
Waktu terus berlalu. Tidak terasa sudah seminggu Vano tinggal bersama dengan Anna. Dan selama seminggu itu pula, Vano menjadi bodyguard sekaligus kekasih Anna.
Mereka terlihat dekat, walaupun hubungan mereka masih dalam tahap percobaan. Tapi Anna sudah mulai nyaman berada di dekat Vano. Pria itu tidak hanya menjaganya, tapi juga melindunginya dan selalu ada di saat dia kesulitan.
Mungkin terlalu cepat mengambil kesimpulan. Tapi perasaan yang Anna rasakan pada Vano berbeda saat bersama dengan Jayden.
Walaupun sudah mulai biasa, tapi setiap berada di dekat Vano, Anna merasa jantungnya berdetak kencang. Bahkan dia malu saat Vano tersenyum padanya.
Apakah ini cinta?
Getaran yang dia rasakan membuatnya enggan berjauhan dengan Vano. Rasanya dia ingin selalu di dekat pria itu. Aneh memang. Padahal dengan Jayden dia tidak pernah merasakan hal seperti ini.
Tapi setiap kehidupan ada saja batu krikil yang menjadi hambatan untuk melanjutkan hidup. Begitu juga dengan suatu hubungan.
Entah bagaimana, Foto keduanya terpampang di sosial media dan mendapatkan banyak komentar miring perihal kedekatan mereka.
Kedekatan Anna dengan Vano menjadi perbincangan hangat publik. Banyak haters Anna yang melontarkan kata-kata pedas dan menganggap Anna bodoh karena meninggalkan Jayden demi berandalan seperti Vano.
Tapi sepertinya berita itu belum sampai di telinga keduanya. Terbukti pagi ini mereka masih nyaman dengan mimpi mereka. Sampai suara dering ponsel membangunkan Vano.
"Ck... siapa sih? Mengganggu saja." Dengan mata yang masih terpejam, Vano mengangkat sambungan telepon.
"Ha....
"GEOVANO ETHAN VINCENT!!!"
Vano membuka matanya lebar dan menjauhkan ponsel dari telinganya. "Astaga, Mommy!!" Vano mendengus kesal dan kembali menempelkan ponsel di telinganya. "Ck.. Ada apa Mommy menelepon ku pagi-pagi begini?"
"KEMANA SAJA KAU SELAMA INI, HAH? APA KAU LUPA JIKA KAU MASIH MEMPUNYAI ORANG TUA?" teriak Ellysa
Lagi-lagi, Vano menjauhkan ponselnya. Suara Ellysa benar-benar bisa merusak gendang telinganya. Dia melirik Anna yang masih terlelap dalam tidurnya. Dan perlahan, dia keluar dari kamar Anna agar suara toa ibunya tidak mengganggu tidur Anna.
__ADS_1
"Maaf mom. Aku sibuk akhir-akhir ini." Seru Vano
"SIBUK? MEMANGNYA APA YANG KAU LAKUKAN, HAH? BAHKAN KAU TIDAK ADA DI KANTOR DAN DI APARTEMEN MU."
"Mom!! Jangan teriak-teriak seperti itu. Nanti kau cepat tua."
"Kau...." Ellysa memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas panjang. "Katakan!! Kau ada di mana?"
"A_aku sedang menjalankan misi, mom." Seru Vano
"Misi?" Tanya Ellysa memastikan
"Iya. Misi mendapatkan hati calon menantu mommy."
"Misi mendapatkan hati calon menantu mommy?" Gumamnya. Ellysa terdiam sejenak baru beberapa detik kemudian dia melebarkan kedua matanya. "Menantu??" Teriak Ellysa
"Astaga mommy." Vano merasa frustasi mendengar teriakan ibunya. Entah bagaimana ayahnya bisa mencintai wanita seperti ibunya. Benar-benar langka.
"Tidak mom. makanya, aku tidak pulang ke rumah karena sekarang aku tinggal di rumah calon menantu Mommy."
"WHAT??" teriak Ellysa lagi
"Mom!! Bisakah jangan terus berteriak?? Mommy mau putra mommy yang tampan ini tuli?" Sungut Vano
"I_iya.. maaf Ge. Tapi kau tidak membohongi mommy kan?" Tanyanya lagi memastikan
"Tidak mom. Makanya jangan ganggu aku dulu." Vano memutuskan sambungan telepon sepihak. Dia menghela nafas dan pergi ke dapur untuk membuat makanan.
Sementara itu, Ellysa mengumpat mengeluarkan sumpah serapah nya karena Geovano mematikan sambungan telepon begitu saja. Padahal dia belum selesai berbicara.
"Dasar anak nakal. Beraninya dia mematikan teleponnya." Geram Ellysa. "Tapi, siapa ya kira-kira calon menantu ku itu? Apa dia secantik Anna Lee? Aish.. andai menantuku adalah Anna Lee."
__ADS_1
Ellysa adalah penggemar berat Anna Lee. Dia mengikuti semua film dan program yang di bintangi Anna Lee. Bahkan dia sampai terobsesi untuk menjadikan Anna menantunya. Apalagi saat melihat berita jika Anna sudah putus dengan kekasihnya.
Tapi mendengar putra semata wayangnya tengah mendekati seorang wanita, membuatnya senang sekaligus sedih.
Dia senang, putranya mau membuka hati untuk mengenal cinta. Tadinya, jika Geo tetap tidak mau menikah, dia akan meneruskan perjanjian dengan sahabatnya untuk menjodohkan anak mereka. Tapi sebelum perjodohan itu terjadi, dia berniat membuat Geo berkencan dengan Anna Lee. Karena bagaimanapun dia sudah sangat terobsesi pada Anna Lee. Tapi sayang, Geo sudah mempunyai calon dan itu bukan putri sahabatnya ataupun Anna Lee.
"Kenapa di saat ada kesempatan, ada hal lain yang merebut kesempatan itu dari ku." Ellysa menghela nafas panjang. Dia menyalakan televisi dan melihat berita terbaru hari ini.
"Pemirsa, baru-baru ini gosip hangat datang dari Artis cantik bernama Anna Lee. Dia di kabarkan tengah dekat dengan seorang pria yang berpenampilan seperti preman. Tapi belum ada konfirmasi dari keduanya apakah mereka benar-benar menjalin hubungan atau tidak. Berikut laporannya."
"Aish.. kenapa kebetulan sekali. Geo menyukai wanita lain dan sekarang Anna juga di kabarkan dekat dengan pria berandalan. Siapa kira-kira pria itu? Beruntung sekali." Gumamnya
Jika Ellysa tengah galau karena putranya, berbeda dengan Aretha yang heboh melihat berita mengenai putrinya.
Baru saja putrinya di khianati kekasihnya dengan tersebarnya video syur mantan kekasih Anna, dan berita mengenai pria misterius yang membawa Anna ke hotel, kini Anna kembali menjadi perbincangan hangat dengan di gosip kan dengan seorang preman.
Dan hal itu membuat keluarga besar Alexander meradang.
"Astaga, sebenarnya apa yang dipikirkan anak itu? Kenapa dia bisa di gosip kan dengan berandal seperti..." ucapan Aretha terhenti melihat Anna yang terlihat mesra dengan seorang pria.
"Lihatlah penampilan pria itu!! Apa di dunia ini stok pria mapan dan tampan sudah habis sampai-sampai Ai mencari pria model preman seperti dia?" teriak Aretha
"Mom, tenanglah dulu!! Kita minta penjelasan pada Ai sebelum menyimpulkannya. Bisa saja itu hanya gosip murahan untuk menjatuhkan Ai, kan." seru Jacob
Aretha menghela nafas panjang. Dia menatap kedua putranya yang sedari tadi hanya diam tanpa ikut berkomentar.
Biasanya, berita apapun mengenai Ai, mereka berdua akan bereaksi lebih dulu. Tapi sekarang, mereka justru diam saja.
"Apa ada yang kalian sembunyikan dari mommy?" Aretha menatap tajam kedua putranya. Terlihat kilatan di kedua mata Aretha yang membuat keduanya ketakutan.
"Ma_maaf mom. Tapi sebenarnya.....
__ADS_1