
...H A P P Y R E A D I N G...
(Australia - Rumah sakit)
Halu Cayton telah sampai ditempat di mana Aland Dayton di rawat. Bahkan ia juga sudah mendapatkan nomor ponsel milik Rere. Meskipun Benny beralasan meminta Rere untuk menerima adiknya di sana sebagai alasan magang yang mengharuskan Halu untuk kesana. Hal itu pula langsung di setujui oleh Rere sebab Benny juga memberikan bayaran agar mau menampung adiknya.
Singkat kata, Halu memasuki ruang inap Aland setelah lamanya mencari hingga akhirnya ia bertemu. Saat ia masuk Rere langsung tersenyum dan menyambut kedatangan Halu Cayton.
“ Akhirnya datang juga. Ayo sini kenalan sama um ... suaminya kakak," ucap Rere dengan begitu semangat sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih.
Mendengar ucapan Rere. Aland langsung bangkit dari tidurnya. Ia menatap Halu Cayton kebingungan sampai ia berkata.
” Kamu siapa? Dan ngapain kesini?” tanya Aland penasaran sembari menatap Halu dari atas sampai bawah.
Ternyata dia juga tidak lagi mengingat diriku. Baguslah, awal yang bagus untuk kakakku, batin Halu Cayton.
Halu langsung memeluk Aland dengan tiba-tiba namun, dengan cepat Aland mendorong Halu hingga terjatuh.
__ADS_1
“ Ngapain kamu peluk-peluk? Emangnya saya cowok apaan dipeluk cowok juga. Rere, dia ini siapa?” ketus Aland sembari bertanya.
Saat Rere ingin menjawab dengan cepat Halu menahannya untuk segera diam. “ Aunty, biarkan aku yang menjawab. Apa Papa sudah lupa denganku? Aku ini anakmu juga.” Dengan sengaja Halu memperkenalkan dirinya.
“ Anak? Anak apanya? Aku bahkan baru menikah jadi tidak mungkin aku bisa punya anak sebesar kamu kecuali jika aku menikah dengan setan. Apa mungkin kamu anaknya setan yang di rawat oleh manusia?” Dengan sengaja Aland berkata seenak jidatnya karena dirinya benar-benar kehilangan ingatan tentang Halu. Apalagi mereka sudah berpisah selama tiga tahun.
Brengsek! Dia bilang aku anak setan! Pengen gua santet ini orang, batin Halu kesal hingga mencoba menahan amarahnya.
Rere melihat keadaan yang menyedihkan hingga ia pun memutuskan untuk mendekati Aland sembari mengusap-usap rambutnya. “ Sudahlah Aland. Jika memang kamu tidak bisa mengingatnya maka tidak apa-apa. Dan kamu, Halu, lebih baik pulanglah. Tunggu kami di apartemen jika tidak maka tunggu saja di sini.”
Kepergian Halu membuat Aland cemas. Aland mencoba kembali berpikir keras. Efek obat yang rutin ia konsumsi hingga membuat pikirannya bisa di gunakan berpikir meskipun juga harus dipaksa. Menarik rambutnya dengan kasar hingga ingatan orang lain yang terlihat di pikirannya. Ia mengingat. Seorang wanita berjalan bersamaan dengannya dalam suasana gelap hingga akhirnya ia bersama dengan wanita itu tiba di tempat yang begitu indah lengkap dengan kamar tidur. Namun, saat itu juga ia mencoba mengingat lagi tapi sia-sia dirinya tidak dapat menemukan siapa nama dari wanita tersebut.
Tindakan Aland membuat Rere khawatir namun, Aland tetap mencoba mengingatnya. Hingga ia berteriak sambil melepaskan kedua tangan di rambutnya. “ Arrghh! Rere! Apa kamu tahu tentang pria itu tadi? Lalu aku mengingat jika ada seorang wanita yang sering bersamaku, kami bersenda gurau tapi, kenapa aku tidak tahu namanya? Siapa wanita itu? Apa kau kenal?”
“ Siapa maksudmu, Aland? Wanita yang mana? Aku bahkan tidak tahu. Mungkin saja yang kau ingat itu kita berdua. Sudahlah lebih baik sekarang istirahat,” sahut Rere.
“ Itu jelas bukan kita! Wajahnya saja berbeda denganmu. Apa mungkin sebelumnya aku memiliki istri lain selain darimu?” tanya Aland begitu penasaran.
__ADS_1
Rere menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu berkata. “Hanya aku istrimu, Aland. Tidak ada orang lain. Jika ada pasti dia sudah bersama kita di sini merawat mu. Ah sudahlah jangan berpikir terlalu keras. Sebaiknya tidurlah atau kamu mau aku suntikkan obat tidur untukmu supaya bisa tenang?”
“ Jangan memerintahkan ku! Kamu tidak ada hak! Sepertinya aku memang memiliki hubungan dengan wanita itu. Sebaiknya aku harus mencari tahu dia siapa,” tegas Aland sambil mengambil infusnya hingga ia berniat keluar dengan sekaligus membawa selang infus tersebut.
Astaga ini gawat, batin Rere sangat cemas.
Aland melangkah dengan cepat namun, saat itu juga Rere mencekal lengan Aland hingga langkahnya terhenti bahkan infusnya berdarah karena tarikan dari Rere. Hingga membuat jarum infus terasa nyeri karena tertusuk lebih dalam.
“ Apa kau sudah gila menarik tanganku sebelah kiri?! Coba lihat darahku naik. Sebelum berbuat pikir baik-baik dengan otakmu dan jangan gunakan pan-tat mu, sialan!” geram Aland sambil melotot 'kan matanya seperti ingin meruntuhkan ginjal orang lain.
...----------------...
Aland kalau udah emosi kaya pacar lupa daratan di tinggal pas lagi sayang-sayangnya kwkwk. Jika suka tinggalkan kesan. Jangan lupakan vote.
__ADS_1