
Sat lo jangan macam-macam, lihat tu mata Sinta udah kayak mau keluar(ucap Ratna)
Parah lo Sat nggak ngenalin temen lo sendiri(ucap Rahman)
Ini serius lo Rahman??(ucap Satria)
Iya ini gue(ucap Rahman)
Sontak Satria dan Sinta pun tertawa terbahak-bahak, mereka tidak menyangka Seorang CEO yang dingin dikantor bisa seperti ini demi mendapatkan maaf dari istrinya.
Bro lo kesambet apa bisa berubah begini?? (ucap Satria meledek)
Nggak gue nggak kesambet apa-apa, cuman mau buat istri seneng aja. Eh lo harus bantu gue ni jelasin ke Ratna kejadian waktu itu(ucap Rahman)
Ok,sipp(ucap Satria)
Sat jelasin sama Ratna seditail mungkin(ucap Rahman lagi)
Rat ini gue jelasin ya, kejadian waktu itu semua salah paham. Indah tu aja yang masih tergila-gila sama Rahman,kemaren itu dia sengaja gituin Rahman biar lo sama Rahman berantem(ucap Satria menjelaskan)
Yaudah gue percaya(ucap Ratna)
Eh Rat lihat dong baby lo(ucap Sinta)
Biar gue gendong ya mana tau ketularan nanti, gue pengen banget punya baby tapi belum dikasi aja sama allah(ucap Sinta)
Ratna mengulurkan babynya ke Sinta, mereka berbincang-bincang. Cukup lama mereka berbincang akhirnya mereka selesai dan pulang kerumah masing-masing. Rahman dan Ratna tiba dirumahnya. Ratna langsung masuk kekamar membawa babynya lalu disusul Rahman.Rahman langsung membersihkan wajahnya. Akhirnya eajah tampan itu kembali lagi.
Akhirnya sampek juga,udah gerah ni(ucap Rahman sambil membuka pakaiannya)
__ADS_1
Kamu mau ngapain mas?? (ucap Ratna)
Mau nanggalin baju lah gerah tau nggak sayang(ucap Rahman)
Nggak-nggak,mending mas ganti dikamar mandi deh jangan disini(ucap Ratna)
Memangnya kenapa sayang??kamu kan udah berulang kali ngelihat tubuh mas(ucap Rahman lalu menyusul Ratna di box babynya)
Mas-mas jangan maju deh, mas disitu aja(ucap Ratna gemetar)
Ayolah sayang mas mau tagih janji kamu,kita main mulai dari sekarang(ucap Rahman)
Nggak, Ratna mau mandi dulu(ucap Ratna)
Nggak usah lagi sayang kita langsung aja(ucap Rahman)
Yaudah deh kalau kamu nggak mau(ucap Rahman dengan wajah sedihnya lalu duduk disofa)
Ratna tau bahwa Rahman marah padanya namun baginya itu cuman tak tik Rahman. Ratna masuk kekamar mandi, dikamar mandi Ratna berendam untuk memdinginkan tubuhnya. Ratna bimbang kalau Rahman serius sedih karna dirinya menolak.
Mas Rahman beneran marah nggak ya(ucap Ratna)
Yaudah deh palingan cuman tak tiknya aja(ucap Ratna)
Tak lama kemudian Ratna selesai mandi,saat keluar Ratna tidai menemukan Rahman sama sekali. Lalu Ratna keluar dari kamar mencari Rahman. Ratna keluar hanya dengan handuknya yang melilit tubuhnya saja, untung saja dirumah tidak ada orang karna semua pembantu diliburkan dan mama papa Ratna pergi luar negri jadi Ratna bisa bebas keluar hanya dengan handuknya. Ratna mencari Rahman diseluruh ruangan namun tak ditemukannya. Lalu Ratna pergi kesatu Ruangan yaitu Ruang kerja Rahman,benar saja Rahman memang ada disana. Ratna perlahan mendekati Rahman namun Rahman hanya diam dan tak melihat Ratna. Ratna binggung karna Rahman beneran marah padanya, akhirnya Ratna berfikir untuk menggoda Rahman. Ratna berjalan perlahan mendekati Rahman, Ratna berdiri disamping kursi Rahman, Ratna mengarahkan wajah Rahman ke arahnya. Namun Rahman tidak mau dan tetap fokus pada leptopnya. Akhirnya Ratna naik untuk duduk dipangkuan Rahman, betapa terkejutnya Rahman saat melihat tingkah istrinya.Rahman kesulitan menelan salivanya karna melihat Ratna begitu sexsy dengan hanya dibaluti selimut dan Rambut yang masih basah juga bibir tipis nan seksy.
Mas, mas marah ya sama Ratna(ucap Ratna ditepi telinga Rahman dengan lembut)
Rahman tidak menjawabnya sama sekali.Ratna binggung,lalu Ratna menggoyangkan bokongnya yang menempel pada Rahman sambil menggigit bibir bawahnya.Rahman yang melihat Ratna seperti itu kini gairahnya naik, namun ia berusaha menahannya karna masih marah dengan istrinya.Ratna terus menggoyangkan pinggulnya dan mengelus wajah Rahman dengan jarinya.
__ADS_1
Mas serius ni marah sama Ratna, nggak nyesel ni(ucap Ratna menggoda Rahman dengan nada lembut)
Sayang kamu jangan bangunin sunga tidur, nanti kalau udah bangun kelahap habis baru tahu(ucap Rahman mencoba menghentikan aksi Ratna)
Namun Ratna tak mau berhenti, Ratna sudah merasakan ada yang bangun dibawah sana.Sepertinya minta untuk dilepaskan.
Mas adik mas bangun tu(ucap Ratna sambil menggigit bibir bawahnya)
Tanpa basa-basi Rahman melahap bibir Rayna dengan sangat lembut, Rahman tidak bisa menahannya lagi.
Sayang kamu udah bangunin singa tidur jadi kamu wajib tanggung jawab(ucap Rahman disela ciumannya)
Nggak mau(ucap Ratna dan langsung berdiri lalu pergi kekamarnya)
Jadi kamu mau mainin mas, lihat saja(ucap Rahman lalu menyusul Ratna)
Sayang kamu harus tanggung jawab, ini bangun gimana ni(ucap Rahman berjalan mendekati Ratna)
Nggak mau, kalau mas mau tangkap Ratna dulu(ucap Ratna lalu berlari kekamar tamu)
Ooo gitu ya lihat saja kamu ya berani bangunin singa tidur, mas makan kamu sampai habis nanti sayang(ucap Rahman lalu mengejar Ratna ke kamar tamu)
Rahman mengejar Ratna mencoba menangkap Ratna, saat Ratna berlari.Ratna tersandung,Rahman ingin menangkap rangan Ratna namun tidak tepat malah handuk Ratna yang tertarik. Akhirnya terbukalah balutan handuk yang menyelimuti tubuh Ratna. Rahman yang melihat istrinya seperti itu kesulita untuk menelan salivanya dan kini adiknya berdiri dengan kokoh kembali. Rahman langsung mengunci pintu.Rahman mendekati Ratna lalu diciumnya setiap inci tubuhmu h Ratna,Ratna yang menerima perlakuan itu hanya bisa mendesah nikmat.
Ahhhh, masss ahhh(ucap Ratna)
Rahman yang mensengar Ratna mendesah gairahnya makin memuncak.Malam itu menjadi saksi mereka bergulat. Ratna menepati janjinya,ntah apa yang akan terjadi esok harinya.
TAMAT
__ADS_1