
...H A P P Y R E A D I N G...
(Kediaman Benny)
Suara tangisan bayi memecah keheningan dalam kediaman itu. Brian kecil sering sekali menangis sampai-sampai membuat Arabella kewalahan menjaga anaknya. Seperti saat ini. Brian menangis meminta asi pada Arabella tetapi, karena Bella sedang mengandung hingga ia sudah menghentikan memberikan asi namun, itu tidak berarti bagi Benny. Dia bahkan ketagihan dengan asi milik anaknya sampai-sampai membuat Brian kecil menangis.
“Sayang! Lihat Brian kecil bentar! Aku mau bikin asi buat dia!” teriak Arabella sembari berjalan kearah dapur.
“Iya, Baby. Iya,” sahut Benny sambil berjalan mendekati anaknya.
Benny langsung membawa Brian kecil kedalam gendongannya. Ia mencoba menghentikan tangis bayi itu dengan berbagai hal kekonyolan yang ia buat namun, saat dirinya sedang sibuk-sibuknya bersama sang anak. Tiba-tiba seorang pelayan yang menjaga kediaman itu berlari menghampiri Benny dengan ketakutan.
Nafasnya terengah-engah saat ia bertemu dengan Benny sampai membuat Benny panik. “Hey! Ada apa?”
“Huh maaf, Tuan. Di luar ada papanya Tuan. Dia juga membawa pistol. Semua orang diluar sudah ketakutan dengannya,” ucap pelayan itu sembari menunduk ketakutan.
__ADS_1
“Apa?! Papaku? Dia juga membawa pistol. Ya sudah kamu tolong jaga Brian kecil dan istriku. Kamu bersama pelayan yang lain harus tetap berada di dalam rumah dan kunci pintu. Bila perlu hidupkan musik dan jangan sampai istriku tahu. Jika dia menanyakan aku kemana katakan aku sedang membeli sesuatu diluar,” pesan Benny yang langsung di jawab anggukan oleh pelayan itu.
Apa mungkin Aland ingin membalas dendam? Tapi, dari mana dia bisa mendapatkan pistol? Ah sial! Aku tidak memiliki senjata. Bagaimana ini? Batin Benny dalam kepanikan.
...----------------...
(Flashback - Saat Aland sadar sampai datang ke kediaman Benny)
Selama dua tahun Aland melakukan pengobatan rutin. Ia setiap harinya meminum obat bahkan dirinya terus melakukan pengecek setiap sebulan sekali. Segala cara ia lakukan mulai dari menulis kembali apa yang dia ingat hingga dirinya mencoba berjalan-jalan sepanjang perjalanan. Saat ia tidak tahu arah dirinya melihat pesta pernikahan dan saat itupun dia mulai mengingat bahwa dirinya pernah menikah kedua kalinya bersama dengan Rossa dan Arabella. Sampai seterusnya hingga dirinya bisa mengingat apapun itu juga. Lalu Dokter mulai menyarankan jika obat-obatan hanya perlu di minum satu kali selama seminggu dan itu harus bertahan selama dua bulan.
“Kamu telah bekerja begitu keras. Saya salut dengan orang profesional sepertimu. Jadi untuk itu terimalah hadiah ini apalagi setelah saya mendengar bahwa kamu pernah di berikan obat-obatan dengan dosis cukup tinggi sampai kehilangan ingatan. Dan ini sebagai hadiah meskipun tidak seberapa tapi, bisa untuk membuatmu lebih kuat. Oh ya jika perlu saya akan membantumu untuk menuntut orang yang telah menganiaya mu,” ucapnya Bos Aland dengan panjang lebar sambil mengeluarkan pistol dari dalam tempatnya.
Aland mengangguk-anggukkan kepalanya serta tersenyum. “Terima kasih, Pak. Atas hadiah ini. Saya akan menerima hadiah ini tapi, maaf bukannya saya tidak ingin untuk melibatkan Bapak kedalam permasalahan saya. Tapi, karena usia Bapak sudah seharusnya berdiam diri di rumah jadi alangkah baiknya Bapak cukup mendengar kabar baik dari saya.”
“Baiklah, Aland. Jika memang keinginan kamu seperti itu saya tidak masalah. Semoga kamu bisa menghadapi permasalahan ini dan bisa membuat orang itu menyesal telah membuatmu menderita.”
__ADS_1
“Ya, Pak. Jika begitu saya pamit dulu,” ucap Aland sembari menundukkan kepalanya lalu keluar dari ruangan tersebut.
Menggenggam pistol sembari mengeraskan rahangnya diikuti dengan tatapan matanya yang tajam. Lalu memasuki mobilnya, mobil itu hasil dari kerja kerasnya sebagai bodyguard. Aland langsung menancap gas untuk pergi ketempat Benny bersama Arabella.
Saat itupun Aland belum mengingat jika dirinya sudah bercerai. Ia hanya mengingat kalau ia masih menikah. Melajukan mobil dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya dirinya tiba di depan pintu gerbang rumah itu.
Menatap pagar sembari berkata. “Pasti saat aku tidak ada kamu sudah begitu banyak terluka, Bella. Aku tidak akan memaafkan Benny yang telah melukaimu. Aku akan membawamu pergi dari penderitaan kita.”
Aland menabrak pagar dengan mobilnya. Ia begitu tidak santai. Sampai membuat para penjaga dari kediaman itu ketakutan. Hingga salah seorang pergi menemui Benny.
...----------------...
Flashon
Dengan menarik nafas dalam-dalam Benny memberanikan dirinya keluar dengan tangan kosong meskipun Aland memiliki senjata. Mereka saling memandang dengan tatapan tajam. Hingga akhirnya Aland mencoba mendekati Benny sembari menyodorkan pistolnya.
__ADS_1
Membuat Benny menelan ludahnya saat melihat pistol sudah berada di depan kepalanya. Batinnya berkata, mungkinkah hidupku akan berakhir sekarang?