
H A P P Y R E A D I N G
Aland bersama dengan Arabella sedang menuju ke suatu tempat. Mereka begitu mesra, sebelah tangan Aland dengan sengaja menggenggam tangan Arabella. Sambil tersenyum bersama seakan dunia milik mereka berdua. Mobil bahkan berjalan begitu pelan.
“Bella, aku selamanya selalu ingin seperti ini denganmu, bahkan jika boleh meminta menjadi istriku,” ucap Aland dengan penuh cinta sambil melirik Arabella.
“Oh ya? Menurutmu apakah kita bisa menikah?” tanya Arabella.
“Entahlah tapi, yang pasti aku akan menikahi mu setelah semua ini selesai meskipun aku harus berhadapan langsung dengan Benny. Kau tahu kudengar dari temannya dia pintar silat. Tapi, Bella. Aku juga tidak kalah menarik. Kau tahu banyak aku juga bisa menggunakan senjata,” curhat Aland.
“Um, jadi begitu. Apa mungkin saat ini kamu akan berperang?”
“Tentu tidak, aku hanya ingin memberitahukan mu. Bella, aku serius. Benny bisa menguasai berbagai gerakan silat bahkan kaki dan tangannya begitu lihai. Jadi, jika suatu saat aku berperang dengannya mungkin aku akan mengunakan senjata lalu dia akan menggunakan silat dan senjata. Aku yakin pasti saat itu tiba apalagi kalau dia sampai tahu tentang hubungan kita. Jadi aku mau kalau saat itu tiba maka larilah sekuat tenaga supaya saat aku kalah nanti kamu tidak akan menjadi mainan untuknya,” ungkap Aland dengan sangat aneh.
‘Kenapa hatiku sakit saat mendengar dia berkata seperti itu? Apa mungkin akan ada hal buruk yang akan terjadi? Semoga Tuhan selalu melindungi, Aland,’. batin Arabella yang terus menatap Aland.
__ADS_1
“Ayolah aku mengajakmu nanti bermain. Sudah-sudah jangan berkata seperti itu. Lebih baik kita fokus saja kedepan,” sahut Arabella yang tidak suka dengan ucapan Aland.
Aland pun menganggukkan kepalanya, mereka terus melanjutkan perjalanan. Meski begitu Aland tidak sengaja melihat ada sebuah mobil yang berusaha mengikuti mobilnya.
“Bella, sepertinya kita sedang diikuti,” ucap Aland.
“Oh ya? Tapi, bagaimana bisa? Siapa mereka?” tanya Arabella sembari terus menoleh kebelakang.
“Aku tahu dari mobilnya, mereka pelayan terbaik dari Benny. Beberapa kali aku sempat bertemu tapi, tenang saja kita masuk ketempat lain sebelum kita pergi menonton. Cepat pegangan aku kita akan balapan,” perintah Aland yang langsung di denger oleh Bella.
Aland bersama Arabella tertawa lepas saat mereka sudah berhasil lolos. Lalu setelah itu Aland langsung memutar arah menuju kesebuah bioskop yang ingin mereka kunjungi. Sampai akhirnya tiba. Dengan mesra Aland mengandeng tangan Arabella saat memasuki bioskop. Lalu dengan pintarnya ia memilih duduk di kursi paling pojok.
Film pun dimulai, singkat kata mereka begitu asyik menonton bersama meskipun sesekali Aland mencuri kesempatan untuk mencium bibir Arabella. Sampai akhirnya mereka selesai Aland masih bersikap begitu romantis. Sebelum pulang mereka sempat-sempatnya mampir di sebuah restoran untuk mengganjal perutnya yang kelaparan. Hingga akhirnya mereka memilih untuk pulang.
...----------------...
__ADS_1
Tiba di kediaman. Saat mobil yang Aland bawa masuk ke dalam halaman kediamannya. Benny sudah berdiri dengan tatapan yang sulit dipahami. Saat Arabella keluar, Benny langsung menarik tangan istrinya dengan paksa. Aland melirik namun, ia tidak suka dengan perlakuan kasar dari Benny.
“Kenapa menarik Bella kasar seperti itu?!” tanya Aland dengan ketusnya.
“Ini istriku, jadi sudah haknya aku bersikap apapun dengannya. Semua ini kesalahanmu, Pa. Kenapa aku mendapat kabar kalau Papa sengaja menghindar dari kejaran anggota bayaran ku? Kenapa?! Sangat aneh bukan, jika tidak terjadi sesuatu,” geram Benny dengan tiba-tiba.
“Apa maksudmu, Benny? Kami hanya pergi menonton, lalu kenapa kamu sampai mencurigai ku seperti itu?” tanya Aland seakan berpura-pura bersikap polos.
“Jelas aku tidak suka! Papa sengaja menghindari kejaran mereka pasti ada sesuatu yang terjadi. Lagipula Arabella adalah istriku jadi sudah sewajarnya aku takut dia kenapa-kenapa.”
...----------------...
Sambil nunggu update yuk kepoin novel Author yang lain.
__ADS_1