Mertuaku Perjaka! Mencintaiku

Mertuaku Perjaka! Mencintaiku
Kebucinan


__ADS_3

...H A P P Y R E A D I N G...


Ucapan Benny terhenti saat tiba-tiba Arabella berjalan kearahnya hingga membuat Benny mematikan ponsel sebelah pihak tanpa memberitahukannya terlebih dahulu.


“ Be-Bella, kupikir kamu sudah tidur,” ucap Benny dengan gelagapan.


“Bagaimana aku bisa tidur aku bahkan belum sarapan lagipula ini masih pagi masa aku harus tidur,” sahut Arabella sambil menarik tanganku hingga ia bawa duduk di sofa bersamanya.


Untung aja Bella enggak denger pas aku lagi teleponan sama Rere, batin Benny yang hanya bisa pasrah saat Arabella membawanya.


Dengan sengaja Benny duduk sambil menatap Arabella bahkan ia mencoba untuk mengusap rambut Arabella sampai membuat wanita itu terheran dengan ulahnya Benny.


“Mau ngapain pegang-pegang?!” ketus Arabella sembari menjauhkan dirinya.

__ADS_1


“Jangan galak gitu dong, Bella. Eh! Bentar deh aku mau ngomong sesuatu. Ini penting banget.” Seakan sedang ingin berbicara serius Benny dengan sengaja ingin mengungkapkan sesuatu hingga dirinya mencoba lebih mendekat meskipun Arabella sudah lebih dulu menjauh.


“Apa kamu enggak mau menikah lagi, Bella? Maaf bukan maksudku tidak menghargai kamu yang sedang berduka atas kehilangan Aland tapi, lihat dirimu sebentar lagi perutmu akan membesar lalu saat bayimu lahir tentu saja dia akan bertanya tentang papanya. Yah emang sih bayi baru lahir enggak langsung nanya tapi, ini memperhatikan. Bahkan jika dia sedang bersama teman-temannya pasti mereka juga penasaran. Aku hanya prihatin dengan kondisi anakmu nantinya meskipun aku yang akan menghidupinya tapi, tetap saja dia ingin tahu siapa ayahnya,” sambung Benny.


Yes! Semoga aja setelah aku mempengaruhi pikirannya. Arabella bisa kembali padaku apalagi aku sangat takut jika nantinya Aland kembali bahkan Rere bilang dia sudah bisa mengingat sekilas bayangan dari Arabella, batin Benny sambil terus menatap Arabella yang sedang terdiam setelah ia mengatakan semuanya.


“Ben, apa kamu tidak ada pembicaraan lain selain dari ini?” tanya Arabella dengan ketus sembari bangkit namun, dengan cepat Benny menahan lengannya hingga membuat wanita itu kembali terduduk bahkan Benny dengan sengaja mengunci kedua kaki Arabella dengan kakinya hingga tidak bisa lagi mencoba pergi.


“Diam di sini jangan pergi di saat aku sedang berbicara. Ingat surat perjanjian karena aku di sini adalah Tuan mu sekaligus calon suami masa depan.” Benny begitu kepedean hingga ia mengatakan apapun yang dia suka sambil terus menahan Arabella.


“Iya-iya sabar katanya lima menit lagi dateng kok. Eh! Bella, ulang tahun kamu kapan sih?” respon Benny sambil bertanya dengan mendekatkan diri sangat dekat hingga membuat Arabella mendorongnya dengan pelan.


“Emang buat apa? Mau dikasih surprise ya?! Kalau iya ulang tahunku tanggal 5 bulan April. Terus aku maunya di hadiahi mobil sport atau kalau enggak berlian kamu aja. Kamu 'kan banyak tuh nyimpen berlian. Kasih ya, Benny tampan ....” Arabella mencoba menggoda Benny dengan menaikkan kedua alis matanya hingga tersenyum manis.

__ADS_1


Ingin tertawa melihat Arabella begitu antusias namun, justru tatapan tajam yang diperlihatkan oleh Benny kepadanya. “Ternyata aku baru tahu kalau kamu juga seperti ular diam-diam berbisa. Diam-diam menginginkan harta.”


“Ihh serah deh! Masa aku ular sih? Jelek banget tahu geli!” ketus Arabella sambil memukul Benny dengan keras meskipun pria itu tidak merasakan sakit.


“Ya abisnya kamu jawabnya gitu. Tapi, enggak apa-apa deh buat kamu semuanya aku kasih. Jantung sama ginjal kalau mau sekarang aku belah,” sahut Benny dengan sambil menahan senyumnya.


“Oh ... gitu! Sini aku belah!” ketus Arabella sembari membuang mukanya. Namun, saat itu juga Benny lagi-lagi mencuri ciuman dari Arabella. Hingga membuat mereka kedua kalinya saling bertabrakan bibir tanpa adanya perlawanan dari Arabella.


Saat ciuman itu sedang berlangsung Benny terus mencoba membuat Arabella nyaman sambil membawa kedalam pangkuannya hingga akhirnya Bella terduduk sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Benny.


Bella, aku ingin memberikan hadiah yang paling spesial di hari ulang tahunmu nanti. Maafkan aku jika dulu aku melamar mu dengan cara yang tidak pantas tapi, sekarang aku berjanji bahwa lamaran ini yang paling berkesan untukmu nanti. Semoga saja kamu mau menerimaku kembali, batin Benny disela-sela ciumannya.


...----------------...

__ADS_1


Si Ben Ben mulai lagi ngehalu ditambah ngebucin kwkwk. Hari ini novel baru sudah publis Cintai aku Tuan Muda. Klik di profil atau cari di pencarian.



__ADS_2