
Di sepanjang perjalanan, mereka terlihat diam. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Mereka tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
Vano berfikir jika Anna pasti tengah memikirkan ucapan wartawan tadi. Karena hubungan mereka, Anna harus menghadapi hatersnya dan juga penggemar yang tidak menyetujui hubungan mereka.
Sedangkan Anna, dia tengah memikirkan cara menghadapi sesuatu yang mengerikan setelah ini. Dia menghela nafas panjang dan mengepalkan tangannya memberi semangat untuk dirinya sendiri. "Kau pasti bisa, Ai. Semangat!!!" Ucapnya dalam hati.
Tapi hal itu justru membuat Vano bingung. Dia memberanikan diri bertanya pada Anna. "Kau kenapa? Apa kau menyesal mengatakan semua itu pada wartawan?"
Anna menatap Vano dan tersenyum. "Tidak. Untuk apa aku menyesal. Aku hanya sedang menyiapkan mental."
"Mental? Kau takut pada haters mu?" Tanya Vano. Dia sudah berniat jika Anna di serbu oleh hatersnya mengenai pengakuannya tadi, dia akan bertindak tegas. Tapi sepertinya dugaannya salah. Karena Anna justru tertawa lepas yang membuat Vano bingung. "Apa ada yang lucu?" Tanya nya lagi
"Tidak!! Aku sama sekali tidak takut dengan haters. Dan aku juga tidak perduli jika ada orang yang tidak menyukaiku, menghinaku ataupun membenciku."
"Tapi aku hanya sedang menyiapkan mental untuk menghadapi ibu negara. Dia lebih mengerikan daripada seribu haters sekalipun." Lanjutnya
"Ibu negara?" Tanya Vano
"Iya. Dia...
Ucapan Anna terhenti saat ponselnya berdering. Dia merogoh ponselnya di dalam tas dan menghela nafas panjang saat melihat nama kontak yang tertera di sana. "Baru juga di bicarakan." Gumamnya
"Hal...
"Pulang!!" Ucap seseorang di seberang sana
"Tap...
"SEKARANG, AI!!!" sela orang itu. Dia memutuskan sambungan telepon secara sepihak yang membuat Anna kembali menghela nafas panjang.
"Siapa?" Tanya Vano
"Itu.....
Lagi-lagi ucapan Anna terhenti karena suara notifikasi pesan masuk di ponselnya. Dia membuka dan membaca pesan tersebut yang membuatnya menelan ludahnya kasar.
"Bawa sekalian kekasihmu itu."
"Anda baik-baik saja, nona?" Tanya Vano
__ADS_1
"I_iya, aku baik-baik saja. Tapi, bisa kau mengantarku ke suatu tempat?"
...***********************...
Mereka sampai di pekarangan mansion yang sangat mewah. Tapi hal itu terlihat biasa untuk Vano karena mansion nya sendiri tidak kalah mewah dari bangunan di depannya itu.
"Ini...
"Mansion keluarga ku." Sela Anna
"Mansion keluarga Alexander." Batin Vano
"Sebelum kita masuk, aku ingin meminta maaf padamu karena sudah membawamu kedalam masalahku." seru Anna
"Tidak apa-apa, nona. Aku tidak mempermasalahkan semua itu."
Anna tersenyum. Dia menggenggam tangan Vano dan berkata, "terimakasih Van. Mulai sekarang jangan panggil aku nona. Karena kita adalah sepasang kekasih."
Kedua sudut bibir Vano terangkat. Dia mengangguk mengiyakan ucapan Anna.
"Sekarang, ayo kita masuk!! Kita hadapi bersama-sama makhluk mengerikan di dalam sana."
Dan saat mereka sampai di dalam, makhluk mengerikan yang di maksud Anna, tengah berkumpul di ruang keluarga dan menatap tajam keduanya.
Anna menelan ludahnya kasar. Dia menarik Vano untuk mendekat dan menyapa mereka. "Si_siang mom, Dad." Sapa Anna
Vano menatap Anna Lee. Mom? Dad? Itu artinya mereka adalah orang tua Anna, bukan?
Hah!! Dia memang berteman dengan si kembar. Tapi sayangnya dia belum pernah sekalipun bertemu dengan orang tua mereka. Dan sekarang dia justru harus berhadapan dengan mereka sebagai kekasih Anna dan bukan sahabat si kembar.
"Duduk!!" Titah Aretha
Anna menarik Vano untuk duduk. Dia terlihat menunduk takut. Tapi tidak dengan Vano.
"Ada yang ingin mommy tanyakan. Apa benar yang kau katakan tadi, Ai? Kau sudah mempunyai kekasih? Dan itu adalah seorang preman?" Tanya Aretha. Dia hanya ingin memastikan apakah berita itu benar adanya atau hanya settingan saja karena bagaimanapun Anna baru saja putus dari Jayden.
"Jawab Ai!!!" Bentak Jacob
Anna tersentak. Dia memberanikan diri untuk menatap kedua orang tuanya dan menganggukkan kepalanya. "Iya mom, dad. Itu semua benar. Dia adalah kekasihku. Tapi dia bukan preman. Awalnya dia bodyguard ku. Dan kami......
__ADS_1
Ucapan Anna terhenti kala Jacob mengangkat tangannya. Dia kembali menunduk dan melirik kedua kakaknya yang menggelengkan kepalanya pelan.
"Hah....!!" Dia menghela nafas karena kedua kakaknya pun tidak bisa di andalkan. Kini dia hanya bisa berharap, kedua orangtuanya percaya padanya.
"Siapa namamu? Dan apa tujuanmu mendekati putriku?" Tanya Jacob pada Vano.
"Namaku Vano, tuan. Saya di tunjuk langsung oleh tuan Justin untuk menjadi bodyguard pribadi nona Anna."
Jacob berdecih pelan. Sebenarnya dia tahu siapa Vano dari Justin dan Javier. Tapi dia berpura-pura tidak tahu apa-apa karena ingin tahu tujuan Vano sebenarnya.
"Melindungi? Kau ingin melindungi Ai dengan menjerat putri ku dalam suatu hubungan? Apa kau tidak tahu akibat dari perbuatanmu itu?"
"Kau tahu siapa Ai? Dia tidak hanya seorang artis tapi dia juga putriku. Putri Jacob Alexander. Dan karena dirimu, putriku kembali mendapat masalah dengan penggemar dan juga pembencinya. Apa itu yang kau sebut melindungi?"
"Dad!!!"
"Diam!!!! Aku tidak menyuruhmu untuk berbicara, Ai." Sentak Jacob.
Anna terdiam menunduk. Dia mengepalkan tangannya menahan tangisnya. Baru kali ini ayahnya membentaknya. Apakah kesalahannya kali ini sangat fatal? Dia hanya berpacaran dengan bodyguard nya dan bukan penjahat.
"Maaf tuan Jacob. Saya tidak mempunyai tujuan apapun dan saya memang bertekad untuk melindungi nona Anna dari orang-orang yang berniat jahat padanya."
"Anda tidak perlu khawatir tentang haters nona Anna. Saya pastikan tidak akan ada lagi yang berani menghina putri anda." Lanjut Vano
"Cih.. percaya diri sekali kau." Gerutu Jacob
"Jelas saja dia percaya diri. Daddy sendiri tahu Vano itu siapa, kan?" Gumam Javier. Dia langsung terdiam menunduk saat mendapat tatapan horor dari Jacob
"Oke, aku akan mencoba mempercayakan putriku padamu. Tapi jika kau tidak bisa membuktikan ucapanmu itu, maka kau harus menjauh dari kehidupan Ai." Seru Jacob
Baik Anna maupun Vano tersenyum senang. Anna memeluk kedua orangtuanya dan mengucapkan terimakasih. Begitu juga dengan Vano yang di beri kesempatan untuk membuktikan ucapannya.
Setelah sidang menegangkan itu berakhir, Aretha meminta Anna dan Vano untuk menginap. Apalagi hari ini Anna sedang libur. Jadi mereka menghabiskan waktu bersama dengan keluarga Alexander.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jika Anna dan Vano tengah bahagia karena hubungan mereka di restui keluarga besar Alexander, Jayden dan Youra tak kalah bahagia karena mereka bisa menemukan bukti untuk menarik simpati publik tentang video syur mereka yang beberapa waktu lalu beredar di sosial media.
Lebih tepatnya mereka mendapatkan seseorang yang di jadikan kambing hitam untuk membersihkan nama mereka. Dan tentu saja hal itu menjadi berita besar keesokan harinya.
__ADS_1
"Kita lihat apa yang akan kau lakukan, Anna Lee?" seringai Jayden