
H A P P Y R E A D I N G
Tiba di sebuah mall di Kanada. Mereka berdua langsung turun dan tidak lupa saling berpegangan tangan. Diluar Aland biasa-biasa saja namun, saat mulai memasuki mall yang cukup ramai dikunjungi pengunjung. Perlahan ia merasakan pusing saat melihat begitu banyak orang berlalu-lalang. Ia mengerutkan keningnya namun, ia mencoba kuat agar tidak membuat Arabella membatalkan acara belanjanya.
Arabella begitu semangat saat melihat-lihat barang branded. Ia bahkan terus mengajak Aland berkeliling. Namun, saat semuanya mulai terasa tidak membaik Aland langsung menghentikan langkahnya hingga membuat Arabella tercengang.
“ Loh? Kok malah berhenti? Yuk dong Sayang di sana ada barang bagus tuh. Ayo! Aku males sendirian,” paksa Arabella.
“ Enggak ah, kamu aja deh aku tunggu di mobil ya,” ucap Aland tanpa menunggu persetujuan Bella untuk mengiyakan.
Dengan pasrah Arabella pun mengizinkan lalu ia kembali berbelanja sendirian. Namun, beda hal dengan Aland. Saat ia mencoba untuk kembali ke mobil ia tidak bisa fokus melihat di mana arah jalan keluar sampai akhirnya ia memilih berdiri seperti orang bodoh sembari memegang kepalanya yang terus terasa nyut-nyutan. Hingga scurity di mall tersebut menghampirinya.
“ Maaf Anda kenapa?” tanya Scurity gelisah.
“ Saya pusing sekali, tolong antar 'kan saya ke mobil,” pinta Aland sambil terus memengang kepalanya.
“ Oh baik, mari saya antar tapi, sebelumnya boleh saya tahu yang mau mobil Anda?”
“ Saya tidak tahu yang mana tapi, ini ada kuncinya,” sahut Aland sambil memberikan kunci kepada Scurity.
Scurity pun mengangguk sambil membantu Aland berjalan. tiba di parkiran mobil, bapak penolong itu kebingungan lalu ia menekan kunci tersebut untuk dapat tahu mobil dari Aland. Hingga akhirnya Aland memasuki mobilnya dan berdiam diri di dalam sana.
“ Terima kasih, Pak,” ucap Aland sembari menundukkan kepalanya.
“ Sama-sama, Tuan.”
Aland memilih tidur di bangku kedua. Ia sangat cemas dengan beberapa hari terakhir yang terus membuatnya seperti orang bodoh.
Sekitar dua jam sudah Aland menunggu di mobilnya tiba-tiba Arabella datang sembari membawa begitu banyak barang belanjaan. Ia membuka pintu mobil namun, Aland sampai terkejut saat merasakan kedatangan orang lain.
Sambil menatap istrinya, Aland kebingungan. “Maaf, kamu siapa?"
__ADS_1
Arabella yang sibuk memasukkan barang-barang miliknya sampai tercengang mendengar ucapan Aland. “Apa sih, Sayang? Jangan becanda deh.”
Aland pun mengerutkan keningnya sembari memijatnya perlahan. Ia kembali mencoba mengingat siapa wanita itu. Namun, ia sama sekali tidak bisa mengingatnya lagi. Tanpa banyak bertanya Aland memilih untuk diam sambil berusaha mencoba mengembalikan ingatannya.
Arabella masuk kedalam mobil. “Kamu kenapa sih, Sayang? Kaya orang sakit gitu. Apa kita kerumah sakit aja? Soalnya aku lihat kamu aneh banget akhir-akhir ini.”
Aland menggelengkan kepalanya. Namun, Arabella justru menarik nafasnya memburu.
“ Karena kita lagi di jalan sekarang lebih baik kita ke rumah sakit. Aku takut kamu kenapa-kenapa. Pegangan yah, Sayang. Aku sedikit ngebut nih,” ucap Arabella yang langsung menancapkan gas.
...----------------...
Tiba di rumah sakit. Aland langsung diperiksa oleh Dokter. Arabella berdiri di samping suaminya. Namun, beberapa saat Dokter pun menyudahi pemeriksaannya.
“ Bagaimana Dok, dengan keadaannya?”
Dokter mengerutkan keningnya. “Apa sebelumnya suami Anda pernah mengonsumsi obat-obatan dalam dosis yang tinggi?”
“ Tapi suami Anda sedang dalam pengaruh obat dengan dosis tinggi bahkan obat tersebut begitu bahaya jika di konsumsi berlebihan. Bisa menyebabkan rasa pusing berlebih, emosi yang tidak stabil bahkan yang cukup parah bisa hilang ingatan." Dokter menjelaskan.
“ Astaga! Apa mungkin bisa di obati, Dok?” tanya Arabella sembari melirik kearah Aland.
“ Masih bisa jika meminum obat teratur dan perbanyak istirahat. Tapi, saya sarankan sebelum meminum obat ini alangkah baiknya minum kelapa muda sesering mungkin supaya obat yang sudah berubah menjadi racun itu bisa hilang perlahan-lahan jadi nanti saat mengonsumsi obat ini bisa lebih terjamin kesembuhannya karena racun sebelumnya sudah dibuang.”
“ Baiklah, Dokter. Terima kasih.”
“ Iya, sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu, dan ini resep obatnya,” ucap Dokter sembari memberikan selembar kertas kecil.
Arabella melangkah mendekati Aland. Ia begitu cemas melihat keadaan Aland. Ia pun mencoba untuk mengusap pipi suaminya namun, dengan cepat Aland menghindar.
“ Mau apa kamu?” tanya Aland.
__ADS_1
“ Sayang, aku cuma mau sentuh kamu doang. Emangnya udah enggak boleh? Aku istri kamu loh,” sahut Arabella.
“ Istri? Sejak kapan saya menikah? Saya belum menikah, dan saya masih perjaka. Sebaiknya kamu jangan mencoba untuk berbohong,” respon Aland sungguh membuat Arabella terpukul.
“ Begini saja, biar aku tunjukkan semua gambar-gambar kenangan saat kita menikah dulu supaya kamu bisa percaya. Ayo cepat kita pulang,” ajak Arabella.
Aland merasa enggan untuk ikut dengan Arabella namun, ia akhirnya terpaksa mengikuti hingga akhirnya tiba di dalam mobil. Arabella menyetir mobilnya sambil sesekali melirik kearah suaminya. Ia begitu cemas namun, ia tidak bisa melakukan apapun. Sebelum tiba di rumah ia mencoba berkeliling untuk mencari di mana kelapa muda di jual. Namun, sayangnya sepanjang perjalanan ia tidak menemukan satu kelapa muda pun yang terjual di pasaran. Hingga dengan memberatkan hati Arabella memilih untuk segera kembali ke kediamannya.
Tiba di kediaman. Arabella langsung membantu Aland untuk turun sebab pria itu bahkan tidak sadar lagi jika dirinya memiliki rumah yang cukup indah.
“ Lena, Lena! Tolong ambilkan barang-barang saya di mobil!" teriak Arabella sambil memasuki kediamannya.
Sang pelayan bernama Lena pun langsung mengambil apa yang Nyonya besar perintahkan. Ia langsung membawanya kedalam kamar Nyonya besar..Namun, ia langsung kembali berdiri di hadapan Arabella sambil menunduk.
“ Um, maaf kalau saya lancang, Nyonya. Sebenarnya Tuan kenapa kok Nyonya bisa bawa pulang obat sebanyak ini?” tanya Lena dengan sengaja kebingungan.
“ Oh! Ini obatnya suami saya. Soalnya enggak tahu nih Dokter bilang kalau dia keracunan obat-obatan dalam dosis cukup tinggi tapi, yang saya heran 'kan dari obatnya berasal darimana. Apa kamu pernah melihat saat Tuan mengonsumsinya?”
Lena menggelengkan kepalanya. “Saya tidak pernah melihatnya, Nyonya. Bagaimana supaya kondisi Tuan lebih baik, saya buatkan bubur. Biasa yang saya dengar kalau orang lagi sakit itu harusnya makan bubur supaya membaik.”
“ Baiklah kalau begitu buatkan cepat, supaya setelah itu suami saya bisa minum obat ini langsung,” sahut Arabella.
“ Baik, Nyonya.”
Lena langsung pergi ke dapur sambil tersenyum lebar. Ia merasa senang dengan saran yang selalu diberikan selalu pula di setujui oleh majikannya. Dengan cepat Lena langsung memanaskan nasi untuk dibuatkan bubur tanpa lupa ia memberikan obat yang sudah lama di haluskan untuk diberikan kepada Aland.
Sambil mengaduknya ia tersenyum sinis. 'Dasar Arabella bodoh! Kamu pikir obat darimu bisa mempan. Sama sekali tidak berpengaruh bagi Aland karena setiap harinya aku memasukkan semua obat ini,' batin.
...----------------...
Jangan terlalu mudah menaruh kepercayaan untuk orang lain sekalipun itu adalah pelayan kita sendiri. Kita tidak pernah tahu bahwa ada udang di balik batu ~ Arabella.
__ADS_1