
...H A P P Y R E A D I N G...
Sedari tadi bahagia hingga tiba-tiba membuat Benny terdiam sampai ia menelan ludahnya sendiri.
Bagaimana ini? Apa yang harus kukatakan? Kalau sebenarnya Aland itu tidak mati. Apa sebaiknya aku membuat makam palsu? Sepertinya memang harus jika tidak maka aku tidak bisa mendapatkan Bella kembali. Batin Benny.
Arabella terheran melihat Benny terdiam seperti sedang berpikir sesuatu hingga akhirnya ia menepuk pipi Benny sampai membuat pria itu kembali mengalihkan perhatian padanya.
“ Hey! Apa yang sedang kamu pikirkan, Ben? Lalu bagiamana bisakan kita pergi ke makamnya Aland?” tanya Bella kebingungan.
“ Um, ya tentu saja bisa kok. Jadi kapan kamu ingin kita pergi?” tanya Benny dengan serius.
“ Secepatnya, Ben. Jika perlu besok pagi!” sahut Arabella begitu ceria.
“ Ya baiklah. Besok pagi kita akan kesana dan setelah itu kita langsung fitting baju untuk persiapan pesta pernikahan kita.”
Ucapan Benny sontak membuat wanita itu terdiam. Hingga membuat Benny penasaran. “ Apa kamu tidak menyetujui kalau pernikahan kita adakan lebih cepat? Jika memang begitu ya sudah aku bisa mengerti.”
__ADS_1
Dengan cepat Arabella menggelengkan kepalanya lalu ia memegang tangan kekasihnya. “ Bukan seperti itu, Ben. Tentu saja aku mau. Tapi, aku merasa bahagia mendapatkan seseorang sepertimu. Rasanya aku benar-benar tidak pantas untukmu.”
“ Jangan berkata seperti itu, Baby. Kau tahu sejak dulu aku sudah mencintaimu makanya aku mau menikah denganmu. Sudahlah jangan terlalu banyak berpikir. Percayalah bahwa aku selalu seperti ini untukmu. Oh ya, besok tolong temani aku mengganti warna rambut.”
“ Emang pergi ganti sendiri kenapa?” tanya Arabella kebingungan.
“ Baby ... Aku takut. Di sana ada laki-laki setengah perempuan. Dia menggodaku. Ihhh rasanya aku lebih memilih bertemu hantu daripada harus bertemu dengannya,” ucap Benny sampai membuat Arabella tertawa.
“ Oh ya? Aku jadi ingin melihatmu di goda olehnya. Pasti menyenangkan!” respon Arabella dengan ceria sambil mendorong tubuh Benny dengan pelan.
“ Ya ampun. Kamu begitu tega, Baby.” Benny gemas melihat Arabella ceria. Ia lalu membawa tubuh Arabella untuk berbaring bersama. Sampai membuat Arabella kebingungan.
“ Ya kita akan tidur di sini apalagi tempat ini sudah di hias. Anggap saja ini seperti bulan muda. Jadi tidurlah supaya besok kita bangun lebih cepat. Dan biarkan aku memelukmu seperti ini,” ucap Benny sambil membawa Arabella kedalam pelukannya hingga matanya langsung terpejam.
Arabella tidak lagi menyahut ucapan Benny. Ia hanya menurut sembari membalas pelukan itu. Hingga keduanya tertidur pulas.
...----------------...
__ADS_1
Aland datang tapi, dengan pakaian yang indah. Ia menghampiri Arabella sampai membawanya pergi lalu tiba-tiba mereka berhenti di suatu tempat. Hingga akhirnya memberikan pelukan lalu dengan perlahan Aland berjalan mundur sampai keduanya terpisah oleh jurang yang curam. Entah darimana jurang itu tiba-tiba ada hingga membuat Arabella berteriak memanggil nama Aland untuk bisa menolongnya.
Tapi, Aland hanya bisa berkata. “ Jaga kandungan mu dengan baik. Aku percaya padamu bahwa kamu bisa menjaganya baik-baik tanpa diriku.”
“ Tidak, Aland! Aku tidak mungkin bisa menjaganya sendirian tanpa dirimu. Tolong bawa aku bersamamu!” Arabella berteriak histeris bahkan ia ingin melompati jurang tapi, niatnya itu hilang saat tiba-tiba Aland sudah berdiri di belakangnya.
Senyuman terlukis saat melihat Aland berada di dekatnya. Dengan cepat Arabella ingin memeluk Aland. Namun, langkahnya terhenti setelah dirinya di tusuk dari belakang. Arabella menoleh tapi, wajah orang tersebut tidak kelihatan. Lalu tusukkan itu di cabut hingga orang itu kembali menusuk tepat di perutnya hingga Arabella berteriak begitupun dengannya Aland.
“ Aww! Bayiku ... Tidak!” Teriakan itu sampai terdengar oleh Benny yang sedang tertidur di sampingnya. Hingga membuat Benny cemas dan mencoba membangunkan Arabella. Lalu saat tersadar Arabella langsung memeluk Benny tapi, ia berkata saat sedang dalam pelukan pria itu.
“ Aland, aku takut, bayi kita ingin dicelakai. Aku benar-benar takut, Aland!” ucap Arabella tanpa menatap ke wajah orang yang sedang ia peluk.
Benny langsung menarik nafasnya memburu saat mendengar nama orang lain yang Arabella ucapakan dalam pelukannya. Hingga ia merenggangkan pelukan itu sampai membuat Arabella menatap wajahnya. Dan betapa kagetnya Arabella saat melihat bahwa itu bukan Aland.
“ B-Ben! A-aku tidak bermaksud lain sungguh! Hanya saja aku baru bermimpi. Maafkan aku,” ucap Arabella merasa bersalah hingga menundukkan kepalanya tanpa berani menatap wajah Benny langsung.
Mencoba untuk bersabar meskipun hatinya tidak suka ada nama orang di sebutkan di depannya. Benny pun menarik nafasnya perlahan hingga kemudian membawa Arabella kembali kedalam pelukannya. “ Sudah, jangan terlalu banyak berpikir. Mungkin karena kita ingin pergi ke makamnya Papa jadinya kamu bisa mimpi buruk. Sebaiknya ayo kita kembali tidur dan berdoalah.”
__ADS_1
Arabella pun mengangguk mengiyakan. Ia lalu menyatukan kedua tangannya lalu berdoa. Bapa, ampunilah segala dosanya, dan terimalah dia dalam pangkuan kasihmu. Aland telah pergi mendahului ku dan mungkin benar dia ingin aku mengunjungi makamnya, batin.