Mertuaku Perjaka! Mencintaiku

Mertuaku Perjaka! Mencintaiku
Bertemu seseorang


__ADS_3

...H A P P Y R E A D I N G...


Rere terkejut saat Aland membentaknya. Namun, ia tidak menghindar bahkan mencoba untuk mendekati Aland kembali.


“ Aland, aku ini istrimu jadi jangan membentak ku!” balas Rere tanpa rasa takut.


“ Jika kamu istriku jadi jangan halangi jalanku! Kamu mengerti?!" tegas Aland yang langsung melangkah pergi.


Astaga! Bagaimana ini? Jika terus-terusan Aland melakukan pengobatan tentu saja dia pasti akan mengingat semua ingatannya kembali tapi, jika aku tidak mengobatinya dia juga tidak sempurna. Bahkan aku tidak mau hidup dengan orang yang tidak bisa apapun. Sepertinya aku harus meminta Aland untuk memberikan keturunan padaku dan jika nantinya dia kembali mengingat Arabella. Pasti saat itu dia juga tidak akan melepaskan ku, batin Rere saat mencoba mengikuti Aland pergi.


Merasa langkah mereka semakin jauh hingga tiba di pintu gerbang rumah sakit. Namun, tiba-tiba Aland berhenti. Ia menatap luasnya dunia namun, dirinya seperti kebingungan lalu ia memilih untuk menoleh kebelakang.


“ Rere, apa keluar dari sini aku bisa langsung kembali ketempat ingatanku sebelumnya? Tapi, aku merasa seperti bukan di tempat itu.” Aland menarik nafasnya pelan setelah mengatakan apa yang membuat dia bingung hingga akhirnya dia memilih untuk berbalik sampai membuat Rere keheranan.

__ADS_1


“ Lalu sekarang mau kemana?” tanya Rere sambil ikut-ikutan berbalik.


“ Aku tidak tahu harus kemana. Yang kupikir hanya ingatanku ini. Siapa dan di mana aku mengingat wanita itu. Apa mungkin menurutmu aku sedang berhalusinasi?” Aland terus melangkah sambil memberikan beberapa pertanyaan yang mengganjal di otaknya.


Namun, Rere mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan. Ia mengusap bahunya Aland dengan penuh kasih sayang. “ Ya, kamu hanya sedang halusinasi. Aku juga sudah bilang kita kesini hanya untuk berobat jadi mana bisa kamu temukan orang dalam ingatanmu di sini. Sebaiknya ayo kita kembali ke dalam.”


Dengan anggukan rasa malas Aland pun menyetujuinya meskipun ia masih terus berharap bisa menemukan jawaban dari setiap Kebingungannya. Ia terus berjalan dalam gandengan Rere. Namun, beda halnya dengan Rere yang melangkah sembari sesekali menatap Aland.


Tiba di ruang inap. Rere langsung menyuruh Aland untuk berbaring. Aland hanya terpaksa mengiyakan. Rere merasa jika dia sedang sedikit kelelahan lalu ia berkata pada Aland.


“ Bolehkah aku tidur? Rasanya tubuhku sangat lelah,” pinta Rere sambil menguap.


“ Ya tentu saja tidurlah. Aku juga akan tidur,” sahut Aland yang langsung rebahan.

__ADS_1


Rere berjalan ke sofa hingga ia tertidur pulas. Namun, tidak dengan Aland. Diam-diam ia bangun lalu memastikan agar Rere benar-benar tertidur. Dirinya ingin pergi tapi, tiba-tiba ia teringat jika uang adalah segalanya. Ingatannya tentang uang sudah kembali apalagi berkali-kali Dokter pernah menjelaskan uang seperti apa dan untuk apa.


Aku tidak punya uang lalu bagaimana aku harus pergi? Batin Aland kebingungan sembari mencari uang di saku celananya.


Setelah berpikir keras hingga sukses mendapatkan cara untuk dirinya lepas. Aland berjalan pelan-pelan untuk mengambil tas milik Rere. Ia pun membukanya dengan perlahan hingga akhirnya ia melihat begitu banyak uang di dalam namun, tanpa tinggal diam Aland memindah ponsel serta alat-alat make-up dari dalam tas wanita itu lalu dia langsung melangkah keluar setelah mencoba melepaskan ikatan silang infus di tangannya. Sembari membawa uang bersama tas tersebut.


Aland yang sudah pernah mencoba untuk keluar dari rumah sakit hingga saat itu ia sudah tidak kesusahan menemukan jalan untuk pergi. Tiba di luar rumah sakit ia memilih berjalan kaki sepanjang jalan itu. Namun, ia melihat ada sekumpulan orang sedang berdiri di halte. Ia pun melakukan hal yang sama karena dirinya tidak tahu harus melakukan apalagi.


Seperti orang bodoh Aland menatap orang lain dengan tatapan aneh bahkan seperti mencoba berpikir dengan apa mereka lakukan. Hingga seorang pria tua berjalan mendekatinya. Namun, Aland ketakutan hingga ia mencoba mundur. Tapi, pria tua tersebut justru menarik tangannya hingga tiba-tiba bus datang. Lalu semua orang berjalan masuk kedalam tapi, tidak dengan Aland yang terus mencoba melepaskan tangannya. Hingga pada akhirnya pria tua itu memanggil kernet bus untuk membantunya menarik tangan Aland dengan kuat sampai membawanya masuk kedalam bus.


...----------------...


Haii Genk! Aland ketemu orang baik atau jahat ya? Tahu enggak part selanjutnya ulangtahunnya Arabella loh. Ada yang mau ucapin? Kwkwk

__ADS_1


__ADS_2