
Setelah berbincang cukup lama, Ellysa pamit untuk pulang. Dan sekarang di restoran itu hanya tinggal Anna dan Vano. Tapi Vano lebih banyak diam memikirkan ucapan ibunya. Dia salah menganggap jika hubungannya dengan Anna adalah nyata dan Anna pasti akan memilih reputasinya daripada mengakuinya sebagai kekasih sama seperti saat di depan Jayden.
"Kau kenapa Van? Aku perhatikan dari tadi kau hanya diam saja. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Anna
"Ti_tidak. Aku baik-baik saja." Vano melirik pengunjung yang juga berada di restoran tempat mereka berada. Mereka menatap dirinya dan Anna sambil terus berbisik-bisik dan hal itu membuatnya tidak nyaman.
Vano beralih melihat Anna yang makan dengan tenang. Sepertinya dia tidak terganggu dengan tatapan para pengunjung. Itu pasti karena Anna belum tahu gosip yang tengah beredar.
Sejenak dia menghela nafas panjang dan kembali menatap Anna. "Apa benar Anna tidak akan mengakui ku sebagai kekasihnya di depan publik? Tapi bagaimanapun kami masih dalam masa percobaan. Apalagi aku hanya seorang bodyguard. Jadi rasanya mustahil Anna akan mengatakan pada publik jika aku adalah kekasihnya." Batin Vano. Dia terus bergelut dengan pikirannya yang tidak menentu.
Bahkan dia sempat berfikir untuk mengatakan pada semua orang jika dirinya adalah seorang CEO. Agar mereka tahu jika dia pantas bersanding dengan Anna Lee. Tapi di takut Anna Lee akan membencinya.
"Setelah ini, kita mau kemana?" Tanya Anna. Dia mengerutkan keningnya saat melihat Vano lagi-lagi melamun. "Van!!!" Panggilnya
"Ya? Ada apa?"
"Harusnya aku yang bertanya. Kau kenapa?"
"Aku...
"Apa kau ada masalah?" Tanya Anna yang di jawab gelengan oleh Vano. "Ya sudah, kita pulang saja." Anna berdiri di ikuti Vano. Mereka meninggalkan restoran dan berniat untuk pulang.
Tapi saat sampai di depan mall, langkah mereka terhenti karena di kerubungi wartawan.
"Nona Anna, apakah benar gosip yang beredar jika anda mempunyai kekasih baru?" Tanya seorang wartawan.
__ADS_1
"Gosip?" Anna yang belum tahu tentang gosip itu terlihat bingung.
"Apa benar kekasih anda adalah seorang preman?"
"Bagaimana pendapat anda mengenai berita tersebut? Lalu bagaimana dengan tuan Jayden?"
Mereka terus melontarkan pertanyaan yang Anna sendiri tidak tahu maksud mereka. Alhasil salah satu dari wartawan itu menjelaskan tentang gosip yang beredar. Bahkan dia menunjukkan gosip keduanya yang di muat di sosial media.
"Jadi bagaimana nona?" Tanya wartawan lagi
Melihat Anna yang seperti kurang nyaman karena wartawan-wartawan itu terus mendesaknya, Vano dengan sigap meminta mereka untuk mundur. Dia berdiri di depan Anna dan memberikan tatapan tajamnya. "Jangan terlalu dekat!!" Ucapnya dengan ekspresi dingin.
"Aku tidak apa-apa Van."Anna tersenyum pada para wartawan dan mulai menjawab satu persatu pertanyaan mereka.
"Nona Anna, apakah benar anda sudah mempunyai seorang kekasih?"
"Iya, itu benar." Jawab Anna membenarkan yang membuat semua orang terkejut. Begitu juga dengan Vano. Apa Anna akan mengakuinya? Begitulah kiranya yang Vano pikirkan saat ini.
"Jadi benar, anda berpacaran dengan seorang preman?" Tanya wartawan lagi.
"Preman?" Tanya Anna bingung. "Maaf, sepertinya kau salah paham. Aku tidak berpacaran dengan preman."
"Tapi begitulah yang tertulis di artikel di sosial media, nona." Wartawan itu menatap Vano yang berdiri di samping Anna dan kembali bertanya, "apa dia orangnya?"
"Dia bukan preman. Dia bodyguard ku." Ucap Anna yang membuat Vano mengepalkan tangannya. Dia tersenyum getir mendengar pengakuan Anna.
__ADS_1
Ternyata benar, Anna tidak akan mengakuinya. Dia pasti memikirkan karier nya daripada hubungan mereka.
Tapi dia tidak mau egois. Dia yang memaksa Anna untuk melakukan percobaan pada hubungan mereka. Jadi ini bukan sepenuhnya kesalahan Anna.
"Jika dia bodyguard anda, lalu siapa kekasih anda?"
Anna tersenyum. Dia memeluk lengan Vano dan berkata, "dia memang bodyguard ku. Tapi dia juga kekasihku."
Deg
Vano menatap Anna tidak percaya. Wanita itu mengakuinya di depan wartawan. Dan hal ini pasti akan menjadi berita besar.
Begitu juga dengan para wartawan itu. Mereka seolah tidak percaya dengan pengakuan Anna. Mereka berfikir, jika di bandingkan dengan Jayden, pria di samping Anna ini tidak ada apa-apanya. Dan dari situ mereka mulai merendahkan Vano.
"Bagaimana mungkin anda menjalin hubungan dengan pria ini, nona? Penampilannya seperti pria yang tidak baik. Bahkan tuan Jayden lebih baik daripada dia."
"Jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Tapi lihat sisi dalamnya juga. Untuk apa aku menjalin hubungan dengan seorang CEO dengan penampilan rapi dan berpakaian mahal jika hatinya busuk, pengkhianat dan tidak setia." Ucap Anna
"Aku tidak mempermasalahkan perihal penampilan seseorang. Selama aku merasa nyaman, maka aku akan menjalaninya. Lagipula dia selalu melindungi ku." Lanjut Anna
"Sepertinya anda sudah menyiapkan mental menghadapi haters dan juga penggemar anda, nona. Banyak netizen berkomentar miring perihal hubungan Anda dengannya. Bahkan mereka beranggapan jika dia hanya penghalang karier anda dan yang menyebabkan anda di bully para haters."
Anna terdiam sesaat. Dia menggenggam tangan Vano dan mengangkatnya, memperlihatkan nya pada wartawan. "Jika mereka memang penggemarku, mereka pasti akan mendukungku selama itu baik untukku. Aku ucapkan terimakasih karena kalian mengkhawatirkan ku. Tapi aku sangat yakin dengan pilihan hatiku. Terimakasih." Anna mengajak Vano untuk segera pulang. Pertanyaan wartawan dan spekulasi mereka mengenai hubungannya dengan Vano, mulai membuatnya risih. Untuk itu dia memilih untuk pergi dari sana.
"Setelah ini, aku masih harus menyiapkan mental menghadapi ibu negara." Batin Anna Lee.
__ADS_1