
...H A P P Y R E A D I N G...
Mereka perlahan melepaskan ciuman yang sedang terjadi. Hingga akhirnya mereka berdua saling menatap satu sama lain lalu tiba-tiba mata Arabella membulat sempurna saat merasakan benda keras menyentuh miliknya. Sebab dirinya berada di atas pangkuan Benny apalagi pria itu hanya memakai celana pendek dan iya masih lengkap dengan pakaian tidurnya yang tipis hingga begitu mudah di rasakan oleh Arabella.
Dengan cepat Arabella ingin menjauh namun, saat itu juga Benny mengeratkan pelukannya sampai Arabella tidak bisa pergi.
“ Kau tahu itumu di bawah sedang bangkit jadi lepaskan aku, Ben,” paksa Arabella sambil mencoba pergi dengan memindahkan tangan Benny di belakangnya namun, tenaganya hanya sia-sia.
“ Aku tidak mau, biarkan seperti ini. Adikku memang tahu saat-saat yang tepat untuk beraksi.” Dengan sengaja Benny menjawab dengan sedikit menggoda Arabella.
Mendengar ucapan Benny membuat Arabella tersenyum sampai kedua matanya menutup sipit saat sebuah senyuman terlukis di wajahnya. Apa mungkin aku sudah jatuh hati padanya? Batin Arabella di sela-sela ia tersenyum.
Senyumannya begitu indah bagai bidadari, hingga membuat Benny terkesima sampai matanya berbinar-binar menatap Arabella dengan penuh cinta. Lalu dengan sengaja Benny ingin kembali membawa Arabella terbang dengan ciumannya namun, tiba-tiba tok tok tok. Suara ketukan pintu membuat Benny kesal hingga Arabella tertawa.
__ADS_1
“ Bukan waktu yang tepat. Mungkin lobster ku sudah datang!” Begitu antusiasnya Arabella bangkit dari pangkuan Benny. Ia langsung berlari menuju pintu gerbang padahal pelayan ada.
Saat pintu ia buka raut wajah cerianya hilang bahkan berganti keheranan. Yah kirain lobster datang, batin.
Seorang pria berdiri dengan tegak sambil menatap Arabella dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tatapannya begitu tajam. Namun, semenit kemudian pria itu memberikan pelukan kepada Arabella dengan tiba-tiba hingga membuat Arabella terkejut. Benny yang sedang berjalan kearah pintu sampai berlari saat melihat wanitanya sedang di peluk pria lain.
Menarik tangan Arabella dengan kasar hingga wanita itu terjatuh kedalam pelukan Benny. “ Lo dateng-dateng main nyosor aja!” ketus Benny.
“ Jadi ini kakak ipar ku. Cantik ya! Bisa di gandeng bentar enggak nih, Ben?” tanya Halu sembari menaikkan kedua alisnya saat masih bersalaman namun, dengan sengaja tangan Arabella tidak ia lepas.
Dengan cepat Benny memukul tangan Halu hingga pria itu kesakitan. Namun, ia membawa Arabella untuk berdiri dibelakangnya sampai membuat Halu kesal melihat Benny begitu sensian.
“ Gandeng pala Lo. Lagian ngapain sih datang kesini? Sana deh mendingan balik kuliah lagi,” ketus Benny tanpa menyuruh Halu untuk masuk terlebih dahulu bahkan mereka saling menatap tajam di depan pintu.
__ADS_1
“ Ben, gua itu sengaja kesini abisnya gua harus kemana lagi coba? Pas gua ke rumah Lo yang dulu udah di tempati sama orang lain ya udah deh gua tahunya cuma villa ini doang. Lagian kuliah lagi libur semester. Oh ya kakak ipar, kok mau sih nikah sama dia? Tahu enggak dia kalau tidur suka ngorok!” Ledekan Halu sampai membuat Benny kesal setengah mati namun, pria itu langsung berlari untuk menghindar dari amarah Benny.
“ Brengsek Lo, Haluan! Awas ya kalau bikin gua repot gua tendang Lo keluar!” ketus Benny sambil melemparkan sepatu kearah Halu yang sedang berlari. Sikap mereka memang seperti kucing jantan yang selalu berebut makanan.
Halu Cayton, mahasiswa semester akhir berusia 23 tahun. sering di panggil oleh teman-temannya Halu atau Haluan. Karakternya yang humoris, sadis tapi, romantis meskipun playboy abis! Anak yatim piatu yang telah dibesarkan oleh keluarga Benny karena mereka sepupuan. Ia sedang menimba ilmu di salah satu kampus ternama di Kanada. Namun, karena jarak kediaman yang lumayan jauh dari keluarga Ton hingga ia memutuskan untuk menyewa rumah di dekat kampusnya.
...----------------...
Ada yang penasaran enggak sebenarnya si haluan ini siapa? Kwkwk. Genk novel yang ini udah mulai publis loh!
__ADS_1