Mertuaku Perjaka! Mencintaiku

Mertuaku Perjaka! Mencintaiku
Pokonya besarkan anakku


__ADS_3

...H A P P Y R E A D I N G...


Benny menarik nafasnya memburu sambil memutarkan kedua matanya, lalu ia dengan sangat terpaksa menggendong Arabella di belakang hingga senyuman terpancar dari wajah cantiknya.


Saat dalam perjalanan mata semua orang tertuju kearah mereka bahkan wanita-wanita lain yang sedang berjalan berdua dengan pasangannya di rumah sakit itu cemburu melihat kekonyolan yang sedang Benny bersama Arabella lakukan. Hingga tidak jauh dari tempat mereka berjalan sampai terdengar ucapan yang membuat orang lain tertawa.


“ Tuh lihat! Pasangan itu ceweknya di gendong terus lihat aku capek tahu jalan begini apalagi lagi hamil!” omel seorang wanita yang tidak jauh berjalan di dekat Benny dan Arabella.


“ Duh, Yang! Kalau aku gendong kamu kayak gitu yang ada perut kamu nanti pecah terus meledak gimana? Udah ah jangan iri lihat kebahagiaan orang lain,” sahut suami wanita tersebut yang membuat Benny dan Arabella menahan tawanya.


“ Ben, lihat deh pasangan itu lucu ya,” bisik Arabella yang sudah berjalan lebih jauh dari kerumunan orang.


“ Iya-iya lucu kaya kamu,” sahut Benny sambil membawa menurunkan Arabella lalu dengan sengaja membuka pintu mobil untuknya.


Arabella senyam-senyum melihat perhatian Benny yang begitu baik padanya. “ Gitu dong kalau jalan di gendong. Masuk mobil di bukain.”


“ Iya emang enaknya kamu sengsaranya aku dasar manja!” ketus Benny sambil mengacak-acak rambutnya Arabella hingga membuat rambut wanita itu begitu berantakan.


Ingin membalas perbuatan Benny tapi, dengan cepat dia masuk ke mobil hingga meninggalkan Arabella di luar sambil menghentakkan kakinya dengan kesal namun, pada akhirnya Bella pun ikut masuk sembari merapikan rambutnya dengan raut wajah kusut.


Benny melirik kearahnya Arabella dengan sengaja. Tadi pingsan terus cerewet sekarang malah ngambek dasar cewek!' batin.

__ADS_1


Lirikan Benny mampu membuat Arabella membalas dengan tatapan tajam sambil masih merapikan rambutnya. “Apa lihat-lihat?”


“ Dih! Enggak usah kepedean! Pak, jalan. Kita langsung pulang ya,” ucap Benny dengan tegas sembari menahan senyumnya lalu berbicara kearah pak supir.


Arabella tidak lagi menjawab sahutan Benny. Ia tiba-tiba merasakan perutnya sedang keroncongan hingga tanpa sengaja ia menekan-nekan perutnya. Melihat hal itu membuat Benny kaget dengan cepat ia menarik tangan Arabella.


“ Kamu ini jangan ditekan-tekan, bahaya!” tegas Benny merasa takut.


“ Loh? Jangan di tekan-tekan. Emangnya kenapa? Aku itu lagi lapar, Ben, mau makan seafood,” sahut Arabella kebingungan dengan permintaan macam-macam.


Benny langsung menepuk jidatnya saat mendengar ucapan Bella. Astaga! Kok bisa lupa sih? Dia 'kan lagi hamil tapi, aku lupa kasih tahu lagi, batin.


“ Kamu kenapa sih? Aneh banget!” tanya Arabella curiga.


Mata Arabella membulat sempurna sembari memegang perutnya dengan rasa tidak percaya. “ A-aku hamil?!”


Aku hamil tapi, kenapa di saat seperti ini aku harus hamil? Bahkan aku tidak memiliki suami. Bagaimana aku bisa membesarkan anak ini sendirian? Batin Arabella.


Benny mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menelan ludahnya sendiri. Lalu kemudian merangkul bahu Arabella dengan sengaja.


“ Yang sabar ya, Bella. Oh ya kalau seandainya aku suruh gugurin anak ini kamu mau enggak?” ucap Benny sembari bertanya dengan sengaja hanya ingin mendengar ucapan Arabella meskipun dia tidak bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Kenapa Benny setega itu? Mungkinkah dia hanya berpura-pura baik denganku? Jika aku mengugurkan anak ini itu artinya aku sudah membunuh satu nyawa yang tidak bersalah. Aku tidak ingin lagi hidup menjadi pembunuh jika tidak maka rasa bersalah akan terus menghantuiku, batin Arabella.


Lamunannya buyar saat Benny menepuk pipinya dengan sengaja hingga akhirnya Arabella fokus menatap Benny.


“ Gugurin? Apa kamu gila? Emang dia salah apa? Yang membunuh ayahnya itu juga kamu sendiri meskipun memang kenyataannya ibumu terbunuh oleh mantan suamiku juga mantan papa tiri mu,” sahut Arabella dengan tegas sambil melepaskan rangkulan Benny padanya hingga akhirnya ia menggeser duduknya lebih jauh.


Benny pun tidak peduli meskipun Arabella kesal. Ia bahkan mencoba untuk kembali mendekatkan diri bahkan bahu mereka bertabrakan.


“ Jadi Bella, jika kamu tidak mengugurkan anak ini lalu apa kamu sanggup menghidupi bayi ini seorang diri bahkan sikapmu sangat manja jadi kupikir kamu tidak akan bisa berkerja sambil membesarkan seorang anak.” Berkali-kali Benny membuat Arabella naik darah.


“ Aku punya ide, Ben. Aku tahu surat dari perjanjian itu harus mengugurkan kandunganku jika bayi dari orang lain tapi, ingat satu hal aku ada di sini karena dirimu dan Ayah dari bayiku mati karena mu jadi sebagai gantinya kamu harus membesarkan anakku. Pokoknya harus aku tidak mau tahu," paksa Arabella sembari melipatkan kedua tangan di dadanya bahkan membuang muka kearah lain.


“ Ha-ha-ha otakmu ternyata cerdik juga. Dasar manja!” sahut Benny dibarengi dengan tawa hingga akhirnya dengan cepat Benny menarik wajah Arabella lalu membungkam bibirnya dengan mulutnya sampai membuat mata Arabella melotot, bahkan Pak supir yang sedari tadi fokus hingga mengerem mobil mendadak lalu membuang muka untuk tidak melihat majikannya.


Arabella terus membulatkan matanya sempurna namun, tanpa sadar ia menarik baju Benny dengan kuat sampai ciuman itu semakin menekan dan begitu dalam.


Kenapa dengan diriku? Kenapa aku menarik pakaiannya? Ah bodoh sekali. Pasti nanti Benny akan menertawai ku tapi, ini adalah ciuman pertamaku dengannya apalagi sejak menikah kami belum pernah bersentuhan seperti ini, batin Arabella di sela-sela ciuman itu.


...----------------...


Yeee dapat yang manis-manis kwkwk. Genk jangan lupa hari Senin publis novel baru ya. Oh ya kalau kalian ada ig boleh follow yah nanti author follback.

__ADS_1



__ADS_2