alex sanjaya(ucapnya)
Baiklah perkenalkan nama saya Rusli can dan ini tangan kanan saya(ucap Papa Ratna meminta Ratna memperkenalkan dirinya)
Baik lah perkenalkan nama saya Augustin Ratna saya yang akan menjelaskan proyek yang akan perusahaan kami tawarkan pada bapak Alex(ucap Ratna sambil tersenyum manis pada Alex
Baiklah perkenalkan nama saya Rahman yang akan menawarkan proyek kami(ucap Rahman sambil melihat Ratna)
Rahman terus memperhatikan Ratna tanpa sedetikpun melewatkan, Rahman merindukan wajah itu dan suara itu.
Baikalah pak Rahman apa bisa mulai dari anda terlebih dahulu(ucap Alex)
Baiklah saya akn menjelaskannya(ucap Rahman)
Rahman menjelaskan proyek yang akan ditawarkannya, Rahman menjelaskam sedetail mungkin. Tak berapa lama kemudian Rahman selesai menjelaskannya.
Kurang lebih begitu lah yang saya tawarkan, apa saya boleh duduk?? (ucap Rahman sambil melihat pada pak Alex)
Baiklah silahkan pak, selanjutnya Ratna kamu boleh menjelaskan proyekmu(ucap Alex)
Rahman yang mendengat Alex memanggil Ratna hanya dengan nama membuat Rahman menkadi kesal. Rahman memperhatikan Ratna saat menjelaskan tanpa sedetikpun ia memalingkan wajahnya dari Ratna.
Sayang kamu sekarang semakin cantik, aku nggak nyangka kalau kamu bisa menjelaskan semua itu dengan baik. Kalau seperti ini aku bakalan makin cinta dan makin rindu sama kamu(ucap Rahman membatin)
Rahman melihat Ratna sampai ia tersentak melihat Alex yang memperhatikan istrinya dengan senyum yang memiliki arti. Rahman menduga bahwa Alex tertarik kepada Ratna. Tak lam kemudian Ratna selesai menjelaskan semuanya.
Baiklah itu lah proyek yang akan kami tawarkan, jika pak Alex ada pertanyaan silahkan(ucap Ratna)
Baiklah, apa proyek ini anda yang tangani langsung?? (tanya Alex)
Ya saya yang menanganinya langsung paj(ucap Ratna)
Baiklah saya terima kerja sama dengan perusahaan anda, untuk pak Rahman saya minta maaf karna saya belum tertarik dengan proyek anda mungkin lain waktu(ucap Alex)
Rahman melihat Alex sangat kesal, Rahman kesal bukan karna proyeknya yang gagal diteeima tapi karna Alex menatap Ratna seperti ada sesuatu, Bahkan Alex akan terus bersama iatrinya itu.
Hehhh dasar laki-laki licik, dia menerima proyek Ratna hanya karna dia ingin dekat dengan istriku. Tapi tenang saja Ratna masih berstatus istriku(ucap Rahman dengan wajah kesal)
Mereka membubarkan metting itu, Ratna berpamitan untuk keruangnya kembali. Rahman terus menatap Ratna, lalu Rahman ikut untuk keluar. Rahman menyusul Ratna sampai keruangannya. Eahman masuk keruangan Ratna tanpa permisi sama sekali.Ratna terkejut saat Rahman masuk keruangannya, apalagi Rahman langsung mengunci pintu ruang Ratna. Ratna binggung harus berbuat apa karna hanya ada dirinya dan Rahman diruang itu.
Kamu mau apa?? (tanya Eatna sambil memundurkan badannya karna Rahman mendekatinya)
Aku mau kamu(ucap Rahman santi)
Kamu jangan macam-macam ya(ucap Ratna)
Kenapa?? kalau macam-macam sama istri apa salahnya(ucap Rahman)
Hehh mu dur nggak(ucap Ratna)
Nggak aku nggak mau, aku mau nanya sama kamu(ucap Rahman)
Nanya apa, aku mau jawab kalau kamu berhenti maju(ucap Ratna)
__ADS_1
Oke, pertanyaan pertama kenapa kamu pergi tanpa kabar?? (ucap Rahman sambil menaikkan satu jarinya)
Kedua apakah anak kita sudah lahir?? sepertinya sudah karna perut sexsy mu itu sudah ramping kembali(ucap Rahman mengedipkan matanya)
Ketiga kenapa kamu membuat aku merindukan tubuh itu dan aku ingin sekali bertemu anakku(ucap Rahman)
Hehh kamu bilang anakmu, itu bukan anakmu itu anak aku(ucao Ratna)
kenapa aku pergi darimu itu karna aku mau lihat kamu bahagia dengan wanita simpananmu itu dan kamu tidak usah memikirkan aku dan anak ku, kedua kalau anak aku sudah lahir apa urusannya denganmu dan ketiga hehh kamu nggak perlu bertemu anakku karna aku pun tidak akan mengizinkannya(ucap Ratna mendengus kesal)
Ohhh jadi begitu, hemmm lihat saja apa yang akan aku lakuakan nanti(ucap Rahman)
Hemmm kau mengancamku, aku tidak takut kita lihat saja(ucap Ratna)
Sebaiknay kau pergi sebelum aku patahkan tanganmu(ucap Ratna mendengus)
Rahman tersentak dengan perkataan Ratna, Rahman mengecub bibir Ratna dengan cepat lalu pergi meninggalkan Ratna. Saat didepan pintu Ratna.
Terima kasih sayang buat kecupannya(ucap Rahman sambil melihat Ratna)
Hehhh kau kira aku ikhlas memberi itu(ucap Ratna meneriaki Rahman)
Rahman hanya diam saja dan pergi meninggalkan Ratna sambil memegang bibirnya.
Tak apa sayang walau hanya sebentar setidaknya ini bisa mengobati Rasa Rinduku padamu selama ini(ucap Rahman)
Ratna diruangannya masih kesal dengan apa yang dilakukan Rahman padanya.Namun Ratna tak bisa pungkiri bahwa ia pun merindukan bibir suaminya itu.Ratna mencoba menghapus kejadian yang dialaminya tadi namuk ia tidak bisa melupakannya. Akhirnya Ratna minta izin pada papnya untuk pulang dan papa Ratna mengizinkan.Ratna sampai dirumahnya langsung menghampiri anaknya. Ratna melihat putra digendong oleh mamanya.
Sayang anak mama....kangen nggak ni sama mama(ucap Ratna dan langsung mengambil alih gendongannya)
Kok cepet pulangnya Rat?? (tanya mama Ratna)
Ohh Ratna kecapean ma,jadi Ratna putusin buat pulang. lagi pula Ratna kangen banget sama anak mama Ratna yang ganteng ini(ucap Ratna)
Mama Ratna pun pergi meninggalkan Ratna dan anaknya. Tanpa Ratna sadari ternyata Rahman mengikuti,Rahman sudah menebaknya. Rahman melihat mama Ratna yang menyiram tanaman.
Assalamualikum (ucap Rahman)
Iya ma Rahman kangen sama Ratna dan anak Rahman ma,boleh Rahman masuk?? (ucap Rqhman sedikit ragu)
Ya boleh lah, mama tau kamu pasti rindu sama Ratna dan anakmu(ucap mama Ratna)
Silahkan masuk mama mau lanjut siram tanaman ya, Ratna ada didalam kamar(ucap mama Ratna)
Rahmanpun berjalan memasuki Rumah Ratna, Rahman melihat seluruh ruangan tidak ada Ratna,akhirnya Rahman naik keatas untuk kekamar Ratna, Saat Rahman berada didepan pintu Rahman merasakan jantungnya mau copot seperti saat pertama berjumpa dengan Ratna, Rahman tak mengerti.
Bismillah hirrohmanirrohim(ucap Rahman sambil membuka pintu kamar Ratna)
Saat Rahman masuk Ratna terkejut karna Ratna hanya menggunakan handuk yang melilit dibadannya karna ia habis mandi Rambutnya pun masih basah,saat melihat Ratna seperti itu Rahman kesulitan menelan salivanya. Rahman terus memandang Ratna,Rahman rindu sekali dengan istrinya itu.
Kamu apa-apaan sih(ucap Ratna berteriak)
Masuk tu ketok pintu atau ngucapin salam, keluar(ucap Ratna membentak)
Namun Rahman tak bergerak, Rahman terus melihat tubuh Ratna, Tubuh yang ia rindukan. Rahman bergerak maju mendekati Ratna sontak Ratna memundurkan tubuhnya.
Kamu jangan mendekat(ucap Ratna memerintah)
Berhenti Rahman kamu jangan bergerak lagi(ucap Ratna dan Rahman menuruti)
Emang kenapa sayang,mas rindu dengan tubuhmu itu(ucap Rahman)
Apaan sih, aku minta kamu keluar(ucap Ratna)
Kalau mas nggak mau gimana?? mas masih mau menikmati pemandangan mas(ucap Rahman dengan senyumnya)
K E L U A R,aku minta kamu keluar Rahman(ucap Ratna)
__ADS_1
Aku nggak mau, kalau kamu mau aku keluar kita bermain dulu disitu(ucap Rahman dengan matanya mengarah ke tempat tidur)
Nggak aku nggak mau,aku nggak sudi. kamu kalau mau tu sama mantan kamu(ucap Ratna)
Aku nggak mau, aku maunya kamu.Aku mau melahap semua tubuhmu tanpa tersisa karna aku merindukannya(ucap Rahman lalu memajukan langkahnya lagi)
Ratna memundurkan lagi tubuhnya,namu Rahman teris melangkahkan kakinya sampai akhirnya Ratna tersudut didepan pintu kamar mandi. Rahman mencekal pergerakan Ratna dengan kedua tangannya dikanan kiri tubuh Ratna. Ratna tidak bisa kemana-mana Ratna berfikir bagaimana cara untuk lari dari Rahman.
Sayang mas rindu sama kamu dan tubuhmu, mas nggak bisa nahan lagi sayang.Mas udah puasa sampai 10 bulan dan hari ini mas mau menuntaskannya(ucap Rahman)
Aku nggak mau, kamu kalau mau sama mantan kammu saja kamu penuhi semuanya, jangan sama aku(ucap Ratna membentak)
Aku nggak mau, tubuh dia nggak seenak tubuh kamu(ucap Rahman asal-asalan)
Ooo jadi kamu udah pernah merasakan tubuhnya, aku mengerti jadi kamu harus minta sama dia lagi jangan sama aku(ucap Ratna)
Aku nggak mau Ratna,aku tu maunya kamu aku tidak mau wanita lain.Aku merindukanmu, kamu tahi selama kamu pergi aku terus mencarimu tanpa lelah,setiap hari, detik, menit aku selalu memikirkanmu, memikirkan keadaanmu(ucap Rahman lalu terduduk dan memegang kedua kepalanya)
Kesempatan itu digunakan Ratna untuk menghindar dari Rahman, Ratna langsung masuk kekamar mandi dan menguncinya. Ya tadi itu adalah rencana Ratna untuk terlepas dari Rahman dan akhirnya berhasi. Rahman pun mengerti dengan apa yang dilakukan Ratna,Rahman menghampiri pintu kamar mandi.
Aduhhh kenapa kecolongan sih, padahal adikku sudah naik. kamu bodoh Rahman kenapa kami bisa diperdaya, itu cuma akal-akalan Ratna. Kamu gagal Rahman(ucap Rahman)
Ratna yang mendengarkan Rahman tertawa terpingkal-pingkal sampai ia merasakan sakit perutnya.
Sayanggg buka dong(ucap Rahman)
Aku nggak mau(ucap Ratna)
Ayolah apa kamu tidak merindukan aku, aku merindukanmu sayag(ucap Rahman)
Aku tidak merindukanmu(ucap Ratna)
Ayolah sayang aku mohon adikku sudah bangun sayang,adik ku ingin masuk dalam tubuhmu(ucap Rahman menggoda)
Apa-apaan sih, Jangan aneh-aneh deh mending kamu lihat putra mu tu dibox bayi(ucap Ratna)
Rahman pun teringat dengan anaknya, Rahman menghampiri box yang dimaksud Ratna, ya disana terdapat bayi munggil ganteng sekali. Rahman menggendong bayinya dengan perlahan.
Sayang anak papa, papa kangen sama kamu sayang papa belum pernah melihat mu, maaf kan papa ya karna waktu kamu lahir papa tidak ada dan papa belum mengazanimu. jadi hari ini papa azani ya(ucap Rahman berbicara dengan bayinya)
Ratna yang melihat Rahman sibuk dengan putranya lalu mengambil kesempatan, Ratna keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaiannya lalu masuk lagi, Ratna menggunakan pakaiannya. Tak lama kemudian Ratna selesai dan keluar dari kamar mandi. Ratna melihat Rahman mengazani bayinya.
Sayang maaf kan mommy mu ini karna telah memisahkanmu dengan ayahmu,mommy terlalu sakit hati sayang saat melihat papimu bersama wanita itu. Maafkan mommy ya(ucap Ratna membatin)
Ratna menghampiri Rahman dan mengelus bayinya, Putra terlihat sangat anteng saat dengan papinya. Ratna binggung ntah apa yang akan terjadi selanjutnya. Disatu sisi Ratna tidak tega melihat anaknya berkembang tanpa seorang ayah tapi disisi lain Ratna masih sakit hati dengan Rahman. Akhirnya Ratna memutuskan membiarkan Rahman ikut andil dalam perkembangan anaknya.
Sayang sini dengan mama(ucap Ratna sambil mengecup pipi bayinya)
Nggak mau ma, maunya sama papi. tapi kalau mam mau mama cium papi dulu(ucap Rahman dengan suara anak kecil)
Apaan sih siniin,kayaknya Putra mau minum ASI(ucap Ratna mengambil alih)
Nama bayinya Putra ya?? (tanya Rahman)
Iya,kenapa kamu nggak setuju?? tapi aku nggak persuli!!(ucap Ratna sewot)
Ratna mengambil bayinya dan membawanya diatas tempat tidur Ratna, Ratna membelakangi Rahman lalu memberi Asinya. Rahman menghampiri Ratna dan duduk didepan Ratna, Ratna memutarkan tubuhnya.
Kamu apa-apaan sih, jangan ngeliat.Mending kamu keluar deh(ucap Ratna yang masih sibuk memberi ASI pada bayinya)
Aku nggak mau, emangnya kenapa sih kan aku mau lihat bayi kita minum susu kamu banyak apa nggak.Lagian kan aku udah pernah melihatnya bahkan berulang kali(ucap Rahman ditelinga Ratna)
Apaan sih jangan ngebahas itu(ucap Ratna)
Anak ganteng papi susu mama jangan dihabiskan ya,nanti takutnya papi nggak kebagian. papi kan mau juga papi udah rindu(ucap Rahman menggoda Ratna)
Apaan sih,nggak usah macam-macam deh(ucap Ratna)
__ADS_1
Iya iya aku nggak macam-macam, yaudah lah aku mau tidur(ucap Rahman)
Rahman tidur diatas tempat tidur Ratna, Rahman tidur nyanyak sekali. Tak lama kemudian Rahman terbangun, Rahman mengerjap-ngerjapkan matanya melihat sekeliling kamar namun dia tidak menemukan Ratna.Rahman menghampiri box bayinya dan Rahman melihat bayinya yang tidur nyenyak sekali.