
H A P P Y R E A D I N G
“ Gitu dong dari tadi jadinya mulutku enggak berbusa ngomong terus. Kalau begitu tunggu sebentar ya, Ara. Aku akan menemui mantan Papa tiriku dulu baru setelah itu kita akan pulang,” ucap Benny sambil tersenyum lalu melangkah pergi meninggalkan Arabella.
‘Brengsek! Apa yang harus kulakukan saat ini?’ batin Arabella cemas.
Benny memasuki kamarnya Aland. Terlihat jika Aland sedang berkemas-kemas dibantu oleh Rere. Kemudian Benny mencoba mendekati lalu berkata.
“ Ehem! Brother, tolong berhenti dulu. Biarkan Rere yang melanjutkan tugasmu itu. Ada hal penting yang akan kukatakan.”
Tanpa menunggu jawaban dari Aland. Benny langsung menarik tangan mantan papa tirinya.
“ Jadi begini, sebagai temanmu aku merasa kasihan melihat hubunganmu dengan wanita diluar. Dia hanya menjadi istri kedua tapi, tingkahnya begitu diluar dugaan. Jadi sebaiknya ceraikan dia sekarang juga,” hasut Benny.
“ Cerai? Cerai itu seperti berpisah 'kan?” tanya Aland kebingungan.
‘ Astaga! Bicara dengannya seperti sedang bicara dengan bayi kecil yang baru bisa berjalan. Ternyata Lena benar-benar memberikan obat itu sangat banyak bahkan dia sudah terlihat seperti orang bodoh yang tidak ada gunanya lagi,’ batin Benny sambil terus menatap Aland dengan tatapan muak.
“ Ya benar! Kamu akan bercerai, akan berpisah lalu tidak lagi tinggal bersama. Jadi begitulah yang namanya perceraian. Jadi sebaiknya ceraikan istri keduamu sekarang juga. Katakan seperti ini kita cerai! Ingat harus dengan suara yang lantang.” Dengan susah payah Benny mengajari Aland.
__ADS_1
“ Tapi, apakah itu harus?” tanya Aland semakin kebingungan.
“ Tentu saja, Aland. Itu sangat penting karena sesungguhnya Arabella itu istriku. Jadi sudah sepantasnya kalian berpisah.”
Rere yang mendengar itu menahan tawanya saat Aland sedang di bodoh-bodohi oleh Benny. Ia pun mencoba mendekati Aland juga.
“ Semua yang temanmu katakan semuanya benar, Sayang. Kau memang harus menceraikan dia karena aku istri sah mu. Sudahlah Ben, cepat bawakan Arabella kesini jangan terlalu lama. Aku sudah kesal dengan keadaan yang begitu banyak drama ini,” kesal Rere yang langsung jawab anggukan oleh Benny.
Aland yang terlihat kebingungan sampai tiba-tiba terduduk mencoba berpikir dengan semua ucapan dari Benny dan Rere. Namun, sayangnya saat ia begitu keras mengunakan otaknya justru rasa sakit kembali menyerangnya hingga membuat Rere harus membawa Aland untuk berbaring.
Dilain tempat Benny sedang berjalan kearah mantan istrinya. Ia kemudian melepaskan ikatan yang melingkar di tubuhnya Arabella tanpa berbicara sepatah katapun. Hingga membuat Arabella penasaran dengan tingkah anehnya.
“ Ben, kamu mau bawa aku kemana?”
‘ Kok sikap Benny tiba-tiba berubah? Tapi, syukurlah akhirnya aku bisa lihat Aland. Baru berpisah sebentar udah buat aku kangen,’ batin Arabella sambil melangkah bersama.
Tiba di kamar. Arabella cemas melihat suaminya yang sudah terbaring sambil memegang kepalanya. Ia ingin menyentuhnya namun, dengan tanggap Rere langsung menghentikan langkahnya itu.
“ Mau ngapain kamu deket-deket sama suamiku?” tanya Rere dengan ketusnya.
__ADS_1
“ Suami? Halu 'nya kok tinggi banget? Jangan kebanyakan mimpi deh. Udah sana minggir aku mau di samping suamiku,” sahut Arabella membalasnya dengan kasar.
Rere tidak ingin pindah dari samping Aland namun, Arabella menarik tubuh wanita itu begitu kuat bahkan dia yang sedang duduk dengan elegan sampai tersungkur jatuh tepat di bawah kakinya Benny, hingga membuat sang pewaris tahta tambang berlian itu tertawa menatap kesialan yang didapatkan oleh Rere. Namun, Benny tidak membantunya juga melainkan mengejeknya.
“ Hey, ngapain di bawah? Mau cium kakiku ya? Ha-ha-ha kasian banget sih,” ledek Benny dengan sangat puas.
“ Ben! Dasar brengsek! Aaa ... bantuin aku bangun, cepat,” rengek Rere sembari mengangkat kedua tangannya di depan Benny.
Pakaian yang di pakai oleh Rere begitu pendek dan tanpa lengan bahkan hanya sebatas menutupi dadanya namun saat ia sedang merengek-rengek agar Benny membantunya justru ucapan pedas yang Benny lontarkan.
“ Enggak mau ah geli! Kamu belum cukuran ya? Itu ketiaknya hitam. Enggak kaya Ara bersih,” ejek Benny sembari menertawai Rere.
Namun, mendengar hal itu Arabella yang sedang kesal bahkan ikut-ikutan menahan tawanya.
“ Benny! Ihhh aku benci sama kamu dasar!” ketus Rere yang berusaha bangkit sendirian lalu pergi keluar meninggalkan mereka.
“ Ya udah kalau benci,” sahut Benny yang masih tidak ingin berhenti tertawa. Namun, ia kembali fokus terhadap Ara dan Aland.
Benny memilih duduk di sampingnya Aland, kemudian ia membisikkan sesuatu di telinganya. “ Ayo Aland lakukan tugasmu yang tadi kubilang. Ceraikan dia sekarang juga.”
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa dukungan serta vote Genk. Salam sayang