
...H A P P Y R E A D I N G...
“Tunggu, apa maksudnya dengan anak? Apa mungkin Arabella mengandung anakku?” tangan Aland tanpa melepaskan tangannya Rere.
Mungkinkah dia tidak mengetahui tentang anaknya? Tapi, sepertinya memang benar, batin Rere.
Rere pun tidak jadi pergi lalu ia membawa Aland untuk kembali duduk.
“Begini, Aland. Setelah kamu hilang ingatan dan kalian bercerai. Tidak lama dari itu Arabella mengandung anakmu dan sekarang dia telah berumur satu tahun. Namanya Brian Dayton. Dia lahir dengan sempurna apalagi Benny begitu menyayanginya seperti anaknya sendiri. Oh ya apa kamu tahu jika Benny bersama Arabella juga sudah menikah?”
“Apa? Mereka menikah?! Tapi, bagaimana caranya? Bukankah aku dengan Arabella masih berstatus suami dan istri?” Aland begitu kebingungan hingga membuatnya benar-benar tidak menyangka.
“Ya-ya tapi, hari itu kamu sudah menceraikannya. Jadi Benny langsung mencari kesempatan untuk itu. Aland, apakah kamu berniat untuk kembali mengambil Arabella?”
“Ya! Aku tidak ingin wanitaku di rampas oleh laki-laki manapun apalagi Benny. Dan aku akan mengambil anakku juga.” Tekadnya begitu kuat hingga membuat Rere menatapnya penuh kasih sayang namun, dengan cepat ia mencoba untuk menepis cintanya itu.
__ADS_1
“Ya sudah, Aland. Aku pergi dulu. Semangat! Semoga Arabella kembali padamu," ucap Rere mencoba untuk tetap tegar.
Rere melangkah keluar dari rumah itu dengan mata berkaca-kaca. Aland, aku akan mencoba untuk melupakanmu walaupun itu sulit tapi, aku akan mencobanya. Semoga nanti aku bisa mendapatkan orang yang benar-benar mencintaiku.
Rere langsung kembali ke mobilnya. Ia dengan sengaja mematikan ponselnya agar Benny tidak dapat menghubunginya lagi. Meskipun ia harus kehilangan uang satu miliar yang sudah Benny janjikan namun, dirinya benar-benar ingin melupakan semuanya hingga saat itu juga dia pergi untuk memesan tiket pesawatnya.
...----------------...
(Arabella)
Dulu dirimu pernah membuatku terbang bahkan hingga naik ke bintang-bintang, namun kini diriku kau hempaskan jauh ke dalam jurang yang curam. Ragaku memang terlihat masih tetap seperti dulu tapi, tidak dengan hatiku. Seharusnya, jangan pernah buat aku mencintaimu hingga pada akhirnya kau membuatku kecewa. Terduduk diam menyendiri dalam kesedihan. Memikirkan semuanya sendirian. Kenapa rasanya orang yang aku cintai, aku banggakan justru mencoba untuk menyakitiku? Haruskah aku terus berdiam diri seperti ini? Benny, aku sudah begitu menyayangimu tapi, kamu dengan sengaja membuatku kecewa.
...Dua hari kemudian...
(Kediaman Benny)
__ADS_1
Benny begitu frustasi saat istrinya pergi darinya. Ia terus mencoba menghubungi namun, setiap kali Arabella menolak panggilannya. Ia tidak ingin menunggu lagi waktu yang lama hingga ia memutuskan untuk langsung pergi menemui Arabella. Namun, tiba-tiba saat dirinya sedang ingin keluar seseorang yang menjadi pengacau di dalam hidupnya ada di depannya.
Aland dengan sengaja datang ke kediaman itu untuk bertemu dengan Arabella. Hingga ia celingak-celinguk bahkan berteriak memanggil nama Arabella dengan sebutan sayang langsung di depan Benny.
Benny yang sedang kesal sampai mendorong tubuh Aland dengan kuat. Ia begitu berani karena pistol tidak terlihat di tangannya.
“Untuk apa lagi kamu kesini, Papa?” tanya Benny yang dengan sengaja memanggil Papa.
“Kamu masih memanggilku dengan sebutan itu? Kenapa memangnya? Apa supaya aku sadar diri, begitu? Sudahlah aku kesini hanya untuk bertemu dengan Bella. Di mana dia?” tanya Aland sambil mencoba masuk kedalam rumah itu meskipun tanpa meminta izin.
“Hey! Di mana kamu sembunyikan Bella bersama anakku?!” tanya Aland dengan tegas sambil menarik kerah bajunya Benny dengan kasar.
“Dia tidak ada di sini, begitupun dengan anakmu. Jika memang kamu menginginkan anakmu itu maka ambillah,” ketus Benny tanpa menatap ke wajahnya Aland.
Apa Aland akan mengambil anakku? Semoga saja dia tidak mengambilnya karena bagaimanapun aku sudah menganggapnya sebagai anakku dan aku juga mencintai Brian seperti aku mencintaimu Bella, batin Benny.
__ADS_1
Aland merasa kesal hingga ia melangkah pergi tanpa mengatakan apapun namun, dirinya tidak benar-benar pergi dari kediaman itu.
Benny yang saat itu memang ingin pergi ke tempat istrinya hingga ia tidak menyadari jika Aland sedang mencoba mengikuti jalannya. Benny yang sibuk bermain ponsel sebab ada supir pribadi yang mengemudi.