
H A P P Y R E A D I N G
“ Aku setuju denganmu tapi, bagaimana kita tahu di mana Aland berada?” Rere kebingungan.
“ Aku tahu. Lena sudah memberitahukan semuanya. Dia akan bekerjasama untukku, kita lihat saja Aland harus mati.”
‘ Aduh ... Sepertinya Benny tidak main-main dengan ucapannya. Bagaimana jika sampai Aland benar-benar mati terbunuh? Yah ... cintaku akan pergi. Sebaiknya aku harus membuat Benny untuk berubah pikiran,’ batin.
“ Ehem! Ben, bagaimana kalau kita menyiksa mereka berdua? Maksudku jangan membunuh Aland tapi, lebih baik kita menyiksa saja. Anu, aku tidak tega melihatnya.”
Benny melihat Rere dengan tatapan aneh. “ Apa kau mencintai dia?”
“ Ya eh! Tidak! Anu, arrggh! Maaf aku tidak bisa berbohong. Sejujurnya aku memang mencintai dia,” sahut Rere sembari menundukkan kepalanya.
“ Baiklah, aku ada ide. Karena kematian adalah pembalasan yang memiliki sakit sekali tapi, penyiksaan sungguh membuatnya menderita. Kita harus memisahkan hubungan Aland bersama dengan Arabella. Mereka tidak boleh hidup bahagia. Jika perlu Arabella harus menjadi budak ku!” Benny geram.
“ Yah! Itu terdengar lebih menarik. Baiklah ayo kita pulang,” ajak Rere.
__ADS_1
Mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah itu. Tiba di mobil keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing bahkan mereka tidak saling menyapa. Sampai di rumah Benny langsung mengambil ponselnya untuk memberikan tugas kepada Lena sebagai pelayan di tempatnya Aland. Namun, tidak tahu dengan tugas yang akan di berikan.
...----------------...
...----------------...
Di sisi lain. Aland bersama Arabella sedang beristirahat karena mereka baru sampai di rumah baru. Rumah yang tidak terlalu besar namun, cukup di huni oleh sepuluh orang. Aland yang berada di samping Arabella langsung memeluknya.
“ Bagaimana perasaanmu, Bella?” tanya Aland dengan sengaja.
“ Perasaanku? Perasaan yang seperti apa?” sahut Bella.
“ Aku juga ikut bahagia, hanya saja aku merasa sedikit khawatir, Aland. Aku takut sampai Benny benar-benar membalaskan dendam bahkan jika sampai dia tahu dengan kematian ibunya. Aku sungguh takut,” cemas Arabella.
“ Tidak perlu takut, Bella. Ada aku di sini yang selalu bersamamu.”
...----------------...
__ADS_1
Dua bulan kemudian. Kehidupan Aland bersama Arabella baik-baik saja. Mereka berdua bahkan akan mengelar pernikahan hari ini. Setelah memantapkan semuanya bahkan Aland juga sudah mendapatkan pekerjaan hingga akhirnya mereka menikah.
Aland begitu bahagia bahkan berkali-kali ia menenggelamkan pelukannya kepada istri tercinta. Begitupun sebaliknya Arabella membalas semua perlakuan yang dilakukan oleh Aland.
“ Sayang, aku bahagia ... Banget! Akhirnya impianku tercapai,” ucap Aland dengan penuh cinta.
“ Ya, aku juga sama denganmu, Aland. Semuanya tidak terpikirkan olehku namun, sekarang semuanya menjadi nyata. Aku bisa menikah dengan orang yang aku cintai. I love you my beloved father-in-law,” sahut Arabella sambil tersenyum.
“ I love you too, my wife,” sahut Aland sembari mengecup bibirnya Arabella dengan penuh kelembutan.
Aland begitu bahagia sampai tidak henti-hentinya mendaratkan ciumannya kepada Arabella. ‘Semoga hidup kita bahagia selamanya, istriku.’
...----------------...
Di sisi lain. Benny tersenyum puas saat mendengar pernikahan mereka di gelar. Lena selalu memberikan informasi kepada tuannya. Benny dengan sengaja tidak melakukan apapun kepada kehidupan Aland, sebab dia hanya ingin melihat pernikahan di atas kehancuran. Pernikahan yang dihiasi dengan penderitaan, tangisan juga darah.
__ADS_1
Berikan dukungan, like, koment dan vote. Sebanyak-banyaknya ya. Agar tidak bosan crazy up. Terima kasih jika berminat bisa mampir di novel lain. Salam sayang Meldy Ta.