
...H A P P Y R E A D I N G...
Benny pasrah dengan permintaan Arabella. Mereka berdua pun mencari di mana adanya pohon mangga yang sedang berbuah tapi, sayangnya daerah mereka berdua tidak ada, jikapun ada hanya pohonnya saja. Sampai akhirnya Benny memutuskan untuk berkali-kali. Menjalankan mobil dengan pelan.
Sepanjang perjalanan begitu sulit mencarikan buah tersebut namun, tiba-tiba Arabella melihat masakan bebek hingga membuatnya ingin makan. Padahal sebelumnya Arabella tidak menyukainya.
“Sayang, mampir di rumah makan itu yuk!” pinta Arabella sambil menunjuk kearah salah satu restoran.
“Bukannya kamu enggak suka makan bebek? Nanti kalau mual-mual abis makan itu gimana? Mendingan kita cari mangga aja ya, Baby.” Benny tidak menyetujuinya ia hanya takut.
“Aaa enggak mau! Aku mau makan itu, Sayang!” paksa Arabella sambil merengek meminta.
Benny pun mengiyakannya daripada bertambah masalah. Mereka berdua akhirnya berhenti di depan restoran. Namun, saat ingin membuka pintu mobil untuk istrinya. Benny tidak sengaja memandang kedalam restoran hingga membuat matanya melotot sempurna dan menelan ludahnya sendiri.
Apa mataku sudah salah melihat? I-itu Aland? Untuk apa dia di sini? Jika Bella turun di sini maka nasibku yang baru menjadi pengantin bisa gagal, batin Benny.
Benny bergegas masuk kembali kedalam mobilnya. Sampai membuat Arabella terheran hingga membuatnya bertanya.
“Sayang, kok kamu masuk lagi? Aku mau makan itu kenapa malah enggak jadi?”
“Aku mau mual, Baby. Mungkin ini efek dari kamu yang tidak biasa makan bebek terus sekarang malah minta itu. Gimana kalau nanti aku muntah di sini. Kita pulang aja ya lain kali kita kesini ya, Sayang. Kita pergi lihat-lihat restoran yang lain yuk!” ucap Benny sembari mencoba mengusap rambut Arabella agar tidak marah.
__ADS_1
Dengan wajah cemberut Arabella menganggukkan kepalanya mengiyakan sembari menunduk. Rasanya aku hanya ingin makan itu saat ini. Bukan bebeknya tapi, keinginan bayiku hanya ingin kesini, batin.
Benny pun memutar balikkan mobilnya. Saat Benny sedang memutarkan mobil tatapan Arabella justru berpaling kearah dalam restoran hingga ia melihat sosok pria yang sudah lama pergi darinya.
“Sayang! Stop! Kita berhenti dulu ya. Rasanya aku seperti melihat Aland. Please! Kita kedalam yuk, Sayang ...,” ajak Arabella dengan mencoba menggoda suaminya.
Benny menggelengkan kepalanya. “Lebih baik kita langsung pulang, Baby. Apalagi sekarang kamu sudah berhalusinasi melihat seseorang yang telah pergi ke langit. Tenangkan dirimu jangan banyak berpikir.”
Benarkah aku sedang berhalusinasi? Batin Bella kebingungan.
Benny dengan cepat pergi dari tempat itu mereka langsung menuju ke pulang. Saat dalam perjalanan Benny tidak tega menolak permintaan istrinya untuk makan bebek hingga akhirnya ia mengirimkan pesan kepada salah seorang pelayan untuk membelikan untuk istrinya. Tiba di rumah pun Arabella tidak begitu banyak berbicara. Ia hanya terdiam.
“Jon, cepat cari Aland untukku. Tadi aku tidak sengaja melihatnya ke restoran bebek di jalan laksmana. Aku tidak sengaja melihatnya di sana. Ingat jangan sakiti dia hanya buat dia pingsan lalu bawa dia,” perintah Benny kepada anak buahnya.
“Siap, Tuan! Perintah kami laksanakan!”
Benny langsung mematikan ponselnya lalu mencari nama panggilan kearah Rere. Beberapa saat panggilan langsung terjawab.
“Cepat datang kesini. Sekarang!" perintah Benny dengan tegas meskipun Rere di sebelah sana sedang makan.
“Sekarang? Oh tidak bisa. Aku lebih baik mengenyangkan perutku daripada langsung kesana,” jawab Rere dengan mulut penuh dengan makanan.
__ADS_1
“Sekarang datang atau aku memaksamu untuk datang? Baiklah jika memang aku harus memaksamu,” ancam Benny.
“Eh! Jangan, jangan! Baiklah aku akan datang kesana kesana. Kau ini memang selalu keinginanmu harus di penuhi,” kesal Rere. Namun, saat itu Benny langsung mematikan ponselnya sepihak.
Benny keluar dari kamar mandi lalu saat dalam perjalanan kembali ketempat Bella. Ia mengeraskan rahangnya saat ancaman sedang berkeliaran di sekitarannya. Tatapan tajam sembari menatap photo Aland yang tersangkut di atas dinding lengkap dengan hiasan bunga yang melingkarinya.
Aland, kamu tidak bisa kembali kesini. Aku akan membuatmu pergi. Sejauh-jauhnya, batin Benny.
...----------------...
...Dua tahun kemudian...
Selama dua tahun itu Benny terus mencari keberadaan Aland. Ia mengutus puluhan orang untuk bisa menemukan pria itu bahkan Rere juga ikut dalam pencarian. Namun, seperti di telan oleh bumi Aland sama sekali tidak bisa di temukan. Hingga membuat Benny frustasi jika sewaktu-waktu Aland kembali.
Dalam waktu itu juga. Arabella telah berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Brian Dayton, dan tetap memakai nama keluarga Ton meskipun anak dari Aland. Brian sudah berumur satu tahun. Dan saat itu juga Arabella sedang mengandung benih dari Benny. Usia kandungannya sudah memasuki lima bulan. Karena kasih sayangnya Benny selama ini akhirnya ia sendiri yang memberikan nama untuk bayi itu.
Benny begitu bahagia apalagi dirinya juga akan mendapatkan bayi perempuan. Mereka juga telah mengecek hasil dari jenis bayi mereka. Berbeda dengan saat kehamilan bayi Brian. Arabella begitu manja kepada Benny. Ia bahkan tidak ingin sedikitpun untuk berjauhan. Bahkan ia ingin menempel setiap waktu meskipun Benny sedang bekerja.
...----------------...
Genk! Perang mau di mulai tapi, uwu-uwuan si Benny makin banyak. Oh ya guys tanggal 1 February nanti akan publis satu novel di sini. Sehari sebelum itu judul akan di umumkan.
__ADS_1