Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 33:Ratna memutuskan untuk pergi


__ADS_3

Indah, kamu indahkan(ucap Satria)


Rahman melepaskan dengan kasar, Indah hanya melihat Rahman dengan mata uang penuh arti.


Apa-apaan sih lo, main peluk-peluk aja(ucapRahman kesal)


Nggak usah marah-marah dong sayang, kan sebentar lagi kamu jadi milik aku jadi jangan kasar dong(ucap Indah langsung duduk dikursi)


Hehhh gue nggak sudi jadi suami lo dan itu nggak akan pernah(ucap Rahman)


Jangan gitu sayang kita kan udah bernah tidur bersama(ucap Indah dengan seyum jahatnaya)


Hehhb itu kamu yang memberilan ku ibat tidur, toh aku tidak merasakan apa pun.Dasar wanita jalang, kamu kenapa selalu mengejarku. Kamu udah nggak laku ya makanya kamu ngejar aku dasar wanita tak tahu malu(ucap Rahman menyerang Indah)


Iya aku memang wanita jalang itu semua karna kamu, aku menjadi wanita tak tahu malu itu semua karna kamu.Semenjak kamu meninggalkan aku,aku menjadi gila dan menjadi wanita jalang itu semua karna kamu(ucap Indah)


Hehhh, kamu yang meninggalkan aku,apa kamu nggak ingat ha?? Kamu yang meninggalkan aku saat kita akan bertunangan,kamu lebih memilih laki-laki itu kan sekarang silahkan kamu pergi bersama laki-laki itu(ucap Rahman mengingatkan Indah saat hari pertunangan mereka)


Oke oke aku ngaku saat itu aku yang salah tapi aku udah nyesal,aku mau kita balik lagi kayak dulu. Aku ingin kamu jadi milikku(ucap Indah)


Mereka sibuk bertengkar, sedangkan Satria melihat mereka membahas masa lalu dan semua kesalahan.Disisi lain Ratna curhat pada Sinta dan Sinta mengerti, Sinta mengerti dengan kondisi Ratna lalu Sinta menyarankan untuk berbicara baik-baik. Sinta menghubungi Satria dan menanyakan keberadaan Rahman. Ratna dan Sinta menyusul Rahman dan Satria di cafe X yang tidak jauh dari taman kampusnya itu.Ratna dan Sinta pun sampai du cafe itu, saat Ratna memasuki pintu utama cafe itu Ratna terkejut melihat Rahman dan wanita itu berciuman tepat didepan matanya, Sinta yanh melihat itu pun sedih melihat temannya. Ratna langsung berlari lalu disusul oleh Sinta. Rahman menyadarinya karna Sinta memanggil nama Ratna.


Lepaskan(ucap Rahman)


Ini karna kamu, lihat istriku jadi salah paham. Jika terjadi sesuatu pada istriku lihat saja aku akan membuatmu hancur(ucap Rahman mengancam)


Aku sengaja melakukan itu karna aku ingin kamu menjadi milikku dan berpisah dengan wanita itu(ucap Indah tanpa rasa bersalah)


Hehh dasar wanita tidak tahu diri dan tidak tahu malu(ucap Rahman)


Rahman pergi meninggalkan Indah dan langsung mengejar Ratna, Rahman menyetir mobilnya mencari Ratna.Rahman binggung harus bagaimana, Disisi lain Ratna terus berlari dengan susahnya karna perutnya yang besar,Sinta terus mengejarnya. Gerakan Ratna terhenti saat Ratna merasakan perutnya sakit sekali, Sinta melihat Ratna seperti itu lanhsung mempercepat langkahnya.


Rat kamu kenapa?? (ucap Sinta)

__ADS_1


Sin perut aku sakit kayaknya mau melahirkan deh(ucap Ratna dengan susah payah)


Hahh rltapi kan kamu bilang beberapa hari lagi Rat, kok mau sekarang sih(ucap Sinta binggung)


Aku nggak tau Sin aku mohon baea aku kerumah sakit perut aku udah sakit banget Sin. aww sakit... aww(ucap Ratna menahan sakit diperutnya)


Ok ok, bentar aku cari taksi(ucap Sinta)


Untung saja taksi ada yang lewat, Sinta mengehentikan taksi itu dan meminta bantuan sopir untuk membawa Ratna masuk kedalam mobil. Ratna dimasukkan kedalam mobil Sinta duduk disebelah Ratna sambil memegang tangan Ratna.


Rat aku telfon Rahman ya?? (ucap Sinta)


Nggak aku nggak mau Sin, biarkan aku melahirkan anak ini sendiri. Aku tidak mau anak ini tahu bahwa papanya menghianati mommynya(ucap Ratna)


Tapikan dia suami kamu jadi dia berhak tau Rat(ucap Sinta membujuk)


Nhgak Sin, aku mohon sekali kamu jangan memberitahu pada mas Rahman, aku nggak mau melihat wajah laki-laki itu(ucap Ratna)


Baiklah(ucap Sinta dengan mengangguk kepalahnya, Sinta sangat tahu betapa sakitnya hati Ratna saat melihat suaminya dengan wanita lain)


Baiklah non(ucap supir itu)


Tak lama kemudian Ratna dan Sinta sampai dirumah sakit,Ratna dibawa keruang bersalin dan langsung ditangani oleh Dokter. Dokter melihat kondisi Ratna.


Alhamdulillah,untung saja air ketubannya belum pecah jadi bosa secara normal(ucap Dokter berbicara pada perawat)


Aduh sakit dok,aw...sakit sekali dok(ucap Ratna meringis kesakitan)


Sebentar buk kita tunggu ketubannya pecah dulu bu(ucap Dokter)


Tak lama kemudian ketubannya pun pecah lalu Domter mengambil tindakan,Dokter mbantu Ratna.Sedangkan Sinta hanya melihat temannya yang sesang bertaruh nyawa untuk melahirkan anaknya. Sinta binggung karna tidak memberitahu Rahman bahwa Ratna melahirkan, namun Sinta tidak bosa berbuat banyak karna temannya itu tidak mengizinkan. Tak lama kemudian suara tangisan bayi pecah dari ruangan. Ratna mengatur nafasnya dan melihat anaknya dibawa suster dan langsung tak sadarkan diri. Sinta bersyukur karna Ratna melahirlan dengan selamat,Dokter keluar dari Ruangan itu.


Dok gimana dengan teman saya?? (tanya Sinta)

__ADS_1


Alhamdulillah bu Sinta tidak apa-apa l, bayinya juga selamat dan bu Sinta juga baik-baik saja(ucap Dokter)


Syukurlah, terima lasih ya dok(ucap Sinta)


Dokter pergi dan meninggalkan Sinta,Sinta masuk kedalam ruang bersalin dan melihat Ratna. Tampak jelas wajah bahagia Ratna saat melihat bayinya yang dibawa oleh suster kearahnya. Suster memberikan bayinya pada Ratna. Ratna tersenyum bahagia,Sinta pun ikut bahagia saat melihat yemannya itu bahagia.


Rat kamu beneran nggak mau ngasi tau Rahman?? (ucap Sinta)


Nggak,Please Sin jangan memaksakan aku untuk menjauh darimu. Aku tidak mau bertemu Rahman lagi, aku ingin hidup bersama anakku hanya berdua dan aku akan mencapai cita-citaku(ucap Ratna)


Baiklah Rat, aku akan merahasiakan ini.Tapi Rat sampai kapan(ucap Ratna)


Selamanya Sinta, Selamanya(ucap Ratna)


Oke sip, jadi kamu setelah keluar dari rumah sakit mau kemana?? (ucap Sinta)


Aku belum tau Sin, tapi satu hal yang aku minta sama kamu jangan beritahu siapapun bajwa aku sudah melahirkan termasuk Rahman(ucap Ratna)


Sinta mengerti dengan apa yang dimaksud Ratna.Beberpa minggu kemudian Ratna bisa keluar dari rumah sakit, Ratna melihat bayinya dengan sayu.


Maafkan mommy nak, mommy egois karna tidak memberimu bertemu dengan ayahmu(ucap Ratna)


Saat Ratna sibuk mengemas barangnya tiba-tiba Sinta masuk mengejutkan Ratna.


Rat kamu mau kemana?? (ucap Sinta)


Aku bakalan pergi jauh dan kamu Sin jangan bilang apa-apa,lalu kamu jangan memberitahukan kepada siapapun janjiii(ucap Ratna sambil menegakkan jari kelingking)


Baiklah Rat,janjiii(ucap Sinta dan membalas dengan jari kelingking)


Ratna keluar dari rumah sakit lalu diantar Sinta, Ratna tidak memberi izin Sinta untuk mengikutinya. Ratna pergi menaiki taksi. Ratna menelususri jalan itu. Disisi lain Rahman masih stres mencari Ratna, sudah beberapa minggu ini Rahman mencari Ratna namun tak kunjung datang. Rahman memikirkan keadaan Ratna dan bayinya. Rahman tahu bahwa sinta pasti sudah melahirkan tapi Rahman tak tau dimana keberadaan Ratna.


Ratna kamu kemanasih?? aku bisa gila jika benar-benar kehilanganmu Rat, aku tau sekarang pasti kami sudah melahirkan. Rat siapa yang akan mengazani anak kita Rat, Rat aku minta maaf karna tidak berbicara jujur padamu. Rat aku mencintaimu(ucap Rahman dengan menitikkan air matanaya)

__ADS_1


Mas rindu padamu Rat, mas tak mau kehilanganmu apalagi anak kita Rat. Rat tolong jangan perlakukan mas seperti ini(ucap Rahman sambil mengusap kasar wajahnya)


Ratna sampai ditujuannya, Ratna berhenti didepan sebuah rumah dengan pagar besar.Ratna melihat rumah itu,rumah itu tidak ada yang berubah saat terakhir kali Ratna disitu. Rumah itu masih dengan taman yang besar dan banyak tanaman, Ratna berdiri didepan pintu pagar.Ratna melihat didalam sekita rumah, tampak seorang wanita yang tidak terlihat tua sedang menyiram tanaman.


__ADS_2