Mertuaku Perjaka! Mencintaiku

Mertuaku Perjaka! Mencintaiku
Pak tua dan kepanikan


__ADS_3

...H A P P Y R E A D I N G...


Di dalam bus. Aland benar-benar kebingungan. Ia ingin turun namun, sia-sia bus sudah berjalan. Ia ingin melompat namun, tangannya dengan cepat di hentikan oleh pria tua tersebut. Hingga akhirnya dirinya diajak duduk. Aland hanya menurut sembari celingak-celinguk mencari jalan keluar dari bus tapi, pria tua itu menepuk pipinya supaya dirinya bisa fokus.


“ Tenanglah, Nak. Duduk dan mari kita mengobrol,” ucap Pria tua itu sembari menatap Aland dengan serius.


“ Ka-Kakek siapa? Kenapa tiba-tiba membawa saya masuk kesini?” tanya Aland kebingungan.


“ Jangan panggil aku sebutkan kakek tapi, panggil saya Ayah karena usiamu dan usiaku seperti anak dan ayah. Oh ya, Nak. Kamu ingin kemana? Tadi saya lihat kamu keluar dari rumah sakit,” tanya pria itu.


“ Saya tidak tahu. Saya bahkan tidak ingat berasal dari mana tapi, kenalkan nama saya Aland. Saya kabur dari rumah sakit karena ingin mencari seseorang yang berada di dalam ingatan saya terus-menerus. Tapi, sayangnya saya tidak tahu apapun itu. Bolehkah jika Anda membawa saya berobat? Nanti imbalannya akan saya beri uang,” sahut Aland sambil menundukkan kepalanya seperti anak yang sedang kehilangan ibunya.


Pria tua itu mengangguk-angguk sambil melihat isi tas yang Aland bawakan. “ Jika kamu tidak tahu apapun lalu uang ini apa kamu mencurinya?”


“ Ti-tidak! Eh ya! Ini dari istri saya. Tapi, saya tidak tahu ada berapa istri,” sahut Alan.

__ADS_1


“ Baiklah kalau begitu nanti di depan kita turun ya dan kamu bisa ikut dengan saya untuk menyembuhkan sakit mu. Nanti akan saya berikan penyembuhan herbal juga. Pak supir! Kami turun di depan apotik sahaja ya!” ucap pria tua sembari berteriak ke depan.


“ Ashyiaap ...,” sahut Pak supir sambil mengacungkan jempolnya.


...----------------...


Di sisi lain. Rere terbangun dengan rasa kebingungan. Ia tidak lagi melihat Aland lalu ia juga tidak dapat menemukan tasnya. Sampai-sampai semua barang berserakan di sofa. Benar-benar membuatnya panik hingga ia berlari bertanya kepada suster namun, tidak ada satupun yang melihat Aland pergi. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Benny. Beberapa saat panggilan langsung tersambung.


“ BENNY! ALAND KABUR!” teriak Rere hingga membuat Benny disebelah sana menjauhkan ponsel di telinganya.


Rere kesal setengah mati mendengar ucapan Benny yang tidak bersahabat hingga membuatnya menghubungi Halu untuk mereka bisa kembali bersama.


...----------------...


(Kanada - Kediaman Benny)

__ADS_1


Benny kesal mendengar Aland kabur. Dia bahkan menendang meja di depannya hingga kakinya yang kesakitan sendiri sampai ia mengusapnya perlahan. Tindakannya itu mampu membuat Arabella terkejut hingga berlari kearah Benny.


“ Aku denger suara orang teriak-teriak terus sekarang kenapa kakimu sakit?” tanya Arabella cemas sembari melihat kakinya Benny.


“ Anu, tadi aku enggak sengaja kesandung. Kamu khawatir ya? Kalau khawatir nih aku kasih waktu buat kamu obati aku,” ucap Benny dengan sangat bangga hingga mendekatkan kakinya langsung kearah Arabella. Namun, bukannya di obati tapi, justru Arabella memukulnya hingga Benny meringis kesakitan.


“ Duh, Bella. Kok malah di pukul sih? Sakit tahu.”


“ Emang sengaja ya udah ah aku kedalam dulu ya ngantuk banget nih mau tidur siang. Oh ya, tadi susu kamu ada di meja udah di siapin pelayan. Aku kesana dulu ya!”


Arabella langsung pamit. Beda halnya dengan Benny yang langsung merebahkan dirinya di sofa sembari menghubungi seseorang. Beberapa saat panggilan langsung terjawab.


“ Siapkan persiapan untuk malam ini semewah mungkin dan jangan lupa sisipkan kata-kata cinta untuk orang istimewa. Nanti sore aku akan kesana untuk melihat,” perintah Benny hanya dengan ucapan langsung di sediakan.


“ Siap, Tuan!” jawab dari sebelah sana. Dan panggilan langsung berakhir.

__ADS_1


__ADS_2