
Ngak papa lah mas lagi mau makan itu kok dari pada mas nggak makan nanti(ucap Rahman sambil duduk dikursi kosong)
Terserah mas aja deh(ucap Ratna sambil ikut duduk dikursi kosong sebelah Rahman)
Ratna dan Rahman pun makan Rujak dipinggiran jalan,yang biasanya nggak pernah Rahman makan disitu. Namun semenjak Rahman kenal dengan Ratna ia mulai belajar"orang kaya tidak seharusnya makan direstauran tapi coba aja dulu makan dipinggirin jalan ada sensasi tersendiri, lagi pula murah dan soal kebersihan ya jelas mereka juga menjaga kebersihan seperti di restauran" Rahman sekarang sudah terbiasa dengan makanan dipinggiran jalan,saat mereka asyik makan, tiba-tiba seorang wanita menghampiri Rahman dan Ratna.Rahman terkejut saat melihat wanita itu,Rahman binggung harus berkata apa pada Ratna,karna wanita iti adalah mantan tunangannya Rahman indah.Rahman belum menceritakan tentang indah pada Ratna, karna persoalan yanh membuat Rahman hampir kehilangan Ratna.
Ehhh...Rahman sejak kapan selara lo turun jadi miskin(ucap Indah)
Seterah saya lah kan yang makan saya,yang ngeluarin uang saya kenapa anda yang sewot(ucap Rahman)
Bukan sewot sih tapi sepengingat gue ya lu dulu waktu sama gue makannya direstauran mahal eh... kenapa sekarang lu makan dipinggirin jalan kayak gini. Oooo gue ngerti istri lo nggak semahal gue ya makanya lo bawa makan dipinggir jalan(ucap Ratna sambil tertawa)
Ehhh jaga omongan lo ya, emang apa urusannya sama lo sih.Ingat ya itu dulu karna dulu gue bodoh udah memilih lo(ucap Rahman ketus)
Ratna binggung melihat mereka bersua yang adu cekcok. Ratna tak mengerti dengan apa yang mereka bincangkan makanya Ratna hanya diam saja.
Ini cewek siapa ya... eh iya aku inget foto kemaren itu kan ino ceweknya. Yaudah deh nanti tanya aja sama mas Rahman(ucap Ratna membatin)
Yaudah lah orang kaya mau makan direstauran mahal, orang miskin disini aja ya(ucap Indah meledak dan langsung pergi)
Hehh dasar, sayang kamu nggak kenapa-napakan?? (ucap Rahman)
Nggak kok mas,Ratna nggak apa-apa(ucap Ratna sambil tersenyum tipis)
Beneran ni nggak apa-apa?? (ucap Rahman)
Iya mas nggak apa-apa, sekarang mas mau makan apa?? (ucap Ratna)
Nggak ada(ucap Rahman)
__ADS_1
Jadi kita kemana lagi ni?? (tanya Ratna)
Hmmm muter-muter aja dulu(ucap Rahman)
Rahman dan Ratna kembali lagi kemobil setelah makan Rukak, Rahman membawa pelan mobilnya Ratna melihat kearah kiri. Ratna masih kepikitan dengan wanita yang ditemuinya tadi wanita itu memang wanita yang ada difoto yang dikirim pada Ratna, Ratna terus berfikir siapakah eanita itu. Ratna ingin bertanya pada Rahman namun Ratna takut nanti Rahman bakalan marah padanya,akhirnya Ratna memberanikan diri.
Mas Ratna mau nanya boleh(ucap Ratna)
Ya boleh dong sayang(ucap Rahman)
Mas eanita yang tadi itu siapa ya?? kok kayaknya kenal banget sama mas(ucap Ratna)
Ooo itu cuman temen masa kecil mas(ucap Rahman membohongi Ratna)
Ooo giti ya, tapi mas perempuan itu mirip banget dengan foto yang ada dihp Ratna.Apakah perempuan itu yang tidur bersama mas?? (ucap Ratna Polos)
Stop Ratna mas nggak mau bahas itu lagi, mas kan udah bilang dia oyu bukan siapa-siapa(ucap Rahman dengan nada tinggi dan muka marah)
Mas Ratna tidak tahu isi hati mas, tapi Ratna percaya bahwa mas mencintai Ratna. Ratna binggung mas,mau percaya dengan cinta mas atau tidak.Ratna berfikir saat Ratna bertanya soal wanita itu kenapa mas marah,apakah mas dan wanita itu ada hubungan kalau ada kenapa mas nggak pernah cerita mas, kenapa mas nggak mau jujur sama Ratna.Wanita itu juga wanita yang ada difoto itu, sebenarnya apa yang mas sembunyikan dari Ratna mas(ucap Ratna sambil meneteskan air mata)
Rahman yang mendengar Ratna berkata seperti itu merasa terpukul, Rahman tak tega melihat Ratna seperti itu.Perlahan Rahman mendekati Ratna dan langsung memeluknya dari belakang, namun Ratna melepaskan pelukan Rahman dan langsung berlari turun kebawah.Rahman terkejut dengan reaksi Ratna yang menghindari pelukannya dan lari.
Rat kamu marah banget ya sama mas, maafkan mas Rat karna tadi sudah bentak kamu(ucap Rahman dalam hatinya)
Ratna turun langsung menghampiri bi narti yang sedang memasak.
Bi.... (ucap Ratna dan langsung memeluk bi narti)
Non kenapa?? ada masalah sama den Rahman??(ucap bibi sambil membalas pelukan Ratna)
__ADS_1
Ratna boleh nanya nggak bi?? (ucap Ratna sambil melihat bi narti)
Iya non,non mau tanya apa?? (ucap bibi)
Bi misalkan suami kita merahasiakan sesuatu jadi kita merasa janggal lalu kita tanya, setelah kita tanya suami kita menjawab namun kita belum percaya lalu kita tanya lagi setelah itu suami kita ngebentak kita itu siapa yang salah ya bik??kita atau suami?? (ucap Ratna sambil perlahan duduk)
Menurut bibi nggak ada yang salah(ucap bi narti santai)
Kok nggak ada yang salah sih bi?? (ucap Ratna)
Karna itu kan wajar non, jika seorang istri ingin tahu tentang suami itukan wajar tapi jika suami tidak mau menceritakan mungkin ada penyebabnya jadi seorang istri tidak boleh memaksakannya(ucap bi narti menjelaskan)
Ooo gitu ya bi,Ratna sekarang mengerti(ucap Ratna)
Jadi non bener berantem sama den Rahman?? (ucap bibi)
Iya bi, habisnya Ratna kesel bi. Kan Ratna nanya baik-baik eh malah dibentak sama mas Rahman(ucap Ratna)
Nggak bagus lo non marahan sama non Rahman, kasihan sama dedek bayinya nanti nggak ada perhatian dari papanya(ucap bi narti)
Iya bi nanti Ratna coba deh hilangin kesel Ratna ke mas Rahman, tapi Ratna nggak janji ya(ucap Ratna)
Hmmm non ini ada-ada aja deh(ucap bi narti)
Yaudah bi makasih ya buat sarannya,Ratna mau pergi dulu ya bi jalan-jalan. Nanti kalau mas Rahman tanya bilang aja nggak tau Ratna mohon ya bi, Ratna mau lihat gimana reaksi mas Rahman saat istrinya
lagi(ucap Ratna dengan senyum jahilnya)
Dada bibi Ratna pamit dulu Assalamualaikum bi(ucap Ratna lagi dan bergegas keluar rumah)
__ADS_1
Iya non Waalaikumsallam(ucap bi narti sambil melanjutkan pekerjaannya)
Ada-ada aja non Ratna(ucap binarti lagi)