My Hot Bodyguard

My Hot Bodyguard
Menyelamatkan Anna


__ADS_3

Mobil yang membawa Anna akhirnya tiba di sebuah gudang terbengkalai. Anna, yang telah pingsan, dibawa oleh kedua pria ke dalam gudang. Sementara itu, taksi yang ditumpangi Jayden baru saja tiba di dekat mobil yang membawa Anna. Jayden segera turun dari taksi dan meminta supir untuk segera pergi agar tidak ketahuan oleh orang-orang yang menculik Anna.


Namun Jayden tidak berpikir tentang bagaimana ia akan menghadapi penculik itu. Dia belum tahu bahwa ia juga akan berada dalam bahaya jika masuk ke gudang tersebut. Namun, Jayden tetap bertekad. Dia mengendap-endap dan bersembunyi di semak-semak, memperhatikan pria-pria lain yang terlihat menghubungi seseorang. Tak lama kemudian, mobil lain tiba di depan gudang dan seseorang yang sangat dikenal Jayden turun dari mobil itu.


"Youra?" gumam Jayden dalam hati ketika melihat siapa yang turun dari mobil itu. Youra dan pria yang lainnya masuk ke dalam gudang.


"Aku harus melihat apa yang Youra lakukan di sana. Atau jangan-jangan Youra yang merencanakan penculikan Anna?" pikir Jayden. Dengan hati-hati, ia keluar dari persembunyiannya dan menyelinap masuk ke dalam gudang.


"Dimana wanita itu?" tanya Youra.


"Kami mengikatnya di dalam ruangan di sebelah sana," jawab pria tersebut.


Youra memasuki ruangan itu dan melihat Anna yang terikat dan pingsan. "Hari ini adalah hari terakhirmu, Anna Lee."


"Youra!" teriak Jayden tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


"Ja-Jayden!" gumam Youra, terkejut melihat Jayden di sana.


"Apa maksud semua ini, Youra? Kau menculik Anna dan berniat membunuhnya?" teriak Jayden.


Orang yang disuruh Youra mengarahkan senjatanya pada Jayden, menganggap Jayden sebagai ancaman. Youra mengeluarkan titah, "Turunkan senjata kalian!" Mereka kemudian menatap waspada pada Jayden.

__ADS_1


"Apa kau menyewa mereka untuk membunuh Anna?" tanya Jayden.


"Ya, aku menyewa mereka untuk membunuh Anna. Karena? Karena selama dia masih hidup, kau tidak akan pernah berpaling darinya," teriak Youra.


"Apa kau pikir aku tidak tahu? Kau menyewa kamar yang bersebelahan dengan Anna Lee. Bahkan memasang CCTV di sana!" sela Jayden.


"Aku tahu, Jay. Bahkan kau memiliki niat untuk menodai Anna sebagai balas dendam karena kau dicampakkan," lanjut Youra.


"Untuk itu aku harus membunuhnya agar kau tidak terus terbayang-bayang olehnya."


"Cukup, Youra!" teriak Jayden.


Youra menggelengkan kepalanya. "Tidak, Jay. Kau tidak mungkin melakukan hal itu. Aku sangat mengenal dirimu. Jadi, aku akan tetap membunuh wanita itu," ujar Youra sambil mengarahkan pistolnya ke arah Anna. Namun, Jayden segera mendorong Youra hingga tersungkur.


Melihat hal itu, orang-orang suruhan Youra langsung mengarahkan senjatanya ke arah Jayden.


"Jangan tembak!" teriak Youra. Dia bangkit berdiri dan menatap Jayden yang terlihat putus asa.


"Sampai kapanpun, kau tidak akan pernah melupakan Anna. Jadi, ini adalah satu-satunya cara kita bisa hidup tanpa bayangan wanita ini," lanjut Youra sambil mengarahkan kembali pistolnya ke arah Anna yang masih pingsan.


Tiba-tiba, beberapa orang masuk dari arah luar dan menembaki orang-orang suruhan Youra.

__ADS_1


"Anna Lee!" terdengar teriakan Geovano ketika dia dan Justin serta Javier tiba di sana.


Baik Youra maupun Jayden terkejut dengan kemunculan mereka dan orang-orang suruhan Youra pun digiring oleh anak buah Geovano. Youra merasa nyawanya terancam, sehingga ia tetap mengulangi niatnya untuk membunuh Anna. Akan tetapi, Jayden menghalangi tindakan tersebut sehingga peluru yang ditembakkan oleh Youra malah menembus perut Jayden.


"Jay!" pekik Youra.


"Tolong hentikan, Youra," seru Jayden seraya memegang perutnya yang mengeluarkan banyak darah.


"Jay!" Youra ingin menolong Jayden, namun tiba-tiba ia ditembak dari belakang dan jatuh tak bernyawa.


"Youra!" seru Jayden saat melihat Youra tergeletak di tanah.


Sementara itu, Geovano melepas ikatan Anna dan memastikan bahwa wanita itu cukup baik-baik saja. "Nampaknya dia pingsan karena obat bius. Lebih baik kita bawa dia ke rumah sakit," kata Justin.


Geovano mengangguk dan menggendong Anna seperti pengantin. "Tolong urus kekacauan ini," seru Geovano kepada anak buahnya, lalu segera membawa Anna Lee ke rumah sakit.


"Sepertinya dia masih hidup," ujar Javier sambil memeriksa nadi Jayden.


"Kita juga perlu membawa Jayden ke rumah sakit. Bagaimanapun juga, dia sudah melindungi Anna," ujar Justin.


Baik Geovano maupun Javier kemudian membawa Jayden ke rumah sakit. Sebelum pergi, Javier memberikan peringatan kepada Jayden, "Saat kau sadar nanti, jangan harap kau bisa hidup dengan tenang." Anak buah Javier kemudian membawa Jayden ke rumah sakit sambil membereskan mayat-mayat yang ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2