My Hot Bodyguard

My Hot Bodyguard
Menenangkan Diri


__ADS_3

Plak


Tamparan Anna mendarat keras di pipi Vano. Bibirnya bergetar, kedua matanya memanas menahan bendungan air mata yang siap menetes. Hatinya sakit karena di bohongi oleh orang yang dia sayangi.


Kenapa?


Satu kata yang saat ini terngiang di kepala Anna.


Tapi hatinya belum siap mendengar penjelasan Vano. Anna memilih pergi begitu saja. Dia meraih kunci mobilnya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia ingin menenangkan hati dan pikiran saat ini.


"Ai, kau kenapa?" tanya Anthony yang melihat Anna terlihat berbeda. Apalagi mata Anna yang memerah seolah sedang menahan tangisnya.


"Ai!!!" Panggil Anthony lagi. Tapi Anna tidak memperdulikannya. Dia tetap pergi dari mansionnya.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?" gumam Anthony bingung


Sementara Vano masih terdiam di halaman. Dia memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan dari Anna. "Aku pantas mendapatkannya." gumam Vano. Dengan langkah tertatih, dia kembali ke ruang tamu di mana Anthony berada. Dia hanya diam saja dan membuat Anthony kembali bingung.


"A_ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Anthony.


"Dia sudah tahu." jawab Vano


Anthony mengerutkan keningnya. Vano menatapnya dan kembali berkata, "Anna sudah tahu siapa aku." lirihnya


"Bagus kalau dia sudah tahu. Yang terpenting sekarang adalah kau berusaha untuk menjelaskan padanya kenapa kau melakukan semua ini. Tapi aku sarankan untuk saat ini, biarkan dia menenangkan diri terlebih dahulu." seru Anthony yang di jawab anggukan oleh Vano. Mungkin setelah ini dia akan kembali ke kehidupan nya sebelumnya. Jika dia terus berada di sini, mereka pasti akan canggung. Lagipula dia ingin memberi Anna waktu.


Tapi bukan berarti dia akan diam saja. Dia akan terus berusaha memberikan penjelasan pada Anna. Dia tidak perduli Anna mau menerima permintaan maafnya atau tidak. Yang terpenting adalah dia sudah minta maaf dan menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Sementara itu Anna mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia mengusap air matanya kasar dan berhenti tiba-tiba di sebuah jembatan yang sepi.


Anna turun dari mobil dan berdiri ditepi jembatan. "AARRGGHH...!!!" Anna berteriak keras. Dia menatap langit cerah dengan genangan air mata di pelupuk matanya.


"Kenapa kau membohongi ku? Apa begitu menyenangkan bisa menipuku? Kau sama saja dengan pria brengsek itu." teriak Anna. Dia menangis karena lagi-lagi dia di bohongi oleh orang yang dia sayangi. Walaupun kasus nya berbeda, tapi sepertinya dia sangat sensitif dengan kata-kata itu. Di bohongi, di khianati dan dipermainkan. Sangat miris.


Tapi tidak seharusnya dia seperti ini. Pasti ada alasan kenapa Vano melakukan semua ini. "Apa yang harus aku lakukan sekarang?" lirihnya. Saat Anna tengah bergelut dengan perasaannya yang tidak menentu, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia melihat ada satu pesan masuk dan itu dari Vano.


"*Aku minta maaf. Tapi aku mempunyai alasan sendiri kenapa aku melakukan hal ini. Aku akan menjelaskannya jika hati mu sudah tenang. Untuk itu, aku tidak akan mengganggu mu. Aku akan memberi waktu untukmu menenangkan diri*."


"Tapi satu hal yang harus kau tahu. Cinta ku tulus. Cinta ku ini nyata. Aku benar-benar mencintaimu Ann."


"Sekali lagi aku minta maaf. Aku akan akan tinggal di mansion ku. Jadi jaga dirimu baik-baik."

__ADS_1


Tubuh Anna merosot kebawah. Dia menangis mendekap ponselnya.


__ADS_2