
...H A P P Y R E A D I N G...
Saat Benny membopong tubuh Arabella keluar dari kamar itu. Semua pelayan melihatnya terkejut saat menyadari dia tidak sadarkan diri.
“ Tuan, dia kenapa bisa pingsan?” tanya pelayan dengan cemas sembari mengikuti langkah Benny berjalan.
“ Aku enggak tahu tiba-tiba udah pingsan begini. Jangan banyak tanya mendingan sekarang siapin mobil kita langsung ke rumah sakit!" perintah Benny dengan tegas. Yang langsung di jawab anggukan oleh kedua pelayan bahkan mereka berdua berlari.
Di dalam mobil dengan rasa cemas Benny membawa wanita itu. Arabella terlihat pucat di dalam pangkuan Benny. Tiba di rumah sakit, Benny bergegas keluar hingga akhirnya pihak rumah sakit pun membantu dirinya untuk membawa Arabella.
Dalam ruangan pemeriksaan seorang Dokter cantik sedang memeriksa suhu tubuh, mengecek mata bahkan mengecek bagian perut Arabella dengan alat yang Dokter miliki namun, membuat Benny terlihat kebingungan sampai akhirnya ia memutuskan untuk mendekat walaupun ada suster di sana yang menahannya namun, ia begitu ingin melihat Arabella langsung di periksa.
__ADS_1
Lalu Dokter pun tersenyum menatap seorang pria yang begitu cemas menunggu hasil dari pemeriksaan. Lalu Dokter itupun mengajak Benny untuk duduk saling berhadapan.
“ Anda suaminya?” tanya Dokter terlebih dahulu.
“ Um, ya! Saya suaminya,” sahut Benny dengan ragu-ragu meskipun ia terpaksa untuk mengakuinya.
Tanpa mengatakan apapun, Dokter itu langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan hingga membuat Benny benar-benar kebingungan namun, lagi-lagi ia terpaksa melakukannya.
“ Selamat ya sebentar lagi Anda akan jadi Daddy. Usia kandungannya sudah masuk tiga Minggu dan hal wajar bagi beberapa wanita baru hamil tapi, jangan khawatir saya akan memberikan vitamin dan obat untuk menanganinya. Sekali lagi selamat ya,” ungkap Dokter sambil tersenyum.
“ Baiklah kalau begitu saya permisi dulu. Sebentar lagi istri Anda akan sadar,” ucap Dokter yang langsung dijawab anggukan oleh Benny.
__ADS_1
Benny menatap Arabella dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia tidak kesal namun, ia hanya kasihan. Sambil menunggu Arabella tersadar, Benny dengan siap siaga menjaga wanita itu di sampingnya. Hatinya berkata.
Apa yang harus kulakukan saat ini? Pasti saat dia bangun dia akan bertanya padaku? Lalu bagaimana aku harus menerima bayi dari orang yang telah membunuh ibuku sendiri. Apa mungkin aku harus memintanya untuk segera mengugurkan janin itu seperti yang tertulis di dalam surat perjanjian? Arrghh ini sungguh membuatku dilema, batin Benny cemas. Bahkan ia menarik rambutnya dengan kasar.
Saat Benny sedang gundah gulana tiba-tiba Arabella terbangun. Ia menatap ke sekeliling ruangan sampai akhirnya ia mencoba mengingat tentang yang sebelumnya telah terjadi. Lalu melirik seseorang yang sedang menunduk gelisah hingga akhirnya Arabella menyentuh bahu Benny.
“ Eh! Udah bangun. Lapar enggak?” Benny terkejut lalu kemudian langsung bertanya dengan makanan hingga membuat Arabella mengerutkan keningnya.
“ Aku sakit apa, Ben? Tadi aku ingat kepalaku pusing terus tiba-tiba enggak tahu lagi deh. Ihhh kamu bangun-bangun langsung nanya lapar enggak bukannya bilangin kek aku kenapa," omel Arabella sembari memanyunkan bibirnya bahkan berusaha bangkit meskipun kepalanya masih sedikit pusing.
“ Duh ... Cantik. Baru bangun langsung bawel. lapar enggak ya bagus aku nanya itu artinya aku perhatian sama kamu. Makan yuk! Aku juga laper nih. Kita mendingan makan di luar aja yuk!” Benny dengan sengaja mengajak Arabella makan.
__ADS_1
“ Tuh 'kan! Kamu makin aneh-aneh deh. Enggak lihat apa aku masih pakai baju tidur masa ia makan diluar di mana harga diriku nantinya? Enggak ada akhlak emang. Udah cepat mendingan sekarang gendong aku terus kita balik ke villa baru deh kita makan tapi, aku mau makannya seafood enggak mau yang lain pokoknya!” omel Arabella dengan meminta sesuatu di pagi-pagi buta sambil bersikap manja kearah Benny bahkan menarik tangan Benny untuk menggendong dirinya.
Mendengar hal itu Benny langsung menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sambil hatinya berkata. ‘Duh! Udah hamil terus pagi-pagi udah galak malah minta aneh-aneh lagi. Seafood apa ya ku pesan? Lobster aja deh.’