
Pemotret itu menunjukkan sesuatu pada Rahman. Ya ternyata hasilnya luar biasa, Rahman tak menduga apa yang dikatakannya pada Ratna berhasil membuat foto itu terlihat Romantis.Rahman pun meminta pemotret itu untuk menyesuaikan dengan undangannya.Rahman langsung mengejar Ratna, sasampainya diparkir Rahman melihat Ratna sudah berada di dalam mobil.Rahman langsung masuk kedalam mobil kemudian duduk disebelah Ratna,saat Rahman akan mengatakan sesuatu Ratna bergerak dari tempat duduknya lalu membuka pintu mobil dan Ratna menuju tempat duduk belakang.Saat ini posisi Rahman di depan Ratna,Rahman seperti sopir saat itu.Rahman yang melihat wajah Ratna pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Suasana dimobil hening tanpa ada suara.Rahman terus. melihat kaca mobil depan untuk melihat Ratna, Ratna yang berada dibelakang hanya memejamkan matanya. Rahman pun memberanikan diri untuk bertanya.
Rat...kamu serius marah sama aku?? (ucap Ratna)
Diam jangan berisik, berani kamu bicara aku patahkan nanti tanganmu(ucap Ratna dengan lantang)
Rahman pun terdiam saat mendengar apa yang dikatakan Ratna, Rahman teringat saat Ratna menghabisinya dipertandingan.Rahman pun langsung mempercepat kelajuan mobilnya,sesampainya dirumah Ratna langsung turun dari mobil dan meninggalkan Rahman yang masih memarkirkan mobilnya. Ratna masuk kedalam rumah menyalami papanya dan papa Rahman lalu langsung menaiki tangga menuju kamarnya. Papa Ratna kebingungan melihat putri kesayanggannya yang bersifat begitu,tak biasanya Ratna begitu.Tak lama kemudian Rahman pun masuk dan langsung menuju ruang tamu kemudian menyalami papanya dan papa Ratna.Papa Rahman pun bertanya apa yang terjadi.
Rahman...Ratna kenapa?? (tanya papa Rahman)
Kesalahan kecil aja pa tadi waktu pemotretan(ucap Rahman)
Oooo, masalahnya nggak besarkan?? (tanya papa Ratna)
Nggak kok om tadikan kita pemotretan jadi pemotretnya nyuruh Ratna meluk Rahman,awalnya Ratna nggak mau jadi Rahman ancam aduin ke om. Eh ternyata Ratna menurut, jadi gitu deh(ucap Rahman menjelaskan)
Pantesan Ratna marah, kan Ratna kalau belum mahramnya dia nggak mau(ucap papa Ratna)
Iya om Rahman ngaku memang Rahman yang salah, tapi nggak papa kan om toh bentar lagi kok om(ucap Rahman)
Iya deh oom maklumin,Rahman udah nggak sabar ni ya(ucap mama Ratna yang datang dengan membawa segelas minuman)
Ehh tante nggak gitu kok(ucap Rahman)
Waktupun berlalu,hari pun berganti akhirnya hari pernikahan mereka tiba,setelah mereka melakukan pertunangan lalu hari yang ditunggupun hadir. Hari dimana janji akan di ucapkan,hidup untuk saling bersama akan terikat dihari ini.
Ma...Ratna belum siap(ucap Ratna)
Kenapa belum siap,mama lihat kamu waktu sesi pertunangan biasa aja(ucap mama Ratna)
Hemm,ma Ratna mau cerita sesuatu yg selama ini Ratna sembunyiin dari mama(ucap Ratna sambil menundukkan kepalanya)
Cerita apa, cerita aja sekarang mama bakalan dengerin dengan baik kok(ucap mama Ratna sambil mengangkat wajah anaknya)
Sebenarnya ma aladan Ratna mau nerima pertunangan dan pernikahan ini karna Ratna merasa bersalah atas apa yang Ratna lakukan pada Rahman(ucap Ratna)
Memangnya kamu melakukan apa kerahman?? (tanya mama)
Gini ma kan 3 minggu yang lalu Ratna kan mengikuti pertandingan pencak silat,jadi ternyata Rahman ikut juga ma, yang Ratna nggak nyangka itu Rahman bisa masuk final dan jumpa sama Ratna dibabak final.Ratna dan Rahman pun berlawan sampai akhirnya Rahman nggak sengaja mutusin gelang pemberian mama dan papa. Ratna emosi akhirnya Ratna keluarin jurus Rahasia Ratna sama Sinta, eh kena oas diperit Rahman dan akhirnya Rahman dilarikan kerumah sakit lalu dibawa kejerman sampai berbulan-bulan. Jadi gitu ma(ucap Ratna menceritakan)
Oo.. mama paham jadi cewek yang buat Rahman sampai masuk rumah sakit itu kamu?? pantesan om Randi cerita tentang itu tapi om Randi nggak bilang kalau itu kamu. Karna Rahman bilang dia nggak kenal sama kamu(ucap mama Ratna)
Nggak kenal?? Rahman udah kenal Ratna kok sebelum pertandingan itu(ucap Ratna sambil memasang wajah binggung)
Mama paham berarti Rahman mau melindungi nama kamu. Rahman nggak mau kamu kena masalah, lagian mama lihat kayaknya Rahman sayang dan cinta sama kamu(ucap mama Ratna sambil memegang tangan Ratna)
Tapi ma!!(ucap Ratna terhenti)
Tapi kenapa?? kamu nggak ada rasa sama Rahman, kalau kamu nggak ada rasa sama Rahman jangan kamu lanjutkan pernikahan ini sayang, mama takut nanti jadi beban buat kamu(ucap mama Ratna)
__ADS_1
Nggak ma...Ratna udah buat keputusan ini jadi Ratna harus menjalankannya,lagian nanti kalau dibatalkan papa sama mamakan malu begitu juga keluarga Rahman(ucap Ratna)
Kamu serius mau tetap lanjutkan ini(ucap mama Ratna)
Iya ma... Ratna serius,Ratna akan coba belajar mencintai Rahman(ucap Ratna sambil membuat senyum dibibirnya)
Ya udah sekarang waktunya kamu didandan ya, bentar mama panggilkan pengandamnya(ucap mama sambil berjalan keluar kamar)
Beberapa waktu kemudian Ratna pun selesai didandani begitu juga Rahman sudah siap. Rahman menunggu Ratna dimeja ijab kabul.
Baik pak dimana mempelai wanitanya?? (tanya penghulu)
Sebentar pak(ucap papa Ratna)
Tak lama kemudian Ratna keluar dengan ditemani mamnya dan mama Rahman, seketika mata tertuju pada Ratna, Rahman yang melihat Ratna pun pangling.Rahman tak menyangka bahwa calon istrinya itu bosa secantik itu. Terdengar dikanan kiri sepanjang Ratna berjalan bisik-bisik para tamu undangan yang mengagumi Ratna saat itu. Ratna hanya menundukkan kepalanya,Tak lama kemudian Ratna sampai dan duduk disamping Rahman, Rahman masih terus menatap Ratna dengan lekat sampai akhirnya penghulu menyadarkan Rahman.
Baik pak Rahman apakah anda sudah siap?? (tanya penghulu)
Rahmanpun tersadar kemudian memindahkan pandangannye ke pak penghulu.
Siap pak(ucap Rahman dengan pantang)
Baiklah silahkan bapak jabat tangan wali dari mempelai wanita(ucap penghulu mengarahkan kepapa Ratna)
Baiklah nak Rahman dengarkan ucapan saya dan ulangi setelah saya selesai mengatakannya(ucap papa Ratna)
Baik(ucap Rahman sambil menjabat tangan Papa Ratna)
Saya terima nikahnya Augustin Ratna Can dengan mas kawin cincin dan Rumah beserta seperangkat alat sholat dibayar tunai(ucap Rahman dengan lantangnya)
Sahhhhh(ucap penghulu)
Sahhhh(ucap para wali dan lainnya)
Akhornya Ratna dan Rahman pun sah menjadi suami istri. Ratna pun mencium tangan Rahman dan Rahman mencium kening Ratna. Lalu mereka berjalan kepelaminan.Selama acara berlangsung mata Rahman tak bisa berpindah dari istrinya itu, matanya terus tertuju pada Ratna. Ratna menyadari kelakuan Rahman namun Ratna tak menghiraukannya. Saat Rahman sibuk melihat istrinya itu tiba-tiba Satria datang dan mengejutkan Rahman.
Heyy bro(ucap Satria)
Eh Satria kemana aja(ucap Rahman)
Nggak kemana-mana, cieee akhirnya temen gue nikah juga niii!! nggak nyangka ya akhirnya lu dapet Ratna(ucap Satria)
Apaan sih, eh ya gimana sama Sinta dapat nggak(ucap Ratna)
Dapet dong bentar ya gue panggilin sekalian Sinta mau ngasi serprice buat Ratna(ucap Satria)
Sayang...(ucap Rahman memanggil Sinta)
Sinta pun menghampiri Ratna dan Rahman, Sinta langsung memeluk Ratna, betapa terkejutnya Ratna saat melihat Sinta datang keacara pernikahannya, karna Sinta bilang dia nggak bisa hadir karna ikut orang tuanya ke bandung.
__ADS_1
Ratnaaaaaa(ucap Sinta langsunh memeluk temannya itu)
Sintaaa.... kamu bilang nggak bisa dateng, ini kok kamu bisa sih kamu ngerjain aku ya(ucap Ratna sambil memeluk temannya itu dan tanpa sadar air matanya menetes)
Ihh Ratna jangan nangis dong,aku mau ngasi kamu kejutan makanya itu aku bilang kayak gitu(ucap Sinta sambil menghapus air mata Ratna)
Kamu Sinnn.... kamu tau nggak kalau saat kayak gini aku butuh kamu banget tau nggak(ucap Ratna)
Iya deh aku minta maaf(ini hadiah buat kamu sama Rahman dari aku dan Satria)
Satria?? kamu ada hubungan apa sama Satria?? (tanya Ratna)
Tiba-tiba
Aku sama Sinta udah tunangan Rat(ucap Rahman memotong)
Kamu serius Sin??? kok bisa?? (tanya Ratna lagi)
Iya aku serius,bisa lah mungkin kita jodoh. sama kayak kamu dan Rahman(ucap Sinta menggoda Ratna)
Apaan sih Sin(ucap Ratna)
kenapa?? kan bener yang dibilang sama Sinta kalau kita jodoh(ucap Rahman sambil merangkul pundak Ratna)
Apaan sih(ucap Ratna sambil melepaskan rangkulan Rahman)
Eh iya Sin kamu belum makankan?? gimana kalau kita makan bareng (ucao Ratna)
Nggak deh aku makan sama Satria aja, kita mau romantisan,iyakan Sat?? mending kamu makan yang romantis sama Rahman(ucap Sinta)
Iya tu Rat,mending kamu makan yang romantis sama suami kamu ini(ucap Rahman sambil melirik Rahman)
Yaudah kita pamit dulu ya Rat, kesana mau makan romantis(ucap Sinta)
Yaudah deh,makan yang banyak ya sahabat aku paling cantik(ucap Ratna)
Sinta dan Satriapun pergi, sekarang tinggal Ratna dan Rahman lagi.Suasana menghening setelah Sinta dan Satria pergi, tiba-tiba
Rat.... makan yuk??aku laper ni!! (ucap Rahman)
Nggak, makan aja sendiri ngapain ngajak saya, kan kamu punya tangan,punya mulut jadi makan aja sendiri(ucap Ratna)
Ohhhh, jadi ceritanya ni seorang istri nggak mau melayani dan menemani suaminya makan(ucap Rahman menggoda Ratna)
Apaan sih nggak jelas(ucap Ratna)
Ok, kalau kamu nggak mau aku bakalan aduin ini ke papa kamu(ucap Rahman mengancam)
Apaan sih,ngancam aja terus(ucap Ratna dengan kesal)
__ADS_1
Bukannya ngancam sih cuman mengingatkan(ucap Rahman)