
"Kau hebat Ai. Aku sempat takut kau terbawa emosi saat Ale memberimu pertanyaan tadi." seru Anthony. Setelah acara berakhir, mereka memutuskan untuk segera pulang. Dan seperti biasa, Anthony mengantar Anna pulang ke mansion wanita itu.
"Ya, aku memang sempat terbawa emosi." Anna menghela nafas panjang dan memejamkan matanya. "Sekarang aku tahu apa yang mereka rasakan saat menjadi bintang tamu acara itu. Ale benar-benar menyebalkan. Aku berharap dia mendapatkan karmanya." geram Anna
Mobil yang di kendarai Anthony berhenti tepat di depan gerbang mansion. Anna turun dan membungkukkan badannya, "Terimakasih. Mau mampir?" tanya Anna
"Tidak, terimakasih. Besok aku akan menjemputmu pagi-pagi sekali. Jadi jangan begadang agar kau tidak kesiangan."
"Iya-iya. Hati-hati di jalan!!"
Anthony mengacungkan ibu jarinya dan menginjak pedal gas meninggalkan Anna yang masih berdiri di sana. "Hah... Hari yang melelahkan." Anna membuka gerbang dan kembali menguncinya. Tapi saat dia melangkah, tanpa di sengaja, dia menendang sebuah kotak yang terbungkus rapi dan di letakan begitu saja.
"Apa ini?" Anna mengambil kotak tersebut dan membolak-balikkannya meneliti apakah ada nama pengirimnya atau tidak. "Tidak ada nama pengirimnya. Apa ini dari penggemar?" gumamnya bermonolog. Dia membuka bungkus kotak tersebut dan....
"Oh my God." Anna terpekik melihat isi dari kotak tersebut. Sampai-sampai tanpa sadar dia melempar nya karena terkejut. Bagaimana tidak? Kotak yang terbungkus rapi ternyata berisi bangkai tikus yang penuh dengan darah.
"Siapa yang mengirimkan bangkai tikus itu? Apa ada yang ingin meneror ku?" Anna mengambil kotak tersebut dan membuangnya ke tong sampah. Dia tidak terlalu perduli dan memilih masuk ke mansion nya karena dia sudah sangat lelah. Dia ingin berendam air panas dan ingin segera beristirahat.
Tapi sepertinya semua tidak semudah itu. Karena setelah selesai membersihkan diri dan mulai mengarungi mimpi, lagi-lagi ada sesuatu yang aneh terjadi.
Terdengar benda keras yang di lempar mengenai kaca jendela hingga pecah.
PYAARRR
"Suara apa itu?" Anna mulai waspada. Dia mengambil tongkat bisbol dan keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Anna mengendap-endap dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Apalagi tidak ada siapa-siapa disini selain dirinya. Dia berjalan pelan di tengah-tengah pencahayaan yang temaram.
Dan saat dia sampai di ruang tengah, dia mendapati jendela yang pecah dan kaca yang berserakan di lantai. Dia menyalakan saklar lampu dan melihat sebuah batu besar yang di bungkus menggunakan kertas.
"Apa ini?" Anna mengambil batu tersebut dan melihat ada tulisan di kertas pembungkusnya.
"Bersiaplah untuk mati." ucap Anna membaca kalimat ancaman yang tertera di kertas tersebut.
Anna meremas kertas itu dan memilih kembali ke kamarnya. Tidak lupa dia mengunci pintunya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Malam ini mungkin dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Karena dia takut akan di serang saat dia terlelap. Tapi mengingat kalimat tersebut, sepertinya itu hanya gertakan. Tapi tetap saja dia tidak mau lengah. Jangan sampai dia mati konyol.
Keesokan harinya, Anna terbangun saat mendengar suara berisik dari bel rumahnya. Dia menggerutu karena merasa terganggu.
Ting Tong Ting Tong
"Astaga!! Siapa sih pagi-pagi begini sudah bertamu?" Anna keluar dari kamarnya dengan mata setengah terpejam. Dia membuka pintu dan melihat Anthony berdiri di depan pintu.
"Oh my God!! Apa yang kau lakukan, hah? Kenapa kau belum bersiap?" teriak Anthony.
"Ck.. Berisik." Anna kembali masuk dan menjatuhkan tubuhnya di sofa
"Kau kenapa Ai? Kau begadang ya semalam? Bukan kah aku sudah bil.....
"Ada yang meneror ku." sela Anna
__ADS_1
"Apa maksud mu?"Anna bangun dan memberikan kertas yang dia dapat semalam pada Anthony
"Bersiaplah Untuk Mati"
"I_ini...
"Semalam ada yang mengirim paket berisi bangkai tikus dan saat aku mau tidur, ada yang melempar jendela dengan batu yang di bungkus kertas itu. Mungkin itu perbuatan orang iseng." jawab Anna santai
"Orang iseng?? Apa kau sudah gila? Ini surat ancaman ,Ai."
"Iya, aku tahu. Makanya aku semalaman tidak tidur karena aku takut dia akan menikam ku saat aku tertidur." gerutu Anna
"Apa kau sudah mengecek cctv?" tanya Anthony yang di jawab gelengan oleh Anna.
"Dasar ceroboh." Anthony mengambil laptop Anna dan memeriksa cctv yang terpasang di mansion tersebut.
Terlihat ada seorang kurir melempar paket itu ke dalam gerbang milik Anna. Dan saat malam hari, ada bayangan hitam bersembunyi di halaman mansion Anna. Anthony mengecek cctv lainnya, dan ternyata ada pria yang menaiki gerbang belakang mansion Anna. Tidak terlihat jelas karena pria itu menggunakan penutup kepala. Dan setelah melemparkan batu ke jendela Anna, pria itu pergi begitu saja.
"Apa kau mempunyai musuh? Atau belum lama ini kau menyinggung seseorang?" tanya Anthony
"Ck.. Setiap hari kau kan bersamaku. Kenapa kau masih bertanya?" gerutu Anna
"Ya juga sih." seru Anthony. " Ya sudah, kau bersiap sana!! Aku akan membuatkan sarapan untukmu."
"Thanks Thon."
__ADS_1