
Ratna terus saja menangis tanpa henti dikamarnay. Ratna menatap foto pernikahannya dengan Rahman. Disisi lain Rahman tersadar karna bius itu sudah menghilang,Rahman masih merasakan pusing dikelapanya.
Aduhhh...aku ada dimana?? kenapa aku bisa disini?? dan mengapa dengan pakaianku??(ucap Rahman kebingungan)
Apa yang terjadi padaku(ucap Rahman)
Rahman langsung mengenakan pakaiannya dan langsung keluar dari tempat itu. Rahman menuju mobilnya lalu ia membawa mobil itu untuk pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah Rahman tidak menemukan Ratna di ruang tamu. Rahman langsung menuju kekamar,Rahman masuk kekamar. Rahman melihat Ratna yang tertidur dengan memeluk foto pernikahan mereka. Rahman mendekat pada Ratna, lalu Rahman melihat Ratna seperti habis menangis, dibelainya wajah Ratna dan dialihkan Rambut Ratna yang menutupi matanya. Ratna terbangun dan dia telah mendapati Rahman didepannya. Sontak Ratna langsung menghindari suaminya.
Kamu kenapa?? kok menghindar dariku?? (tanya Rahman)
Nggak ada kok mas, cuman kecapean aja(ucap Ratna sambil menunduk)
Ooo, mas mandi dulu ya soalnya lengket ni tubuh mas(ucap Rahman tanpa merasakan ada yang ganjil)
Rahman pun masuk kekamar mandi, tak lama kemudian Rahman keluar dari kamar mandi. Rahman tidak menemukan Ratna dikamar itu. Rahman pun bergegas memakai pakaiannya lalu turun kebawah. Rahman tidak menemukan Ratna,hanya ada bibi yang menyusun makanan dimeja makan, Rahmanpun mendekekati bi narti.
Bi... Ngeliat Ratna nggak?? (tanya Rahman)
Nggak liat tu den, bibi dari tadi nggak ngelihat non Ratna sama sekali(ucap bi Narti)
Aduhh.. kamu dimana sih Rat(ucap Rahman cemas)
Memangnya aden sama non Ratna berantem ya?? (tanya bibi)
Nggak tau bi, tadi Rahman pulang masuk kamar,Eahman lihat Ratna tidur jadi Rahman dekati.Saat Rahman dekati Ratna menjauh bi tapi pas Rahman tanya ada apa, Ratna bilang nggak ada apa-apa(ucap Rahman menjelaskan)
__ADS_1
Ooo gitu ya den, bibi kasi saran ni mending aden cari ditempat kesukaannya non Ratna, mungkin non Ratna disana(ucap bi Narti)
Oh iya bi...Taman kampus. Makasih ya bik atas sarannya(ucap Rahman)
Rahman pun bergegas menuju mobil dan langsung membawanya ke arah kampus mereka. Benar saja Rahman melihat Ratna dikursi biasanya Ratna dan Sinta nongkrong. Rahman mendekati Ratna, Rahman melihat Ratna nangis sampai sesegukan. Rahman memeluk Ratna dari belakang, sontak Ratna menyikut perut Rahman karna Ratna terkejut.
Kamu apa-apaan sih Rat?? (ucap Rahman meringis kesakitan)
Apa?? aku kenapa??(ucap Ratna dengan nada tinggi)
Kamu kenapa kok bentak mas sih?? biadanya nggak pernah,kamu kenapa Rat?? (tanya Rahman sambil mendekat)
STOP....mas jangan mendekat, aku nggak mau dekat sama kamu untuk saat ini(ucap Ratna sambil memundurkan tubuhnya)
Kamu nggak tau apa kesalahan kamu mas, hehh aku nggak nyangka mas kamu bisa lakukan ini keaku,setelah aku mencintaimu mas kamu perlakukan aku seperti ini. Mas tau nggak aku nungguin mas dari pagi khawatir dengan kondisi mas tapi mas malah enak-enakan dengan perempuan lain(ucap Ratna sambil menangis tersedu-sedu)
Maksud kamu apaan sih Rat?? aku semakin nggak ngerti(ucap Rahman dengan wajah bersalah)
Mas selamat ya karna udah memperlakukan Ratna seperti ini, Ratna berterima kasih sekali(ucap Ratna menangis terisak-isak)
Ratna pun berlari meninggalkan Rahman. Dengan cepat Rahman mengejar Ratna. Ratna berlari terus sampai dijalan besar saat Ratna berlari Ratna tidak menyadari bahwa ada mobil menuju kearahnya.Tepat sekali mobil itu menabrak Ratna, Ratna terpental kedepan. Rahman yang melihat Ratna sontak langsung berlari menuju istrinya itu, Rahman menghampiri tubuh Ratna yang sudah terbaring tak berdaya dengan darah dikepalanya.
Sayang.... yang... kamu jangan bercanda, ayo bangun jangan buat mas khawatir sayang. Mas nggak mau kehilangan kamu sayang, mas sangat mencintai kamu Ratna. Mas mohon bangun Ratna(ucap Rahman sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya)
Rahman langsung mengangkat Ratna dan membawanya kedalam mobil. Rahman memacu mobilnya dengan sangat laju menuju Rumah sakit. Sesampainya Rumah sakit Rahman menggendong istrinya dan langsung memanggil suster dirumah sakit itu. Tak lama kemudian para suster datang membawa brangkar,Ratna diletakkan diatas berangkar menuju UGD.
__ADS_1
Sayang kamu harus kuat, mas tau kamu pasti bisa.Mas mohon kamu harus bisa bertahan untuk mas Rat. Jangan kamu tinggalkan mas, mas pasti bisa gila Rat, kalau sampai kamu meninggalkan mas Rat. Mas mohon kamu harus bisa bertahan(ucap Rahman selama menuju UGD)
Sesampainya diUGD Ratna dibawa masuk, sedangkan Rahman diminta untuk tunggu diluar ruang UGD. Rahman menunggu Ratna didepan pintu sambil mondar-mandir tak berhenti.
Rat kamu harus bisa bertahan, mas mohon sekali. Mas tak bisa hidup tanpa kamu Rat, Mas nggak tau seandainya tanpa kamu mas bisa apa Rat, Rat mas mohon kamu harus bisa bertahan(ucap Rahman cemas)
Beberapa waktu kemudian dokter keluar dari UGD, Rahman langsung menanyakan kondisi Ratna pada dokter.
Dok bagaimana keadaan istri saya?? (tanya Rahman)
Alhamdulillah,istri mas tidak apa-apa dan calin anak mas punjuga tidak apa-apa(ucap dokter sambil tersenyum)
Maksud dokter calon anak apa?? maksudnya istri saya hamil dok?? (ucap Rahman memastikan)
Iya pak istri bapak hamil sudah 3 minggu(ucap dokter tersenyum)
Alhamdulillah ya allah, terima kasih dok,jadi dok apa saya beh masuk?? (tanya Rahman)
Ya... pak tapi istri bapak masih tertidur karna pengaruh obat bius(ucap dokter)
Kalau begitu saya permisi dulu ya pak(ucap dokter meninggalkan Rahman)
Rahman pun langsung masuk kedalam UGD, Rahman bahagia mendengar kabar dari dokter. Rahman tak menyangka bahwa ia bakalan jadi seorang ayah. Rahman mendekat pada brangkar Ratna. Rahman menatap lekat istrinya,tanpa disadarinya air matanya jatuh begitu saja.
Ratt mas tau kok kamu bakalan kuat,sayang mas mau ngucapin terima kasih karna kamu memberikan mas hadiah terindah.Mas nggak nyangka sayang, Sayang bangun... kamu harus tahu berita ini sayang. Mas yakin saat kamu tahu berita ini kamu pasti juga bahagia Sayang(ucap Rahman sambil menggenggam tangan istrinya dan mengelus pipi istrinya)
__ADS_1