My Hot Bodyguard

My Hot Bodyguard
Kau Adalah Milikku


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan pulang, tidak ada satupun di antara mereka yang memulai pembicaraan. Bahkan saat sampai di mansion pun mereka masih diam.


Hal itu membuat Vano merasa canggung. Dia tidak tahu apa yang ada di pikiran Anna saat ini. Apakah dia marah karena dia merespon ciumannya? Tapi bukankah harusnya dia yang marah karena Anna tanpa ijin mengklaim dirinya sebagai kekasihnya dan juga wanita itu sudah mengambil ciuman pertamanya.


"Tu_tunggu nona!! Biar aku periksa terlebih dahulu." Vano melarang Anna membuka pintu. Dia takut akan ada jebakan lain yang terpasang seperti kemarin.


"Ba_baiklah." Anna mundur dan membiarkan Vano membuka pintu. Setelah di rasa aman, Anna ikut masuk dan menunggu di ruang tamu. Dia tidak akan ke kamar sebelum Vano mengatakan jika semua sudah aman.


Sejenak Anna teringat ciuman yang sudah dia lakukan dengan Vano. Dia menyentuh bibirnya yang masih terasa akan sentuhan bibir Vano. "Astaga, apa yang sudah aku lakukan?" Anna memegang kedua pipinya yang memanas. Dia sangat malu mengingatnya. Tapi dia juga penasaran dengan apa yang di pikirkan Vano saat ini. Apakah dia marah padanya karena sudah melakukan hal tanpa seijinnya?


Vano memang tampan. Dia cukup misterius karena irit berbicara. Apalagi tatapan matanya yang tajam dan raut wajahnya yang dingin membuat Anna merasa jika Vano, pria yang berbeda dengan pria lain di luaran sana.


"Kenapa dia tidak mengatakan sesuatu? Membuatku tidak enak saja." Gumam Anna.


"Semua aman nona. Aku juga sudah mengecek kamar anda, dan semua aman. Jadi Anda bisa ke kamar sekarang." Ucap Vano


"Te_terimakasih." Anna pergi ke kamarnya diikuti Vano yang berjalan di belakangnya.


Lagi-lagi tidak ada yang memulai pembicaraan saat mereka sampai di kamar. Dan hal itu membuat kedua nya canggung. Alhasil, Vano memilih untuk keluar dari kamar.


"Ka_kau mau kemana?" Tanya Anna


"Aku akan menyiapkan makan malam. Anda belum makan, aku takut anda sakit."


"Ini sudah malam. Kau pasti juga lelah. Jadi lebih baik kita delivery saja." Anna mengambil ponselnya dan mulai memesan makanan untuk mereka berdua. Dan setelahnya, Anna pergi mandi sedangkan Vano menghubungi James.


"Bagaimana?" Tanya Vano


"Semua aman. Untuk saat ini tidak ada yang mencurigakan." Seru James di seberang sana


"Terus awasi mansion ini. Dan jika ada yang mencurigakan sekecil apapun itu, tangkap!!"


"Baik!!"


Vano memutuskan sambungan telepon dan menyimpan kembali ponselnya. Walaupun dia tidak mempunyai rencana, tapi dia meminta James dan bodyguardnya untuk mengawasi mansion Anna diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain. Dia ingin menangkap siapapun yang berusaha mencelakai Anna. Dan setelahnya baru dia akan menyusun rencana untuk melakukan pembalasan.


"Dia tidak beraksi hari ini. Apa dia sudah tahu jika aku mengawasi mansion ini? Atau dia menunggu waktu yang tepat untuk melakukan aksinya kembali?" Gumamnya dalam hati

__ADS_1


Cklek


Vano mengalihkan pandangannya dan melihat Anna yang keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.


Vano menelan Saliva nya kasar. Air yang menetes dari ujung rambut Anna membuatnya merasakan getaran aneh di dalam dirinya. Wanita itu benar-benar terlihat sangat seksi. Dan sialnya hal itu membuat sesuatu di bawah sana bereaksi.


"Sial!!!" Batin Vano


"Ada apa?" Tanya Anna


"Ti_tidak ada apa-apa." Ucap Vano terbata


Hening


Tidak ada yang memulai pembicaraan lagi. Anna merasa canggung mengingat ciuman mereka. Dia berusaha mengusir rasa gugupnya dengan bermain ponsel. Apalagi dari tadi Vano terus memperhatikannya.


"Astaga kenapa aku gugup sekali?" Batinnya. Sesekali dia melirik Vano yang duduk di sofa. Tapi tiba-tiba pria itu mendekat dan hal itu membuat Jantung Anna berdetak kencang.


"A_ada apa?" Tanya Anna saat Vano duduk di sampingnya.


"Apa yang kau lakukan??" Sentak Anna. Dia merebut kembali ponselnya dari tangan Vano


"Aku tidak ingin dia menghubungimu lagi."


"A_apa? Lalu bagaimana jika itu mengenai pekerjaan?"


"Dia bisa menghubungi Anthony." Jawab Vano singkat


Anna terdiam. Tidak masalah nomor Jayden di blokir. Tapi kenapa Vano sekarang jadi posesif padanya? Apa itu karena efek dari ciuman yang mereka lakukan?


"Aku hanya tidak ingin milikku di usik orang lain." Ucap Vano seolah tahu apa yang dipikirkan Anna.


"A_apa maksudmu, Van? Si_siapa milik siapa?"


"Kau." Jawab Vano singkat. "Kau adalah milikku. Terima tidak terima, mau tidak mau, kau adalah milikku."


"A_apa?" Pekik Anna

__ADS_1


"Mungkin hal ini biasa untuk mu. Tapi kau sudah membuat perasaan ku tidak menentu. Aku tahu ini terlalu awal untuk merasakan cinta. Tapi apa yang sudah kau lakukan membuat ku yakin jika ini adalah cinta."


"Aku tidak akan memaksa. Kita bisa menjalaninya terlebih dahulu. Jika kau merasa tidak nyaman, aku akan pergi. Dan berhenti menjadi bodyguard mu."


Deg


"Ja_jangan bicara sembarang, Van. Kita baru saja kenal. Dan kau adalah bodyguard yang di percaya kak Justin untuk menjagaku. Jadi....


Brukh


"Kyaaa..." Pekik Anna. "Apa yang kau lakukan, hah?" Teriak Anna


Vano menindih Anna. Kini wajah mereka begitu dekat. Sampai-sampai mereka bisa mendengar detak jantung masing-masing.


"Aku sudah bilang kan, kita bisa mencobanya. Aku juga tidak akan memaksamu." Seru Vano


"Aku belum pernah merasakan jatuh cinta dan sakit karena pengkhianatan cinta. Tapi setelah mengenalmu, aku tahu apa itu cinta dan apa yang kau rasakan saat hatimu terluka."


"Aku mencintaimu, Anna Lee."


Deg


"A_apa kau fans fanatik ku?" Tanya Anna ketakutan.


Vano tertawa, dia mengusap pipi Anna dan berkata, "aku bahkan tidak tahu tentang dirimu. Apa warna favoritmu, makanan kesukaanmu, film yang kau bintangi. Tapi satu hal yang aku tahu, aku adalah seorang artis."


"Aku tidak ingin kau takut pada ku, sayang. Aku akan membuatmu merasa nyaman di sampingku. Dan aku juga tidak akan berbuat sesuatu yang tidak kau sukai. Jadi, kau mau kan memberiku kesempatan?"


Anna menatap kedua mata Vano. Dia melihat kesungguhan di sana. Tapi tetap saja, ini terlalu cepat untuknya. Dia belum lama mendapatkan pengkhianatan yang begitu kejam dari orang yang sangat dia cintai dan sekarang, ada pria yang adalah bodyguard nya sendiri menyatakan cinta padanya.


Mungkin Vano sudah salah sangka mengenai ucapannya dan juga ciuman yang dia lakukan. Tapi Anna juga tidak bisa mengabaikan perasaan pria itu karena dia sendiri juga merasakan hal yang sama pada Vano. Hanya saja dia takut untuk jatuh cinta lagi.


"Kau bisa menjadikanku pelampiasan jika kau mau. Aku siap menjadi tamengmu. Tapi tolong beri aku kesempatan." Seru Vano


"Ba_baiklah. Tapi aku harap kau tidak akan kecewa jika nantinya aku tidak mencintaimu."


Vano tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Terimakasih."

__ADS_1


__ADS_2