
Anna kembali ke mansion nya. Dia sangat lelah dan ingin segera beristirahat. Tapi di sana sudah ada Kedua kakak kembarnya yang menunggu kedatangannya.
"Ai, kakak mau bicara." seru Justin. "Kakak minta maaf karena tidak mengatakannya padamu. Tapi semua ini keinginan Geo. Dia takut kau akan menolaknya jika tahu dia seorang CEO."
"Geo itu.....
"Aku lelah kak." potong Anna. "Aku ingin istirahat." Anna pergi begitu saja tanpa mau mendengar penjelasan dari Justin. Untuk mereka mungkin hal ini tidak penting. Tapi semenjak pengkhianatan yang dilakukan Jayden, dia sangat takut untuk menjalin hubungan dengan seorang pria. Tapi dengan mudahnya dia terpikat oleh Vano yang ternyata juga membohongi nya
"Sudahlah biarkan saja. Ai masih butuh waktu untuk menerima semua ini. Kau tahu sendiri kan apa yang di lakukan Jayden padanya? Saat ini Ai pasti merasa Geo sama saja dengan Jayden." seru Anthony
"Tapi Thon, ini berbeda. Harusnya Ai mendengarkan penjelasan Geo." sahut Javier
"Kalian ingat waktu kecil Ai pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang asing. Setelah itu dia takut dengan orang asing. Dia akan menjaga jarak. Tapi setelah bertemu dengan Jayden, dia merasa sangat bahagia dan menganggap Jayden adalah malaikat pelindungnya."
"Menurut kalian, apa yang akan Ai rasakan saat orang yang dia percaya justru mengkhianatinya dan membohonginya?"
"Geo memang tidak melakukan kesalahan yang sama seperti Jayden. Tapi dia sudah membohongi Ai. Jadi lebih baik kita beri waktu untuk Ai menenangkan diri."
Baik Justin maupun Javier hanya terdiam. Memang apa yang di katakan Anthony ada benarnya. Mereka tidak tahu apa yang di rasakan adiknya saat ini karena setiap ada masalah, Anna selalu menampilkan wajah Seolah dia baik-baik saja. Tapi hatinya justru menyimpan luka yang mendalam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
Geovano kembali menjalani aktivitasnya sebagai CEO di perusahaannya. Dia terlihat sangat sibuk dengan beberapa pertemuan dan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya.
Tapi walaupun begitu, dia tetap memantau kegiatan kekasihnya di manapun dia berada. Dia mengirim orang kepercayaannya untuk mengikuti Anna dan melaporkan padanya apa saja yang di lakukan Anna.
__ADS_1
Walaupun wanita itu terlihat biasa saja, tapi Geo tahu jika Anna tidak baik-baik saja. Dia pasti sedih karena apa yang sudah dia perbuat.
Sial!! Dia jadi ingin menemui Wanita itu dan memeluknya. Dia sangat merindukan kebersamaan mereka, canda tawa bersama dan juga bibir Anna.
"Huft.." Geo menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya sejenak. Bayangan Anna saat tersenyum terlintas di ingatannya. "Aku merindukan mu, Ann. Apa kau juga merindukanku?" lirih Geovano
drrttt drrtttt
Geo membuka matanya saat ponselnya berdering. Dia mengambil ponsel tersebut dan melihat siapa yang menelepon. "Mommy?" Geo menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel tersebut di telinganya.
"Ya mom, ada apa?" tanya Geo
"Bisakah kau pulang sekarang? Ada yang ingin mommy katakan padamu."
"Apa yang ingin mommy katakan? Kenapa tidak sekarang saja?"
"Ck kau ini. Tidak enak di bicarakan di telepon. Pokoknya kau harus datang. Lagipula kau sudah lama tidak mengunjungi mommy dan Daddy, bukan?" seru Ellysa
"Kira-kira apa yang ingin mommy bicarakan ya?" gumamnya. Tidak ingin menundanya, Geo langsung menyelesaikan pekerjaannya dan segera pulang ke mansion orangtuanya.
Di perjalanan Geo masih penasaran dengan apa yang ingin ibunya katakan. Biasanya jika sudah seperti ini, pasti ibunya akan mengatakan sesuatu yang penting. "Apa ini mengenai Anna Lee? Apa mommy sudah tahu?" ucapnya bermonolog.
Tidak berapa lama, mobil yang di kendarai Geo sampai di mansion orangtuanya. Dia menghela nafas panjang dan masuk dengan tergesa-gesa.
"Kau sudah datang sayang?" Ellysa menyambut kedatangan Geovano dan memeluknya. "Bagaimana kabarmu, hm? Lama sekali kau tidak pulang."
"Aku baik mom." Geo duduk di sofa dan kembali berkata, "Kenapa tiba-tiba mommy ingin aku pulang?"
__ADS_1
"Ck.. Kau ini tidak sabaran sekali." gerutu Ellysa
"Jadi begini, mommy punya kabar gembira untuk mu."
"Kabar gembira?"
"Iya. Mommy akan menjodohkanmu dengan putri sahabat mommy."
"WHAT?? MENJODOHKAN KU?" pekik Geovano. "Apa aku tidak salah dengar? Mommy ingin menjodohkanmu? Bukannya mommy tahu jika aku sudah mempunyai kekasih dan dia adalah Anna Lee, artis favorit mommy sendiri." seru Geo
"Iya, mommy memang tahu. Tapi bukannya kau sekarang sudah tidak mempunyai hubungan apapun dengan Anna?"
"Apa maksud mommy?" tanya Geo bingung
Ellysa menekan tombol remote tv. Di sana, terpampang jelas tulisan jika Anna sudah putus dengan Bodyguard nya. Bahkan beberapa hari ini Anna terlihat berjalan dengan Anthony saja.
"Kau lihat berita ini? Banyak yang mengatakan jika kalian sudah putus hanya karena kau tidak ada di samping Anna lagi. Bahkan Anna tidak bisa menjawab saat wartawan menanyakan keberadaan mu." terang Ellysa
"Makanya mereka menyimpulkan jika kalian sudah putus." lanjutnya
"Mom!! Tapi aku dan Anna belum putus. Dan aku tidak mau di jodohkan dengan siapapun." Geovano berdiri dan hendak pergi tapi ucapan Ellysa membuatnya tidak bisa berkutik.
"Jadi kau ingin mommy mati? Mommy hanya ingin melihat kau menikah. Apa itu salah?" seru Ellysa
"Mom, Aku.....
"Please, demi mommy. Anggap saja ini permintaan terakhir mommy."
__ADS_1
Geovano mengepalkan tangannya. Dia mengangguk pelan menyetujui permintaan ibunya.
"Terimakasih Ge."