
"Nona Anna, bisa minta waktu anda sebentar?"
"Bagaimana tanggapan anda tentang tertangkapnya pelaku yang memfitnah Tuan JN?"
"Apa ada kemungkinan anda kembali dengan tuan JN setelah tahu jika semua ini hanya salah paham?"
"Kami melihat anda keluar dari kantor polisi, apakah anda baru saja menemui pelaku?"
"Tolong beri tanggapan anda, nona?"
Vano melirik Anna yang kurang nyaman dengan wartawan yang terus mendesaknya. Terlihat dari gelagatnya yang menunduk dan menggenggam erat tangannya.
Dia juga merasa kesal karena secara tiba-tiba mereka berkumpul disini. Ini semua pasti perbuatan polisi itu. Dia memberitahu wartawan tentang kedatangan Anna ke kantor polisi.
Vano menghela nafas dan langsung pasang badan. Dia berdiri di depan Anna dan dengan suara lantang m minta mereka untuk mundur.
"Mundur!! Beri sedikit ruang untuk Anna ." ucapnya tegas
Para wartawan menelan ludahnya kasar melihat Vano yang menatap tajam mereka. Untuk itu, mau tidak mau mereka mundur dan menunggu jawaban dari Anna.
"Silahkan tanya satu persatu. Tidak perlu berebut. Anna Lee pasti akan menjawabnya." ucap Vano. Dia membalas genggaman tangan Anna dan menoleh kearahnya bersamaan dengan Anna yang juga menatap dirinya.
Vano mengangguk pelan seolah berkata, tidak apa-apa. Tidak perlu takut. Semua akan baik-baik saja.
Melihat hal itu, Anna tersenyum dan menatap satu persatu wartawan di depannya. Dia mempersilakan mereka untuk bertanya.
"Silahkan jika ada yang ingin kalian tanyakan?" seru Anna
"Mengenai pelaku yang sudah tertangkap. Bagaimana tanggapan anda?"
"Bagus jika pihak JN berhasil menangkap oknum yang sudah menyebarkan video itu. Tapi, aku berharap mereka tidak salah orang."
"Kenapa anda berkata seperti itu?"
Anna tidak menjawab. Dia hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya saja.
"Lalu apakah ada kemungkinan anda kembali pada tuan JN? Dan kami melihat jika anda keluar dari kantor polisi. Apakah anda menemui pelaku?"
"Sampai kapanpun aku tidak akan kembali pada Tuan JN. Dan dari mana kalian tahu jika aku keluar dari kantor polisi?"
"Ka_kami tidak sengaja melihat anda...
"Jika benar kau melihat Anna di kantor polisi, kenapa kalian harus repot-repot mengejarnya sampai di restoran? Dan kenapa kalian tidak mencegatnya tadi saat di kantor polisi?" kali ini Vano ikut berbicara. Dia semakin yakin jika wartawan-wartawan ini mendapatkan informasi dari polisi itu.
"Kau hanya bodyguard, lebih baik diam saja. Apa kau tahu jika karena dirimu, Anna Lee mendapatkan banyak masalah. Hatersnya semakin banyak karena Anna mengakui mu sebagai kekasihnya."
__ADS_1
"Tolong kalian jangan.....
"Jaga ucapan kalian!!"
Ucapan Anna Lee terhenti saat tiba-tiba seseorang datang menyela ucapannya. Mereka semua melihat kearah orang yang membuat semuanya tercengang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat yang sama, dua orang wanita terlihat duduk berhadapan dengan tatapan yang begitu tajam. Mereka adalah istri dari orang penting di London.
"Nyonya Aretha Ayeesa Alexander, aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi setelah sekian lama. Tapi kau masih saja terlihat sama. Seperti bocah tua yang tertutup oleh polesan tebal."
"Wah... Wah.. Wah... Ucapanmu Sangat pedas nyonya Ellyas Alena Vincent. Kau pun juga terlihat sama seperti dulu. Badanmu lebih berisi ya."
Terlihat kilatan-kilatan perang di mata mereka. Membuat pelayan yang mengantar pesanan mereka tidak berani berlama-lama dan langsung meninggalkan meja mereka.
"Ellysa!!!" panggil Aretha.
"Aretha!!" panggil Ellysa
"Kyaaa... Aku merindukanmu." Aretha berdiri dan langsung memeluk Ellysa. Begitu juga dengan Ellysa, dia juga membalas pelukan Aretha.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Aretha
"Aku baik. Kau sendiri bagaimana?"
"Tidak juga. Hanya saja kau terlihat lebih cantik jika memakai makeup tipis. Lebih terlihat natural."
Mereka tertawa bersama dan mulai berbincang masalah kehidupan masing-masing. Bahkan mereka juga bernostalgia saat masih muda.
Hingga pembicaraan mereka menjadi serius saat mereka membahas tentang anak mereka.
"Mengenai perjanjian perjodohan yang pernah kita buat, sepertinya aku tidak bisa melanjutkannya. Putraku saat ini sudah mempunyai kekasih. Maaf, Aretha." sesal Ellysa
"Tidak apa-apa, Ell. Aku juga mau mengatakan hal yang sama. Sebenarnya putri ku baru saja putus dengan kekasihnya. Tapi belum lama ini dia memperkenalkan pada publik jika dia sudah mempunyai kekasih. Dan, yah begitulah."
"Publik? Apa putrimu seorang artis?" tanya Ellysa
"Iya. Kau tidak tahu? Putri ku itu artis yang sedang naik daun namanya.....
Ucapan Aretha tertahan saat melihat segerombolan wartawan masuk kedalam restoran. Mereka terlihat menghadang seseorang yang sangat dia kenal.
"Ai?" ucapnya
"Ai?" Ellysa menoleh melihat kearah pandang Aretha. "Anna Lee? Geo?"
__ADS_1
Aretha mengerutkan keningnya mendengar sahabatnya yang memanggil bodyguard Anna dengan nama lain. "Geo? Apa maksudmu? Dia itu Vano. Dia bodyguard sekaligus kekasih putriku, Anna Lee."
"What? putrimu?? Anna Lee itu putrimu?" pekik Ellysa
"Kenapa kau kaget seperti itu? Kau tidak percaya jika Anna Lee adalah putriku? Ya memang selama ini kami memanggil dia, Ai. Dan Anna Lee adalah nama panggilannya di dunia entertainment."
"Ja_jadi se_selama ini Geo sudah....
"Dari tadi kau mengatakan Geo, siapa Geo? Jika yang kau maksud itu adalah pria yang di samping Ai, dia adalah Vano. Dan bukan Geo." sela Aretha
Ellysa menghela nafas panjang. Dia tidak menyangka jika selama ini Putranya tidak hanya berpacaran dengan artis idolanya saja tapi juga putri dari sahabatnya. Tapi itu artinya, mereka masih bisa melanjutkan perjodohan mereka, bukan?
"Maaf membuatmu kecewa, Aretha. Tapi yang ada di samping Anna itu adalah putraku. Geovano Ethan Vincent."
"WHAT?? PUTRAMU?" teriak Aretha yang membuat semua pengunjung menatap kearah mereka.
Aretha menunduk meminta maaf pada pengunjung restoran dan kembali menatap Ellysa. "Jangan bercanda, Ell!!"
"Aku serius. Dia adalah pemilik GV corp. Dia menyamar menjadi bodyguard Anna karena dia ingin melindungi Anna." terang Ellysa
"Tapi sepertinya mereka sedang ada masalah. Jadi lebih baik kita kesana saja." Ellysa menarik tangan Aretha untuk melihat lebih dekat gerombolan orang-orang yang mengerubungi Anna dan Vano. sampai mereka mendengar pertanyaan-pertanyaan yang membuat Anna dan Vano tersudut. Dan hal itu membuat kedua istri dari orang terpandang itu geram.
"Jaga ucapan kalian?"
Deg
Baik Anna maupun Vano menelan ludah mereka kasar karena saat ini yang berdiri di depan mereka adalah ibu negara yang paling di takuti di keluarga.
"Mommy!!" batin Anna dan Vano bersamaan
"Berani-beraninya kalian menghina put....
"Ekhm." Vano berdehem keras yang membuat Ellyas berdecak kesal. dia akhirnya meralat ucapannya. "Apa begini cara kerja kalian? Kalian mencari informasi atau menghina seseorang, hah?" sentak Ellysa
Tidak ada satupun wartawan yang berani menjawab. Mereka sangat tahu siapa yang berdiri didepan mereka saat ini. Jika mereka melawan, maka karier mereka taruhannya.
"Jika Ai....
Anna menginjak kaki Aretha yang membuatnya mengaduh kesakitan. Aretha berdecak pelan dan kembali berkata, "maksud ku jika Anna Lee tidak mau kembali pada JN, itu bagus. Karena belum tentu apa yang di katakan pelaku itu benar. Kalian harus pintar dalam mengorek informasi. Jangan hanya percaya satu pihak saja."
"Bawa video itu ke pakar telematika. Maka kalian akan tahu video itu asli atau tidak." lanjut Aretha
"Ta_tapi nyonya, menurut informasi yang kami dapat. Video hasil rekayasa nyonya."
"Dan kalian percaya? Cari kebenaran bukan hanya dari informasi. Kalian cek saja sendiri. Kenapa harus mengandalkan informasi?" seru Ellysa
__ADS_1
Anna dan Vano beruntung karena di bela ibu mereka yang merupakan istri dari pria yang di segani. Bahkan mereka berhasil membuat wartawan pergi begitu saja.
Aretha dan Ellysa mengajak Anna dan Vano ke ruang VIP di restoran itu. Aretha marah pada Anna Karena membiarkan wartawan memojokkannya. Begitu juga dengan Ellysa, tapi dia hanya bisa menggeram kesal karena tidak ingin identitas putranya di ketahui oleh Anna. Biarlah vano sendiri yang mengatakan pada Anna siapa dirinya yang sebenarnya