Mertuaku Perjaka! Mencintaiku

Mertuaku Perjaka! Mencintaiku
Keindahan


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


Arabella pun turun untuk makan hingga akhirnya ia kembali untuk bersiap-siap. Seorang pelayan yang sengaja di bayar demi menghias dirinya. Saat itu Arabella tampil cantik hingga ia bergegas untuk pergi. Tepat di depan halaman kediaman sebuah mobil Lamborghini sedang menunggu dirinya. Lalu ia memasuki mobil. Tapi, saat itu pelayan yang tadi langsung mengirimkan pesan kepada tuannya bahwa Arabella telah berangkat.


Di dalam mobil Bella mengirim sebuah pesan kepada Benny. Ia bertanya kemana mereka akan pergi namun, sayangnya tak ada balasan apapun hingga membuat dirinya kesal. Lalu Bella memutuskan untuk bertanya kepada Pak supir.


“ Kita mau kemana?” tanya Arabella dengan ketus.


“ Pesan Tuan, saya tidak bisa mengatakannya. Maaf, Nyonya.” Pak supir bahkan bungkam.


Kenapa semuanya tidak ada yang mau bilang? Benny. Dia seperti ingin menculik ku, batin Arabella. Menarik nafas panjang. Ia memilih untuk pasrah.


...----------------...


Tiba di suatu tempat yang tidak pernah di kunjungi sebelumnya. Arabella merasa takut untuk keluar dari mobil namun, pada akhirnya supir pribadi miliknya terus memaksa agar dirinya segera keluar. Hingga akhirnya Arabella mengiyakan. Tapi, baru dua langkah ia berjalan dirinya justru kembali ke mobil.


“ Pak, tolong temani saya. Soalnya saya takut.”


“ Maaf, Nyonya. Saya hanya bisa mengantar sampai kesini."


Arabella kesal namun, apa boleh buat ia memberanikan diri untuk berjalan sendirian di tempat yang sedikit gelap. Hingga akhirnya setengah perjalanan ia seperti melihat cahaya sampai membuatnya penasaran lalu melangkah lebih cepat. Betapa tercengangnya ia melihat jalan yang sudah di hias. Arabella terus berjalan ke depan.

__ADS_1



Hingga di penghujung jalan ia melihat ada sebuah tenda yang sudah lengkap dengan hiasan begitu indah.



Apa semua ini Benny yang buat? Tapi, untuk apa? Mungkinkah dia akan melamar ku? Lalu di mana dia? Batin Arabella kebingungan.


Dengan perlahan Arabella memasuki tenda tersebut. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah surat yang sengaja di letakkan di tengah-tengah.


Surat apa ini? Batin.


“Apa kamu ketakutan, Bella? Jika tidak teruslah berjalan. Aku sudah menunggumu di sini.“ Arabella membaca surat itu.


“ Ya ampun apa mungkin Benny membuatnya untukku? Bahkan sebanyak ini? Sepertinya aku harus lebih cepat,” gumam Arabella.


Tiba di sebuah ruangan yang bertuliskan will you marry me. Arabella berhenti. Ia terus menatap ke depan sampai tiba-tiba Benny datang. Lalu dengan sengaja mengagetkan Arabella hingga wanita itu berteriak. Tapi, Benny justru menertawainya.


“ Iss kau ini! Jantungku ingin copot!” kesal Arabella sembari memukul Benny.


Benny melihat reaksi Arabella seperti salah tingkah. Ia dengan sengaja meledeknya sampai mencolek dagu wanita itu. Arabella merasa malu dan berpikir dirinya sedang dipermainkan. Ia ingin pergi namun, dengan cepat tubuhnya dipeluk oleh Benny. Sampai membuatnya terdiam.

__ADS_1


“ Bella, maafkan aku. Apa kau lelah?” tanya Benny yang masih di dalam pelukan Arabella.


“ Ya aku lelah. Begitu lama berjalan. Kau tahu saat ini aku ingin pulang dan tidak mau memaafkan mu,” sahut Arabella dengan ketus sembari mencoba melepaskan pelukan itu.


“ Kamu tidak bisa pulang begitu saja. Aku hanya sedang bercanda, Bella. Oh ya apa kamu tadi sudah makan? Atau biar aku pesan makanan untukmu,” tanya Benny dengan sengaja.


Apa aku di ajak kesini hanya untuk diinterogasi? Dia ingin melamar ku atau hanya tahu tentang kabar ku? Ah sepertinya aku sudah terlalu berpikir yang tidak mungkin, batin Arabella sedikit kecewa.


“ Aku sudah makan. Oh ya, untuk apa kita kesini? Jika tidak ada keperluan sebaiknya kita langsung pulang,” jawab Bella dengan wajah cemberut.


Benny menahan tawanya saat menatap raut wajah Arabella yang kusut. Ia lalu mengajak Bella untuk duduk. “ Kemari 'lah.”


Benny menatap Arabella dengan tatapan tajam. Hingga akhirnya dengan perlahan Benny memberikan senyuman dan mengecup bibir Arabella dengan penuh kelembutan. “ Bella, bolehkah aku mengatakan sesuatu?” Langsung di jawab anggukan.


“ Apa aku boleh mencintaimu? Tolong jawab ya atau tidak. Jika ya aku akan melanjutkan kalimat ku tapi, jika tidak maka aku sudah mengerti,” tanya Benny sembari memegang kedua tangan Arabella.


“ Ya tentu saja kau boleh mencintaiku karena mencintai seseorang adalah hal wajar,” sahut Arabella.


“ Terima kasih karena kamu sudah memberikanku luang untuk mencintaimu. Sebelumnya aku minta maaf jika pernikahan kita pernah gagal. Aku juga sudah tidak menyalahkan siapapun juga. Karena aku hanya ingin hidup tenang bersama dengan orang yang aku cintai,” ucap Benny sembari membawa Arabella kedalam rangkulannya tapi, Arabella menahan diri untuk tidak bergerak lalu berkata.


“ Kamu sebenarnya ingin mengatakan apa?” tanya Arabella penasaran.

__ADS_1


“ Um, kamu sangat tidak sabaran,” ledek Benny dengan sengaja sambil mengecup pipi Arabella dengan manja.


__ADS_2