
Anna berdiri di depan cermin. Dia memutar tubuhnya memastikan kembali penampilannya. Hari ini dia ada jadwal pemotretan. Dia di percaya untuk menjadi model iklan di perusahaan besar. Untuk itu dia harus tampil sempurna.
Untung dia bisa menyamarkan lingkaran hitam di matanya akibat begadang semalam. Dia mengaplikasikan make up merk terkenal untuk menutupinya dan menggunakan makeup tipis di wajahnya. Dia juga mengurai rambut panjangnya untuk menutupi kedua bahunya yang terbuka. "Kau selalu sempurna, Ai." gumamnya bermonolog.
Selesai bersiap, dia keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama anthony. Baru setelahnya mereka akan berangkat ke lokasi pemotretan.
"Wah... Sepertinya enak." Anna duduk di kursi dan mulai menyantap sarapannya. "Emm.. Masakanmu memang tidak pernah gagal Thon. Kalau begitu terus aku ingin....
"Tidak mau." sela Anthony. "Aku tidak sudi masak untuk mu."
"Ck.. Dasar manager laknat." gerutu Anna. Dia menyelesaikan sarapannya dan setelahnya mereka pergi ke lokasi syuting.
Tapi saat mereka membuka pintu, mereka dikejutkan dengan adanya beberapa pria bertubuh besar berjejer rapi di depan Mansion Anna.
"Siapa Kalian?" tanya Anna.
"Kami Bodyguard yang dikirim Tuan Justin untuk menjaga anda, nona." Jawab salah satu Bodyguard.
"Justin??" tanya Anna bingung. Dia menatap Anthony yang memamerkan deretan gigi putihnya, "Sorry Ai." ucapnya tanpa rasa bersalah.
Anna mendengus kesal. Dia merampas kunci mobil Anthony dan masuk kedalam mobil.
"Hei.. Kau mau ke mana?" tanya Anthony
"Menurutmu?" tanpa basa-basi, Anna menginjak pedal gas dan meninggalkan Anthony begitu saja.
"Hei ..tunggu Ai!!" teriak Anthony. Dia berdecak pelan dan merogoh ponselnya untuk dan menghubungi salah satu kru dan mengatakan jika Anna akan sedikit terlambat.
Sementara itu di tempat berbeda, di perusahaan besar berlogo GV Corp. Geovano terlihat berusaha untuk berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya. Dia merasa frustasi karena Anna Lee.
Karena terkesan dengan konferensi pers Anna, Geovano jadi tertarik dengan wanita itu. Bahkan dia menonton semua film yang di bintangi oleh Anna. Tak terkecuali acara talk show semalam.
"Sial!! Kenapa aku jadi memikirkan wanita itu?" Geovano menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya sejenak. Dia berusaha menyingkirkan perasaan aneh yang ada di hatinya. Dia berasumsi jika Anna hanya berakting aja. Dia pasti melakukan hal itu demi popularitas dan pencitraan saja.
Tapi entah mengapa hatinya berkata lain. Anna Lee berbeda dengan Artis-artis lainnya. "Sepertinya aku sudah gila karena wanita itu." gumamnya
Tok Tok Tok
"Masuk!!"
Cklek
James masuk setelah mendapatkan ijin dari Geovano. "Maaf tuan. Saya hanya ingin mengingatkan jika satu jam lagi kita akan meeting dengan tuan Justin dan tuan Javier." seru James
"Justin dan Javier?" tanya Geo memastikan
"Benar tuan."
__ADS_1
"Kita berangkat sekarang." Geovano beranjak dari tempat duduknya dan berjalan lebih dulu diikuti James di belakangnya.
Tidak masalah mereka datang lebih awal. Toh dia juga sudah lama tidak bertemu dengan kedua sahabatnya itu.
Ya, Justin, Javier dan James adalah sahabat Geovano. Mereka sudah bersama sejak berada di Senior High School. Setelah lulus kuliah, mereka bekerja di perusahaan keluarga masing-masing kecuali James. Dia memilih bekerja menjadi asisten Geovano karena dia merasa belum bisa memimpin perusahaan keluarganya.
"Kita sudah sampai Tuan." seru James. Dia keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Geovano
"Kau sudah memberitahu mereka jika kita datang lebih awal, bukan?"
"Sudah tuan."
Geovano mengangguk dan masuk ke perusahaan besar keluarga Alexander.
"Tuan Geovano!! Apa kabar?" Justin menjabat tangan Geovano yang memasang wajah dinginnya.
"Bisa kau singkirkan wajah menyebalkan mu itu? Kau tidak pernah berubah." gerutu Javier
Geovano berdecak pelan. Dia langsung duduk tanpa di persilahkan.
"Bahkan sikap tidak sopan santun mu masih sama." Justin ikut menimpali. Dia menatap James yang berdiri di belakang Geovano. "Duduklah James!! Kenapa kau berdiri di belakang beruang kutub ini?" lanjutnya
Geovano melotot kan matanya yang membuat ketiga sahabatnya tertawa. "Terserah kalian." gerutunya.
"Apa yang membawamu datang lebih awal? Tidak mungkin kau merindukan kami, bukan?" ejek Javier
"Geo sedang jatuh cinta." sela James yang mendapatkan pelototan dari Geovano. "Sorry Ge, meeting masih setengah jam lagi. Itu artinya kita sedang break, kan. Jadi aku bebas tugas."
"Bebas tugas bukan berarti kau bebas berkata seperti itu, James." gerutu Geovano
Dia memang sedang galau karena seorang wanita. Tapi dia tidak yakin jika dia jatuh cinta. Apalagi wanita itu adalah seorang artis. Rasanya tidak mungkin dia menyukai wanita pada pandangan pertama.
"Katakan pada kami!! Siapa wanita malang yang di cintai Geo." Lagi-lagi Geovano menjadi bahan ejekan sahabatnya. Dan Geo hanya hanya bisa pasrah.
"Wanita itu seorang artis yang dia bawa ke hotel belum lama ini." terang James
"Hotel? Kau sudah....
Ucapan Javier terhenti saat sebuah pukulan mendarat di kepalanya.
plak
"aw.. Apa yang kau lakukan, hah?" teriak Javier. Dia mengusap kepalanya yang di pukul oleh Geovano.
"Singkirkan pikiran kotor mu itu!! Aku bukan pria seperti yang kalian kira." gerutu Geovano
"Lalu kenapa kau membawa wanita itu ke hotel?" tanya Justin
__ADS_1
Geovano menghela nafas panjang dan mulai menceritakan kenapa dia membawa wanita itu ke hotel. Bahkan dia tidak mengenal siapa wanita itu. Tapi saat melihatnya di televisi, Geovano baru tahu jika dia adalah seorang artis.
"Tunggu dulu!! Rasanya cerita mu ini mirip seseorang. Tapi siapa ya?" belum sempat Justin mengingat nya, tiba-tiba seseorang wanita membuka pintu dengan kasar dan membuat semua orang yang berada di ruangan itu tersentak.
BRAKH...
"JUSTIN!! JAVIER!!" teriak wanita itu
"Hei bocah!! Apa kau tidak bisa membuka pintu pelan-pelan, hah? membuat jantungan saja." gerutu Justin
"Aku tidak perduli. Aku kemari karena ingin protes pada kalian. Apa maksud kalian mengirim banyak bodyguard ke mansion ku, hah?" teriak Anna
Tanpa Anna sadari, sedari tadi Geovano terus menatap tak berkedip wanita itu. Ini kali kedua mereka bertemu. Dan Geovano bisa lebih jelas melihat wajah cantik Anna Lee. Tapi sayangnya sepertinya Anna tidak menyadari keberadaan Geovano dan James karena dia hanya terpaku pada kedua kakaknya.
"Kami melakukan semua itu demi kebaikanmu, Ai. Anthony bilang jika ada yang mengirim teror padamu. Makanya kami....
"Tarik kembali orang-orang bodoh itu, atau aku akan membunuh mereka satu persatu." ancam Anna
"Tapi Ai, kami mengkhawatirkan mu, sayang." ucapan Javier membuat Geovano menatap tajam Javier. Dia mengepalkan tangannya merasa tidak senang saat Javier memanggil Anna Lee, sayang.
"Pokoknya aku tidak mau tahu. Kalian tarik orang-orang itu atau aku...
"Berhenti mengancam kami, Joanna Ailee Alexander." Ucap Justin menekan.
Deg
"Joanna Ailee Alexander?" batin Geovano
Jika sudah seperti itu, maka Anna sudah tidak berani menjawab kakaknya lagi karena dengan menyebut nama lengkapnya, itu artinya kakaknya itu sedang marah padanya.
"Kalian sangat menyebalkan." Anna pergi dengan kesal. Dia tidak suka ada orang asing di mansion nya. Walaupun itu demi kebaikannya sekalipun, dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran mereka.
"Maaf kalian harus melihat hal itu. Dia memang seperti itu, keras kepala." seru Justin.
"Dia...
"Dia adikku, namanya Joanna Ailee Alexander. Dia berprofesi sebagai artis. Dan baru-baru ini dia....
Ucapan Justin terhenti saat mengingat cerita dari Geovano. "Jangan-jangan wanita yang kau maksud itu.....
Geovano menganggukkan kepalanya membenarkan jika wanita yang baru saja dia ceritakan adalah Anna Lee. Dia tidak menyangka jika Anna Lee adalah adik Si kembar Alexander. Pantas saja dia tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat tentang Anna Lee.
"Ngomong-ngomong, kenapa kalian mengirim bodyguard ke mansionnya?" tanya Geovano
"Dia mendapatkan teror dan ancaman akan di bunuh. Makanya kami mengirim banyak bodyguard untuk menjaganya. Tapi dia tidak suka ada orang asing berada di mansion nya. Tapi kami tidak mungkin diam saja jika adik kami dalam bahaya, bukan?" terang Javier
Geovano terdiam sejenak. Dia mengerti kekhawatiran Justin dan Javier. Tapi dia pasti juga akan bersikap sama seperti Anna jika ada orang asing di rumahnya. Tapi jika ini di biarkan, Anna Lee bisa dalam bahaya.
__ADS_1
"Aku punya ide. Dan aku yakin, adik kalian akan aman." seringai Geovano