
(Kediaman Benny)
Layung senja telah mencuatkan sinar indahnya. Akan tetapi Arabella masih saja tetap di posisi yang sama. Ia begitu pulas tertidur hingga tidak sadar matahari telah terbenam. Seorang pelayan mengetuk pintu sampai beberapa kali namun, Arabella lebih memilih berada di dalam mimpinya hingga tidak mendengar suara apapun. Dengan kesal karena majikannya belum juga terbangun hingga pelayan itu memutuskan untuk masuk kedalam membangunkan tidurnya.
Perlahan pelayan tersebut masuk lalu menaruh kotak berisi gaun miliknya. Ia bahkan menggelengkan kepalanya saat menetap Arabella tertidur pulas. “ Duh ... cantik-cantik tidurnya kaya kebo. Susah banget dibangunin. Kalau enggak dibangunin sekarang yang ada kena marah sama Tuan. Ya udah bangunin aja deh.”
Pelayan itu mencoba mengerakkan tubuh Arabella tapi, justru Arabella membalikkan posisinya menghadap kearah lain. Sampai membuat pelayan kesal. “ Nyonya, Nyonya. Nyonya Arabella! Nyonya bangun!” Gaya enggak santui yang sengaja pelayan itu lakukan.
Perlahan matanya terbuka sembari menguap lalu ia merasa malas hingga akhirnya berkata. “ Ngapain sih kesini? Ganggu aja. Udah sana keluar aku mau tidur lagi,” ucap Arabella tanpa menatap kearah pelayan tersebut.
“ Maaf, Nyonya. Bukan saya lancang tapi, saya harus membangunkan Anda. Ini adalah perintah dari Tuan. Dan juga saya harus mendandani Anda untuk malam ini,” sahut pelayan tersebut sembari menundukkan kepalanya.
Mendengar hal itu membuat Arabella tercengang lalu saat itu ia duduk meskipun tangannya tidak lepas menutup mulutnya yang masing menguap.
__ADS_1
“Buat dandan? Emangnya ada acara apaan?” tanya Arabella dengan kebingungan.
“ Saya enggak tahu, Nyonya. Yang hanya saya tahu cuma kotak ini diberikan kepadamu, Nyonya. Silahkan dibuka,” kata pelayan sambil memberikan kotak berisikan gaun tersebut.
Tanpa banyak lagi bertanya Arabella langsung membuat kotak tersebut hingga membuatnya kagum dengan gaun putih tanpa lengan yang begitu indah. Ia pun menyamai ke tubuhnya.
Cantik tapi, kenapa Benny tiba-tiba memberikan ini padaku? Apa mungkin dia ingin aku ikut ke pesta dengannya? Ah sudahlah sebaiknya aku langsung bersiap, batin Arabella.
Ia pun kembali menaruh kotak itu hingga dirinya berniat untuk mandi namun, saat langkahnya berjalan tiba-tiba ia tidak sengaja melihat selembar kertas hingga membuatnya penasaran. Membuka lipatan dengan perlahan.
Jadi sekarang dia benar-benar perhatian denganku. Dia lucu juga, batin Arabella tersenyum hingga membuat pelayan itu terheran.
“ Ehemm! Nyonya, apa Anda tidak jadi danda?” tanya pelayan tersebut sampai membuat Arabella terkejut.
__ADS_1
“ Oh jadi kok. Tapi, sebelum itu saya mau makan dulu dan minum susu. Tolong siapkan ya. Sebentar lagi saya akan turun,” sahut Arabella.
“ Baik, Nyonya.” Pelayan menyahut sambil menunduk.
Entah kenapa setelah membaca surat itu Arabella jadi salah tingkah. Ia bahkan senyam-senyum sendiri. Arabella rebahan tapi, pikirannya memikirkan banyak hal.
Rasanya memang aneh. Aku seperti sedang jatuh cinta. Aku bahkan menerima ciumannya lalu sekarang aku senyum-senyum sendiri. Duh ... Kenapa aku jadi seperti anak ABG? Ah ini memalukan, batin Arabella yang tidak sadar hingga memeluk bantal guling miliknya.
Drrttz ... Sebuah pesan masuk. Saat ia sedang memikirkan Benny tiba-tiba sebuah pesan darinya. Hingga dengan cepat Arabella membukanya.
...Hay, Bella. Apa kamu sudah bangun? Jika sudah kamu pasti merasa kecewa tidak bisa menatap wajah tampanku pertama kalinya. Isi pesan....
Arabella tidak membalas tapi, justru kata mutiara keluar dari bibir mungilnya. “ Dasar bodoh!” ucapnya sambil tersenyum dengan menopang satu tangan di dagunya sembari memikirkan wajah Benny yang tampan.
__ADS_1
...----------------...
...Si Bella enggak waras ya senyum-senyum sendiri kwkwk....