
H A P P Y R E A D I N G
Selepas memberikan kecupan untuk Arabella. Benny terus menatap wajahnya lalu mengusap rambut Bella dengan penuh kasih sayang. Hingga akhirnya ia berkata.
“ Bella, aku mencintaimu. Kau tahu? Bahwa cinta pertama itu sangat sulit untuk kita lupakan. Meskipun kamu sudah mengecewakan ku tapi, sedikitpun aku tidak ingin untuk meninggalkanmu. Harusnya sejak dulu aku mendekatimu. Maafkan aku jika pernikahan kita sebelumnya karena terpaksa. Aku salah, terlalu mendengarkan ucapan orang lain sampai aku tidak peka denganmu. Bella, aku ingin kita kembali bersama dan memulainya dengan lembaran baru. Jika dulu aku memintamu dengan terpaksa maka sekarang aku akan membuatmu begitu istimewa. Apa kamu mau untuk hidup kembali bersama denganku?”
Benny begitu serius bahkan ucapan itu sampai membuat matanya berkaca-kaca seperti sedang menahan tangisnya.
Apa Benny memang serius denganku? Tapi, aku sedang mengandung bayi orang lain. Bagaimana dia bisa menerimaku? Batin Arabella kebingungan.
Arabella menarik nafasnya perlahan lalu berkata. “ Jujur, kedekatan kita sekarang memang membuatku nyaman tapi, Benny, kamu tahu sendiri 'kan jika aku tidak lagi memiliki perawan bahkan aku sedang mengandung bayi laki-laki lain. Apa kamu yakin ingin kita hidup kembali? Aku tidak ingin kembali mengecewakanmu dengan keadaan ku saat ini.”
Benny mengangguk-anggukkan kepalanya sambil mengecup pipi Arabella kembali. “ Tidak, Bella. Kamu sama sekali tidak mengecewakanku. Kau tahu? Bahwa wanita itu sangat berharga. Meskipun sebagian wanita tidak bisa mempertahankan kehormatannya tapi, aku yakin mereka punya alasan tersendiri. Sama sepertimu, kamu kehilangan karena telah menikah. Meskipun itu memang akan menyakitiku tapi, percayalah janda itu memang lebih menggoda.”
Dengan begitu serius Arab menyimak hingga akhirnya membuatnya tersenyum lalu tiba-tiba memukul kepala Benny dengan manja.
“ Hey! Apa maksudmu?” ketus Arabella sambil terus memukul Benny. Namun, dengan cepat Benny membawa Bella kedalam pelukannya.
“ Ayolah, Bella. Aku berkata jujur. Memang janda itu lebih menggoda. Seperti dirimu, bahkan tubuhmu lebih terlihat berisi daripada dulu. Yah ... Walaupun aku tahu karena aku terlalu banyak memberimu makan,” sahut Benny.
__ADS_1
“ Memberi makan? Kamu pikir aku kucing! Dasar bodoh!” ledek Arabella sambil menepuk pipi Benny meskipun dirinya masih di dalam pelukan pria itu.
“ Baiklah kucing manis ku. Sekarang cium aku. Cium sebagai tanda kamu ingin bersamaku tapi, jika tidak pergilah. Aku akan mengerti,” ucap Benny sembari memajukan bibirnya hingga terlihat seperti kuncup bunga sampai membuat Arabella menahan senyumnya.
Arabella tidak menjawab tapi, dirinya sedang berpikir. Aland, apa arwah mu bisa melihatku saat ini? Lihat ternyata Benny mencintaiku meskipun aku telah mengecewakannya bahkan dia mau menerima anak kita, batin.
Perlahan Arabella mencoba bangkit. Ia berjalan mundur sampai membuat Benny menarik nafasnya memburu lalu dengan tiba-tiba Benny berpaling tapi, saat itu juga Arabella berlari memeluk Benny dari belakang hingga sebuah ciuman mendarat di bibirnya.
“ Apa kamu mencintaiku, Bella?" tanya Benny di sela-sela ciuman mereka.
“ Um, tentu saja,” sahut Arabella hingga mendaratkan ciuman itu kembali.
Seharusnya aku tidak perlu terburu-buru, batin Benny sambil merapikan pakaian Arabella meskipun ciuman mereka tetap berlanjut.
Saat itu juga Arabella mengerti jika Benny menginginkan dirinya tapi, tindakan Benny yang tiba-tiba berhenti membuatnya mengerti hingga sebuah senyuman terlukis di wajahnya. Lalu ia berkata. “Apa kamu sedang mencoba menahan diri?”
“ Um, ya! Meskipun itu sangat sulit Ha-ha-ha. Oh. ya, Bella. Bagaimana penampilan rambut baruku? Apa kau suka jika aku mewarnainya seperti ini?”
Arabella terdiam sembari berpikir dengan membuat sebelah tangannya berada di pipinya. “ Um ... Aku lebih suka warna rambutmu seperti dulu.”
__ADS_1
“ Oh ya? Baiklah aku akan kembali mengembalikan warna rambutku. Oh ya satu hal lagi yang ingin kukatakan, bolehkah?" tanya Benny hingga membuat Arabella mengerutkan keningnya.
Huuf! Tarikan nafas Arabella dengan berat. Lalu ia berkata.“ Ben, apapun dan berapa banyak itu aku tetap memperbolehkannya tapi, aku juga ingin meminta satu keinginan.”
“ Tentu saja aku pasti akan mengabulkan permintaanmu. Tapi, bolehkah terlebih dahulu jika aku memanggilmu dengan baby?”
“ Baby? Apa aku terlihat seperti bayimu?” sahut Arabella sembari mengulum senyumnya.
Mendengar hal itu membuat Benny menepuk jidatnya. “ Come on, Baby. Kamu itu memang bayiku. Bayi kucing ku. Dasar!” Lalu Benny langsung mengacak rambut Arabella.
“ Ha-ha-ha baiklah terserah kamu saja. Oh ya, Benny. Apa aku bisa mengunjungi makamnya Aland? Aku ingin memberitahunya bahwa kita sudah hidup bersama lalu meminta doa supaya dia merestui kita,” ucap Arabella.
Sedari tadi bahagia hingga tiba-tiba membuat Benny terdiam sampai ia menelan ludahnya sendiri.
...----------------...
...Guys ... panggilan buat Benny cocoknya apa ya?...
...Oh ya guys kalau kalian punya youtb bisa subscribe channel BACANOVEL punya mentor saya. Sekian guys jangan lupa vote ya sayang ......
__ADS_1