
...H A P P Y R E A D I N G...
Setelah Arabella memanjatkan doa 'nya. Ia langsung membalas pelukan Benny. Perlahan matanya terpejam walaupun pikirannya masih terus memikirkan Aland.
Mimpi itu begitu nyata. Apalagi saat orang itu mencoba menusukku tapi, orang itu siapa? Bahkan aku tidak bisa melihatnya dengan jelas dia pria wanita atau pria. Semoga mimpi itu bukan pertanda buruk untukku dan bayiku, batin Arabella.
...----------------...
Malam gelap penuh kalut kini telah hilang berganti pagi. Arabella meringkuk di dalam pelukan Benny. Pagi disambut sang mentari hingga membuat Benny membalas pelukan dengan cerianya hati.
Ia mengusap pipi Arabella yang masih tertidur pulas. Hingga membuat tidur wanita itu terganggu. Benny tersenyum saat melihat Arabella membuka matanya. Ia lalu mendekati wajah itu dan mengecup bibirnya.
“Selamat pagi, Baby ....”
“ Um, selamat pagi juga, Sayang ....”
“ Baby, kamu masih mengantuk atau tidak?” tanya Benny sembari menatap Arabella yang sedang menguap.
“ Aku tidak lagi mengantuk,” sahut Arabella yang masih beberapa kali menguap.
Dasar! Bilang enggak ngantuk padahal iya. Gemes banget kamu, Bella. Bikin aku kepengen, batin Benny.
“ Baiklah kalau begitu aku ke kamar mandi dulu, Baby.”
Arabella mengangguk mengiyakan. Benny langsung pergi dan tidak lupa untuk membawa ponselnya. Saat berada di dalam kamar mandi. Ia dengan cepat menghubungi seseorang. Dan orang itu langsung menjawab panggilan dari tuannya.
“ Hallo, Tuan. Ada tugas apa sekarang?” tanya seseorang dari balik ponsel.
“ Baik dengarkan saya. Sewakan makam tapi, jika pemiliknya tidak mau berikan bayaran yang tinggi. Lalu ganti nama papan itu menjadi nama Aland berserta dengan tanggalnya. Saya ingin hari ini juga,” perintah Benny.
__ADS_1
“ Apa tidak sebaiknya kita buat makam yang palsu hari ini lagi langsung, Tuan?”
“ Itu tidak mungkin karena Aland matinya sudah lama. Saya tidak ingin ada kabar yang mengecewakan atau jika tidak gaji mu akan saya potong bulan ini dan bulan depan kamu sudah bisa cari tempat kerja yang lain. Nanti jika sudah kirimkan alamat makam itu, sekian!” tegas Benny yang tidak mau tahu. Ia bahkan mematikan ponselnya sepihak.
Benny langsung kembali ketempat Arabella. Lalu wanita itu bergantian untuk ke kamar mandi. Hingga akhirnya mereka kembali ke kediamannya. Tiba di sana, sarapan sudah tersaji. Sebelum berangkat fitting baju serta mengunjungi makamnya Aland.
...----------------...
Benny langsung mengajak Arabella untuk fitting baju terlebih dahulu. Hingga akhirnya ia baru membawa Arabella ke tempatnya. Tiba di sana Arabella menatap makam itu dengan mata berkaca-kaca. Benny mengetahui jika wanita itu ingin menangis tapi, dengan cepat ia memberikan pelukan sampai akhirnya membuat Arabella tersenyum.
Lalu berdua langsung mendekati makam tersebut. Arabella menatapnya dengan penuh kasih sayang. Ia lalu mengusap batu nisan dan membawa seikat bunga. Hingga akhirnya batinnya berkata.
Hay, Aland. Aku di sini datang untukmu bersama Benny. Aku hanya ingin memberitahu bahwa di waktu dekat kami akan menikah. Kau tahu, aku merasa sedih saat kehilanganmu tapi, aku percaya bahwa kamu tetap ada di sisiku. Aland, orang yang dulu aku benci sekarang justru aku sangat mencintainya. Benny bahkan sangat baik padaku. Berkati pernikahan kami, Aland. Aku mencintaimu.
Arabella pun bangkit lalu mendekati Benny. Ia pun berkata. “Ben, kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?”
Arabella pun mengangguk mengiyakan. Meskipun ia kebingungan menatap Benny yang tidak ingin mengatakan apapun di makamnya Aland. Hingga Kebingungannya itu tidak lagi di hiraukan. Berbeda dengan Benny, yang sesekali melirik Arabella saat dalam perjalanan menuju ke mobil.
Maafkan aku, Bella. Aku telah membohongi mu banyak hal, batin Benny.
Tiba di mobil mereka langsung pergi menuju ke cutting room | hair and face. Benny ingin kembali mengganti warna rambutnya demi Bella tersayang. Memasuki tempat itu seorang pria setengah perempuan begitu antusias melihat kedatangan pria tampan namun, tiba-tiba wajahnya langsung berubah saat menatap ada wanita di sampingku.
Meskipun demikian pria setengah perempuan itu tetap melayani tugasnya walaupun ia tidak bisa menggoda Benny. Hingga mengganti warna rambut pun selesai. Ketampanan Benny dengan seketika kembali saat warna rambutnya sudah tergantikan. Bahkan Arabella langsung mencium Benny saat menatap kekasihnya itu.
Ternyata selama ini aku tidak sadar bahwa pria yang bersamaku sekarang begitu tampan, batin Arabella.
Seperti durian jatuh, Benny begitu bahagia saat melihat Arabella yang menciumnya dengan tiba-tiba walaupun mereka sudah sering berciuman tapi, tetap saja membuat Benny penuh cinta. Setelah membayar hasil kerja orang tersebut mereka langsung pergi menuju ke mobil dengan saling merangkul.
Di dalam mobil. Benny langsung menancapkan gas untuk kembali pulang tapi, saat dalam perjalanan dirinya justru terus terus melirik Bella hingga membuat Bella salah tingkah.
__ADS_1
“ Ngapain kamu lihat-lihat aku? Nanti nabrak loh,” ketus Arabella sembari merapikan rambutnya yang tidak tahu lagi harus bertingkah laku.
“ Hey! Apa aku tidak boleh menatap wajah kekasihku? Baby, Um, bolehkah aku minta satu hal?” sahut Benny sambil bertanya meskipun fokusnya kembali ke depan.
“ Ya tentu saja boleh, Ben.”
“ Anu, duh ... Gimana ngomongnya ya? Gini loh, ah susahkan. Um, minta jatah dong, Baby?” Benny sampai gelagapan menjawab.
“ Minta jatah? Kamu kira jajan anak sekolah minta jatah? Udah-udah nyetir terus, Ben. Biar cepat kita sampai,” sahut Arabella sambil mengulum senyumnya namun, Benny melirik jika wanitanya suka.
“ Iya, Baby. Biar cepat kita sampai cepat aku dapat jatah! Yee ....” Benny begitu antusias sampai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
...----------------...
Tiba di kediamannya. Benny langsung membopong tubuh Arabella dengan cepat. Bahkan ia meminta kepada supir untuk memarkirkan mobilnya dengan benar. Hingga akhirnya Benny berlari sambil membawa Arabella yang sudah tertawa melihat tingkahnya. Tiba di kamar, Benny begitu senang hingga ia ingin melepaskan pakaiannya namun, dengan cepat Arabella mencoba menahan sampai membuat dirinya keheranan.
“ Baby, bukannya kamu mau kasih aku jatah? Kok di tutup lagi?” tanya Benny dengan raut wajah cemberut.
“ Iya, Ben. Tapi, tunggu dulu. Kita selfi yuk!” ajak Arabella tanpa menunggu Benny mengiyakan.
Bella langsung mengambil ponselnya hingga mereka melakukan beberapa pose namun, Benny sedikit kesal melihat Arabella yang berpose terjauh hingga akhirnya dia meminta untuk Bella berdiri lebih dekat sambil merangkulnya.
Justru permintaan itu membuat Arabella terkekeh hingga akhirnya mereka kembali berpose dan ini hasilnya yang sangat ingin di bagikan langsung oleh Benny ke semua sosial media miliknya.
Mereka pun sama-sama menatap hasil dari pose tersebut hingga akhirnya Benny berkata.
“ Baby, kenapa mataku di sini sipit begini? Tapi, aku masih terlihat tampan 'kan?” tanya Benny yang langsung di jawab dengan ciuman oleh Arabella.
__ADS_1