
"Apa kau melihat berita di media?" tanya Youra. Saat ini dia sedang berada di ruangan Jayden di JN Entertainment
"Ya, Aku melihatnya. Kenapa memangnya?"
"Aku merasa Anna sengaja melakukannya agar menempati berita utama di sosial media." Youra duduk di pangkuan Jayden dan membelai dada bidang pria itu yang tertutup jas. "Aku ingin pernikahan kita menjadi berita utama sayang."
"Soal itu kau tidak perlu khawatir sayang. Aku sudah mengaturnya." Jayden mengambil beberapa lembar undangan yang masih dia simpan.
"Kenapa kau masih memegang beberapa undangan pernikahan kita, Jay?" tanya Youra bingung
"Aku sengaja menyisihkan nya karena aku ingin memberikan sendiri undangan ini pada orang-orang penting." seru Jayden
"Orang-orang penting?"
"Yes. Dan apa kau tahu, aku akan mengundang CEO GV corp dan juga JA Company. Kau tahu siapa mereka, bukan?"
Youra tersenyum senang. Siapa yang tidak mengenal pengusaha sukses keluarga Vincent dan juga Alexander? Mereka adalah dua keluarga yang sangat disegani di London. Dan jika mereka datang ke acara pernikahan mereka, sudah pasti pernikahan mereka akan menjadi berita utama karena di hadiri oleh orang besar seperti mereka.
"Kau hebat Jay, aku menyayangimu." Youra mencium bibir Jayden mesra. Dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
Pertama dia bisa menikah dengan Jayden dan dia akan menjadi nyonya Nicholas yang merupakan pemilik agensi JN entertainment.
JN entertainment adalah agensi paling besar di London. Jadi tidak salah jika Youra menjerat Jayden dengan tubuhnya dan merebutnya dari Anna Lee.
Dia benar-benar beruntung.
Semua ini juga berkat skandal yang terjadi pada mereka. Entah siapa yang menyebarkan berita itu. Tapi setelah melewati beberapa cobaan, akhirnya Jayden memutuskan untuk menikahinya.
__ADS_1
"Apa kau mau ikut denganku memberikan undangan ini?" tanya Jayden
"Tentu saja aku mau." seru Youra bersemangat. Dia membenarkan riasan nya dan menggandeng lengan Jayden. "Ayo!! Aku sudah siap." ucapnya lagi
Jayden tersenyum dan mengajak Youra untuk menemui Geovano dan juga Justin dan Javier.
Selama perjalanan, Youra terlihat begitu senang. Dia tidak tahu saja jika saat ini Anna Lee sedang berada di perusahaan Geovano. Dia di sana untuk menemani Geovano bekerja seperti biasanya.
"Sampai di sana, kau harus menjaga sikapmu. Aku dengar tuan Geovano tidak suka di sorot kamera, dia juga sulit untuk di dekati. Dan dia juga tidak menyukai orang yang suka membuat onar." seru Jayden
"Iya-iya, aku tahu. Aku akan menjaga sikapku. Lagipula aku ingin melihat wajah Tuan Geovano dari dekat. Setiap ada acara tertentu, dia selalu memakai masker."
"Aku kan sudah bilang, dia tidak suka di sorot kamera. Ada rumor juga jika Tuan Geovano tidak menyukai dunia keartisan. Tapi dia meminta Anna untuk menjadi model iklan produk miliknya." seru Jayden
"Benarkah? Anna menjadi model bintang iklan perusahaan GV corp?" tanya Youra tidak percaya.
Youra mengepalkan tangannya. Sial!! dia tidak tahu jika Anna sudah bergerak jauh. Bahkan Anna bekerjasama dengan perusahaan besar seperti GV Corp. Pasti Anna lebih mengenal Geovano daripada dirinya.
"Kenapa dia selalu lebih beruntung daripada aku?" batin Youra geram.
Mobil Jayden terparkir sempurna di depan perusahaan Gv Corp. Dia memberikan kunci pada penjaga untuk memindahkan mobilnya sementara dia dan Youra masuk ke Perusahaan besar tersebut.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis
"Aku Jayden ingin bertemu dengan tuan Geovano." seru Jayden
"Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?" tanya resepsionis lagi
__ADS_1
"Maaf, aku belum membuat janji. Tapi aku datang kemari untuk memberikan undangan ini pada tuan Geovano."
"Maaf tuan. Jika anda belum membuat janji, anda tidak bisa bertemu dengan tuan Geovano. Anda bisa memberikan undangan itu pada saya, nanti akan saya berikan pada Tuan Geovano." seru si resepsionis
"Hei.. Kau tidak tahu siapa kami? Kami ini kolega tuan Geovano. Apa begini caramu memperlakukan tamu?" Youra tidak terima dengan penolakan untuk bertemu dengan Geovano hanya karena mereka belum membuat janji.
"Maaf nona, memang sudah seperti itu peraturannya." seru resepsionis
Youra ingin kembali protes tapi di tahan oleh Jayden. "Apa yang kau lakukan? Bukankah sudah aku bilang kau harus menjaga sikapmu." bisik Jayden
"Tapi Jay, pegawai ini tidak sopan pada kita. Apa hanya karena kita belum membuat janji, dia bisa seenaknya saja melarang kita untuk bertemu atasannya?"
"Sssstt ... Kecilkan suaramu, Youra!!!" Jayden menatap kesana kemari dan tersenyum canggung melihat orang-orang yang menatap mereka berdua. Dia menarik Youra agak menjauh dan kembali berkata, "Itu bukan salahnya. Dia hanya mengikuti peraturan yang ada. Jadi jangan membuatku malu dengan sikapmu, Youra." seru Jayden
"Ta_tapi Jay...
"Sudahlah!!!" Jayden kembali ke resepsionis dan menyerahkan undangan tersebut padanya. "Tolong serahkan undangan ini pada tuan Geovano. Dan katakan terimakasih kami pada beliau. Kami sangat mengharapkan kehadiran beliau di acara pernikahan kami." seru Jayden
"Baik Tuan akan saya sampaikan."
"Terimakasih." Jayden menarik Youra untuk pergi dari sana.
"Lepas Jay!! Kenapa kau menarik ku keluar? Kita belum bertemu dengan tuan Geovano." seru Youra.
Jayden menatap malas Youra. Dia menunggu penjaga membawakan mobilnya dan setelah mobilnya datang, si penjaga memberikan kunci mobil pada Jayden.
"Jay!!" panggil Youra. Tapi Jayden enggan menanggapi Youra. Dia memilih masuk kedalam mobil dan berkata, "Jika kau masih membahas hal itu, aku akan meninggalkan mu." ancam Jayden
__ADS_1
Youra menghentakkan kakinya kesal. Dia masuk dan duduk di samping kemudi dan Jayden menjalankan mobilnya kembali ke perusahaan.