My Hot Bodyguard

My Hot Bodyguard
Rencana Pemotretan Di GV Corp


__ADS_3

Setelah urusannya selesai, Geo kembali menjadi Vano, kekasih sekaligus bodyguard Anna. Dia mengubah penampilannya dan bersiap meluncur kembali ke mansion Anna Lee.


"Apa semuanya sudah beres?" tanyanya pada James


"Kau tenang saja. Semua sudah beres. Wanita itu sudah ku kirim ke kantor polisi. Bodyguard juga berjaga di sekitar rumahnya dan uang itu juga sudah sampai ke orang tua wanita itu untuk biaya hidup anak-anak mereka." terang James.


Geo menganggukkan kepalanya. Dia turun dari mobil saat James memarkirkan mobilnya di depan gerbang mansion Anna. "Tetap awasi mansion Anna. Dan minta Harry untuk mengikuti orang itu." titahnya


"Baik." James menginjak pedal gas dan meninggalkan Geo yang masih berdiri di sana.


"Waktunya menjadi Vano." gumamnya. Dia membuka gerbang dan masuk begitu saja. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kekasihnya. Padahal baru beberapa jam mereka berpisah. Tapi dia sudah sangat merindukan Anna Lee.


Vano masuk begitu saja dan langsung menuju kamar Anna Lee. Di sana dia melihat wanita itu duduk bersandar di headboard dan memainkan laptopnya.


"Apa yang kau lakukan?" Vano mendekat dan duduk di tepi tempat tidur.


"Aku sedang membaca informasi tentang GV Corp." celetuk Anna


"A_apa? Gv Corp?" tanya Vano terbata. "Kenapa tiba-tiba?"


"Apa kau tidak tahu? Besok aku akan melakukan pemotretan dan sekaligus syuting iklan produk dari GV Corp. Anthony yang mengaturnya dan aku sudah menyetujuinya."

__ADS_1


"Me_memangnya mereka mengeluarkan produk apa?"


"Em.. Sepertinya produk kecantikan. Perusahaan itu bekerjasama dengan perusahaan Kak Justin. Dan sepertinya kak Justin merekomendasikan aku untuk menjadi model iklannya." terang Anna


"Kenapa aku tidak tahu?" tanya Vano


Anna menatap Vano bingung, "Kenapa kau harus tahu? tugas mu itu melindungi ku dan ada di sampingku, bukan mengurus masalah pekerjaan ku." seru Anna


Vano menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia pergi dengan beralasan mau ke dapur untuk mengambil minum. Dan di sana dia menghubungi James.


"Ada apa Ge?" tanya James di seberang sana


"Ma_maaf Ge, aku pikir kau sudah tahu. Karena waktu itu Justin bilang, dia sendiri yang akan memberitahumu."


Vano mengumpat dalam hati. Dia yakin Justin sengaja melakukannya. Sial!! apa yang harus dia lakukan sekarang. Jika dia ikut, maka rahasianya akan terbongkar.


Tidak!! Dia tidak ikut ke perusahaan pun, identitasnya pasti tetap akan ketahuan.


"Kenapa kalian tidak meminta persetujuan ku saat mencari model untuk iklan produk kita?" tanya Vano


"Bukankah kau menyerahkan semuanya pada Justin dan Javier? Aku saja baru di beritahu belum lama. Dan mereka akan memberitahumu juga. Makanya aku diam saja. Dan hanya menyiapkan keperluan untuk syuting besok."

__ADS_1


Vano mematikan ponselnya. Dia mengusap wajahnya kasar. Jujur dia belum siap jika harus jujur pada Anna. Mereka baru saja saling jujur mengenai perasaan mereka. Bagaimana jika Anna tahu jika selama ini dia berbohong mengenai identitasnya?


Dia takut Anna akan membencinya. Dan memutuskan hubungan mereka.


"Argh sial!! aku harus mencari cara agar Anna tidak tahu siapa aku." gumamnya bermonolog. Dia berjalan kesana-kemari mencari cara agar identitasnya tidak ketahuan.


"Tidak ada cara lain." Vano kembali menghubungi James.


"Ada apa lagi Ge? Aku sibuk karena kau tidak pernah mengurus perusahaan." gerutu James


"Apa kau baru saja menggerutu, James?" nada bicara Vano mendadak berubah dan hal itu membuat Vano menelan ludah kasar.


"Ti_tidak Ge. Jadi ada apa lagi kau menelepon ku?"


"Aku ingin kau menyingkirkan semua yang berhubungan dengan ku. Foto atau apapun itu. Dan minta semua karyawan untuk menutup mata, telinga dan mulut mereka saat Anna datang."


"Ah.. Kecuali jika mereka menyapa Anna. Katakan juga pada mereka untuk tidak mengatakan apapun mengenai diriku." lanjut Vano


"Ba_baiklah. Akan aku lakukan." ucap James


"Good." Vano memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Masalah sudah selesai. Besok dia bisa menemani Anna tanpa takut identitas nya terbongkar.

__ADS_1


__ADS_2