
"Dasar menyebalkan. Kenapa mereka seenaknya mengirim orang asing ke mansion ku? Mereka harusnya tahu jika aku tidak suka dengan orang asing yang membuatku tidak nyaman." Anna mengendarai mobilnya dengan terus menggerutu. Dia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Itu artinya dia sudah sangat terlambat untuk pergi ke lokasi pemotretan.
"Aish.. sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku sudah sangat terlambat." Anna menambah kecepatan laju mobilnya.
Ini pertama kalinya dia terlambat dan semua itu gara-gara kedua kakaknya. Di saat seperti ini, biasanya ada orang yang mengingatkannya tapi entahlah, tiba-tiba dia merasa ada yang aneh. Perasaannya tidak enak. "Sepertinya aku melupakan sesuatu. Tapi apa ya?" Anna terdiam sejenak dan mencoba mengingatnya. Sampai dia melebarkan kedua matanya dan menghentikan mobilnya secara mendadak.
"Anthony!!! Oh my God!! Kenapa aku bisa melupakannya?" Anna berputar arah dan kembali ke mansion nya untuk menjemput Anthony.
Sementara itu, Anthony sudah mengeluarkan sumpah serapahmya karena Anna tidak kunjung kembali. Dia sudah memberitahu salah satu kru jika mereka datang terlambat. Tapi pemilik perusahaan yang produknya akan di iklankan oleh Anna, marah besar karena menganggap Anna tidak profesional.
Hal itu membuat Anthony meminta maaf dan berharap di beri kesempatan untuk memperbaikinya.
Perusahaan itu adalah salah satu perusahaan besar. Jika sampai tersebar kabar kinerja Anna jelek karena tidak profesional, maka karirnya bisa saja menurun dan jobnya akan berkurang.
"Baiklah Joanna Ailee Alexander. Jika dalam 5 menit kau tidak juga datang maka aku akan.....
Tiba-tiba dari arah depan, sebuah mobil berbelok memasuki gerbang dan berhenti tepat di depan Anthony.
"Kau selamat." Geram Anthony
"Cepat naik!! Kita sudah sangat terlambat." Seru Anna
"Harusnya aku yang berkata begitu bodoh!!" Teriak Anthony. Dia memejamkan matanya dan menghela nafas panjang untuk meredam emosinya.
"Huft... Dasar menyebalkan." Anthony masuk di samping kemudi dengan cemberut.
"Maaf." Lirih Anna
"Apa dengan meminta maaf semua akan selesai? Bagaimana jika suatu hari nanti kau mengulangi nya lagi?"
"Jangan bicara seperti itu Thony. Aku baru saja di marahi oleh kak Justin. Dan sekarang kau juga." Gerutu Anna
Anthony melirik Anna sekilas dan menghela nafas panjang. "Baiklah. Tapi jangan di ulangi lagi!! Nanti kau harus meminta maaf pada tuan George atas keterlambatan mu. Kau tahukan, dia itu salah satu orang berpengaruh di kota ini. Jika kau membuat masalah dengannya dan tersebar di sosial media, maka karir yang kau bangun selama ini bisa meredup." Seru Anthony
"Baiklah. Aku akan meminta maaf pada Tuan George nanti."
Anna melajukan mobilnya menuju lokasi pemotretan. Disana dia meminta maaf pada tuan George dan memberikan alasan kenapa dia datang terlambat. Untungnya tuan George memaafkannya dan meminta Anna untuk profesional dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Setelah masalah selesai, Anna melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Bahkan dia mendapatkan pujian dari tuan George.
__ADS_1
"Good job Anna. Aku sangat puas dengan hasilnya." Seru tuan George senang
"Terimakasih tuan. Aku harap produk anda juga meledak di pasaran."
"Iya, aku juga berharap begitu. Senang bekerjasama denganmu, Anna." Tuan George mengulurkan tangannya yang di sambut oleh Anna. "Sama-sama tuan." Balas Anna
Setelah pekerjaannya selesai, Anna dan Anthony menuju ke lokasi syuting selanjutnya. Dia di minta menjadi cameo di salah satu film terbaru yang akan segera launching. Untuk itu, dia tidak terlalu banyak adegan dan bisa pulang lebih awal dari biasanya.
"Ah.. akhirnya selesai juga. Aku sudah sangat merindukan kasurku." Seru Anna senang
"Jadwal mu besok tidak terlalu padat. Jadi aku akan datang agak siangan. Kau bisa tidur sepuasnya. Tapi jangan begadang." Ucap Anthony memperingatkan.
"Siap bos."
Anthony tersenyum. Dia memarkirkan mobilnya di depan pintu gerbang mansion Anna.
"Terimakasih Thon." Ucap Anna.
"Sama-sama." Setelah Anna turun dari mobil, Anthony kembali melajukan mobilnya.
"Hah... Akhirnya sampai rumah. Kasur!! I'm coming!!!" Anna membuka pintu gerbang dan berlari masuk tapi dia di kagetkan dengan beberapa bodyguard yang dikirim oleh Justin.
"Kenapa kalian masih disini? Bukankah aku sudah bilang untuk pergi?" Sentak Anna
"Kau...
"Cukup Ai!!!"
Anna meoleh kearah sumber suara. Dia mendengus kesal karena yang datang adalah Justin dengan mode dinginnya.
"Aku tidak mau mereka kak." Gerutu Anna
"Sudah aku bilang, semua ini demi kebaikanmu. Apa kau ingin kami khawatir padamu, hah!!" Teriak Justin
Anna menundukkan kepalanya tidak berani menatap Justin. Dalam hatinya dia mengumpat mengeluarkan sumpah serapah nya karena tidak bisa membantah ucapan Justin.
Biasanya, Justin akan menuruti semua keinginannya. Tapi jika dia sudah memanggil nama lengkapnya, itu artinya Justin sudah sangat marah padanya.
"Aku tidak nyaman kak." Lirih Anna.
__ADS_1
Justin menghela nafasnya. Dia tahu alasan kenapa Anna tidak menyukai orang asing. Di tambah dia baru saja di khianati orang yang dia cintai. Pasti hal itu membuat Anna semakin membuatnya enggan mengenal orang baru.
"Baiklah, aku akan menarik semua bodyguard. Tapi tetap, aku akan menempatkan satu bodyguard di sini. Dia akan mengikutimu kemanapun kau pergi selama 24 jam."
"What?? 24 jam?" Pekik Anna. Baru saja dia merasa senang karena Justin akan menarik semua bodyguard tapi Justin justru kembali membuatnya kesal.
"Jika kau tidak setuju, maka terpaksa aku akan memberitahu Daddy dan mommy mengenai semua ini." Ancam Justin
"Ja_jangan kak. Baiklah, aku setuju." Ucapnya pasrah
"Good. Aku sudah memilih satu bodyguard yang akan menjagamu." Justin menepuk tangannya dan tidak berapa lama seorang pria terlihat berjalan mendekat.
Anna menyipitkan matanya melihat pria itu. Entah kenapa dia merasa pernah melihatnya. Atau hanya perasaannya saja?
Pria itu terlihat berbeda dengan bodyguard Justin yang lain. Dia berpenampilan layaknya seorang preman dengan rambut acak-acakan, berjaket hitam yang di padukan dengan celana jeans yang sedikit robek di bagian lutut.
Entahlah, itu fashion baru atau memang seperti itu. Tapi walaupun berpenampilan seperti itu tidak membuat ketampanan pria itu berkurang. Apalagi dengan tatapannya yang tajam dan ekspresi yang dingin. Menambah kesan hot untuk seorang bodyguard.
"Namanya Vano. Dia yang akan menjadi bodyguard mu dan akan mengikutimu selama 24 jam. Jadi aku harap kau tidak macam-macam." Seru Justin
"Terserah!!" Jawab Anna malas
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu." Justin menatap Vano dan berkata, "tolong jaga bocah nakal itu."
"Baik tuan."
Justin dan beberapa bodyguard nya pergi dari mansion Anna. Dan sekarang di sana hanya ada Anna dan Vano.
"Ck.." Anna berdecak pelan dan memilih masuk ke mansionnya diikuti oleh Vano. Tapi saat dia membuka pintu, tiba-tiba sebuah pisau melesat ke arahnya.
"Awas!!" Vano menarik Anna dan melindunginya dengan cara memeluknya.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Vano
"A_aku tidak apa-apa." Anna menatap Vano yang begitu dekat dengannya. Tidak!! Bukan dekat. Tapi memang tubuh mereka saling menempel.
Deg deg deg deg
"Nona!!"
__ADS_1
Sadar jika posisi mereka begitu intim, Anna segera mendorong tubuh Vano.
"Astaga!! Ada apa denganku? Ke_kenapa jantungku berdetak kencang?" Batin Anna