
Galak banget sih aku punya istri,kayak macan.Tapi lihat saja macan itu akan aku jinakkan(batin Rahman sambil menyungging senyumnya)
Tak lama kemudian Rahman keluar dari kamar mandi. Rahman mendekati Ratna,lalu Ratna memasangkan jas dan dasi Rahman. Setelah beberapa waktu kemudian Ratna selesai membantu Rahman.
Sudahhh(ucap Ratna)
Sudah ni,terima kasih(ucap Rahman)
Sama-sama,yaudah yuk aku antar sampai depan pintu(ucap Ratna)
Ayuk(ucap Rahman)
Lalu Rahman dan Ratna pun keluar dari kamar dan menuju keluar rumah.Ratna mengantar Rahman sampai kedepan pintu.Ratna memberikan tas kantor Rahman lalu mencium tangan Rahman.
Ratna...kamu nggak mau aku cium keningnya?? (tanya Rahman)
Berani kamu macam-macam,sini aku tonjok tu bibir(ucap Ratna sambil membalikkan badannya)
Nggak-nggak bercanda doang kok(ucap Rahman dengan nada sedikit kuat)
Yaudah aku berangkat dulu ya istriku yang galak,Assalamualikum(ucap Rahman)
Waalaikumsallam(ucap Ratna)
Rahman masuk kemobilnya, lalu Ratnapun masuk kedalam rumah.Ratna masuk dan membantu bibi mengerjakan pekerjaan rumah.
Bi sini biar Ratna bantuin(ucap Ratna)
Nggak non nggak usah bibi bisa kok, non nggak boleh kerja kaya gini.Nanti kasar kalau kasar takutnya tuan nggak puas(ucap bi narti)
Maksudnya bi narti apaan sih??(ucap Ratna sambil memasang muka tak mengerti)
Masa non nggak ngerti?? non kemarin malam tidur jam berapa?? (ucap bibi sambil tersenyum pada Ratna)
Maksud bibi apaan sih Ratna nggak ngerti lo bi?? (ucap Ratna masih dengan wajah binggungnya)
Yaudah deh non nggak usah dipikirin lagi, bibi cuman bercanda(ucap bibi sambil tersenyum)
Ratna terus memikirkan apa yang dimaksud dengan bi Narti.Ratna sama sekali tak mengerti apa yang dumaksud dengan bi Narti. Ratna akhirnya tidak menghiraukan perkataan bi Narti padanya yang sempat membuatnya binggung. Ratna sibuk dengan mengerjakan pekerjaan Rumah.Disisi lain Rahman sudah sampai dikantornya. Rahman langsung menuju kedalam ruangannya.Rahman mengambil sebuah bingkai foto yang berisi foto Ratna tersenyum. Rahman mengingat waktu ia mengambil foto itu. Saat itu mereka masih kuliah,Rahman melihat Ratna berkumpul dengan teman-temannya. Ratna mengobrol dan tertawa tanpa buang waktu saat itu Rahman mengambil fotonya dan langsung menghadapkan fotonya ke arah Ratna lalu mengambil foto Ratna diam-diam. Tak disangka ternyata foto itu di cetak Rahman dan langsung disimpannya. Foto itu sekarang berada diruang kerjanya. Rahman menatap foto itu lalu tersenyum lebar.
Rat... kamu tau nggak sih aku tu cinta banget sama kamu!! kamu kapan sih bisa sadar dengan kesungguhan cintaku?? aku binggung harus bersikap seperti apa padamu!! (ucap Rahman sambil mengacak-ngacak rambutnya)
__ADS_1
Tanpa Rahman sadari dia teringat dengan kejadian subuh tadi,Rahman gemas dengan sikap Ratna. Rahman terus memikirkan Ratna.
Rat...kamu tau nggak sih aku tu pingin kamu jadi milikku seutuhnya dan aku mau aku jadi milikmu seutuhnya(ucap Rahman sambil membayangkan wajah Ratna)
Tapi bagaimana itu bisa terjadi, kamu saja tidak membuka hijabmu untukku,jangankan buka hijab aku ingin tidur disebelahmu kamu tak mengizinkannya(ucap Rahman sambil mengusap wajahnya)
Aku tak mengerti Rat bagaimana jalan fikiranmu(ucap Rahman sambil menatap foto Ratna yang masih ada di tangannya)
Saat Rahman masih sibuk melihat foti Ratna tiba-tiba sekertarisnya masuk keruangannya. Rahman terkejut sambil memasang mata sinis melihat sekertarisnya.
Mau apa?? (ucap Rahman datar dan dingin)
Maaf pak ini laporan yang harus bapak tandatangani(ucap Tari sekertarisnya(
Ok letakkan saja disitu dan kamu cepat keluar, aku tak mau diganggu!! (ucao Rahman dengan masih memasang wajah datar)
Baik pak, saya permisi(ucap Tari sekretarisnya)
Rahman masih tetap sibuk melihat foto Ratna,Rahman ingin cepat-cepat pulang untuk melihat Ratna. Rahman segera menyeleaaikan tugasnya dan langsung pulang kerumahnya. Rahman menuju mobilnya, lalu Rahman melajukan mobilnya agar cepat bertemu Ratna. Sesampainya dirumah Rahman melihat Ratna yang sibuk memasak, lalu Rahman mendekat pada Ratna. Ratna menyadari itu lalu bertanya pada Rahman apa yang menyebabkan dirinya pulang cepat.
Kok pulangnya cepet banget sih?(tanya Rahman(
Ratna terdiam dan tak bisa mengatakan apapun. Rahman melihat Ratna ia tertawa terpingkal-pingkal.
Kamu kenapa ketawa?? (tanya Ratna)
Nggak ada kok cuman lucu aja(ucap Rahman)
Ya sudahlah kamu mandi ganti maju sesudah itu kita makan bareng-bareng ok(ucap Laras sambil tersenyum)
Iya deh tapi kamu yang mandiin(ucap Rahman sambil memasang muka jail)
Apaan sih, kamu kan bisa mandi sendiri ya mandi aja sendiri ngapai nyuruh aku sih(ucap Laras(
Iya iya deh,tunggu sebentar ya sayang(ucap Rahman lalu naik tangga menuju kamar)
Non saya rasa tuan pingin itu lo non(ucap Bi narti ragu)
Ingin apa bi?? (tanya Ratna)
Ingin iyu lo non, bibi mau nanya non udah malam pertama belum dengan den Rahman?? (tanya bibi)
__ADS_1
Malam pertama?? Hemmmm belum bi(ucap Ratna polos)
Pantas saja, non ini bibi kasi saran ya. non kenapa non nggak jadi seutuhnya milik den Rahman(ucao bi narti)
Maksud bibi apaan sih Ratna nggak ngerti, langsung aja bi biar Ratna ngerti(ucap Ratna)
Non seharusnya non melayani den Rahman sepenuhnya, bibi yakin den Rahman pasti ingin non jadi miliknya seutuhnya. kenapa non takut bakalan sakit??awalnya memang sakit non tapi setelah itu enak kok non(ucap bi narti menjelaskan)
Hemmmmm, nanti lah bi Ratna pikirin. Ratna belum siap bi(ucap Ratna)
Bibi pun melanjutkan tugasnya begitu juga dengan Ratna. Tanpa mereka sadari tetnyata Rahman telah mendengar obrolan mereka. Rahman berharap sekali Ratna mau mengikuti saran yang diberikan bi narti. Saat Ratna mengambil barang diatas lemari ia tak bisa menggapainya, tiba-tiba Rahman membantunya dari belakang untuk mengambil barang itu. Rahman tak ketinggalan ia langsung memeluk Ratna. Ratna terkejut juga binggung, Ratna binggung antara lepaskan atau biarkan. Ratna mengerti apa yang dirasakan Rahman,ia harus menahan untuk tak melakulan padanya.Ratna membalikkan badannya dan langsung wajahnya bertatapan dengan wajah Rahman.Ratna melihat wajah Rahman, Rahman pun melihat wajah Ratna. Ratna membiarkan Rahman memeluknya sangat erat sehinggan tubuh Ratna Dan Rahman menempel.
Apa yang harus aku lakuakan?? sampai kapan aku bakalan seperti ini pada Rahman,seharusnya aku tak memberi jarak antara aku dan Rahman. Tapi.... aku takut harus berbuat apa. apa aku harus belajar.Baiklah aku harus belajar mulai dari sekarang(ucap Ratna dalam hati)
Pelukan Rahman semakin kuat.Saat peluakn itu menguat Ratna tak mengerti kenapa jantungnya begitu kuat berdetak. Ratna binggung namun ia hanya dian saja.
Andaikan waktu ini bisa dihentikan Rat, aku ingin terus memelukmu seperti ini Rat(ucap Rahman membatin)
Akhirnya Ratna melepas pelukan Rahman padanya, Ratna khawatir Rahman akan mendengar detak jantungnya yang sangat kuat. Rahman pun melepas kan pelukannya.
Terima kasih(ucap Rahman)
Terima kasih buat apa?? (tanya Ratna)
Terima kasih karna ngizinin aku buat meluk kamu kayak tadi dan aku pastiin setelah pelukan ini bakalan ada hal lainnya lagi(ucap Rahman percaya diri)
Seterah kamu aja lah, yaudah yuk makan(ucap Ratna)
Mereka pun makan,akhirnya makanan mereka habis. Ratna langsung bergerak membereskan meja makan. Ratna membawa semua piring kotor untuk mencucinya. Rahman hanya. melihat saja sampai Ratna selesai mengerjakannya. Ratna pun selesai mencuci piring lalu ia pergi meninggalkan Rahman dimeja makan. Rahman mengikuti Ratna sampai masuk kamar.
Kamu ngapain sih ngikutin aku(ucap Ratna)
Emangnya kenapa kan aku suami kamu jadi bebas(ucap Rahman)
Seterah kamu lah aku mau mandi dan sholat asar. oh ya kamu solat kan?? (ucap Ratna)
Ya sholat lah, yaudah ya aku tunggu kamu disini(ucap Rahman)
Ratna pun masuk kemar mandi,beberapa saat kemudian Ratna selesai dengan mandinya dan air wudhunya. Ratna melihat Rahman sudah selesai mempersiapkan semuanya. Ratna pun menuju ke rahman lalu mereka sholat berjamaah.Tak lama kemudian mereka pun sholat. Ratna mencium tangan Rahman dan Rahman mencium kening Ratna. Kali ini tak ada penolakan dari Ratna, Ratna membiarkan Rahman untuk melakukan itu. Rahman pun tersenyum kegirangan saat ia bisa mencium kening Ratna. Ratna memlepaskan mukenanya lalu berbaring diatas tempat tidurnya. tak lama kemudian Ratna tertidur kemudian disusul Rahman. Akhirnya mereka tidur bersama satu Ranjang.Beberapa waktu kemudian Ratna terbangun, ia terkejut karna mendapati Rahman disebelahnya,sintak Ratna menendang Rahman sampai Rahman jatuh kebawah.
Aduhhh..... sakit banget sihh, aduhhhh.... kamu apa-apaan sih Rat.sakit nii(ucap Rahman sambil meringis kesakitan)
__ADS_1